Home > Berita Bola > Bola Internasional > Ingin Performa Asnawi Meningkat, Shin Tae-yong Akan Kirim Daging Kualitas Top

Ingin Performa Asnawi Meningkat, Shin Tae-yong Akan Kirim Daging Kualitas Top

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong turut menyaksikan penampilan bek sayap asal Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, saat membela Ansan Greeners pada laga kontra Jeonnam Dragons di Stadion Ansanwa, pada laga lanjutan K League 2, Minggu (11/4/2021).

Shin Tae-yong mengaku cukup puasa dengan performa Asnawi meski secara keseluhan Ansan Greeeners kalah 0-1 dari Jeonnam Dragons.

Shin Tae-yong terlihat duduk bersama dengan Wali Kota Ansan, Yoon Hwa-seop.

Menurut Shin Tae-yong, stamina Asnawi perlu ditingkatkan lagi dengan mengkonsumsi daging sapi agar Asnawi bisa cepat naik membantu serangan dan turun kembali menjaga pertahanannya.

Untuk hal ini, Shin Tae-yong berjanji akan mengirimkan daging sapi kualitas nomor satu, karena sang pemain tidak makan daging babi, makanan yang banyak ditemui di Korea Selatan.

“Asnawi tidak makan daging babi. Nanti saya akan kasih dia daging sapi kualitas nomor satu di Korea untuk meningkatkan staminanya. Dia harus meningkatkan stamina agar mampu naik menyerang, dan turun bertahan dengan baik. Kebugarannya harus dikembangkan lagi,” kata Shin Tae-yong.

Selain itu, Shin Tae-yong meminta agar Asnawi lebih cepat beradaptasi dengan budaya ‘ppalli ppalli’ di Korea Selatan, yang berarti ‘cepat, cepat’.

“Jika Anda pergi untuk bekerja di sebuah negara, Anda harus mempelajari budaya negara itu dengan cepat. Anda harus terbiasa dengan budaya ‘ppali’ di Korea. Selama tinggal di Indonesia, saya selalu mengedepankan budaya ‘cepat, cepat’,” jelas Shin Tae-yong.

“Kalau di Korea, persiapan sebelum latihan hanya membutuhkan waktu tiga menit. Sedangkan di Indonesia bisa memakan waktu 15 menit. Itu sangat lambat, dan membuat orang menjadi frustrasi,” ungkapnya.

“Masyarakat Indonesia sangat baik, dan tidak pernah terburu-buru. Saya punya banyak pengalaman di sana. Seperti ketika makan di sebuah restoran Tiongkok, kami akan terbiasa bilang: ‘tolong dipercepat’. Sedangkan di Indonesia tidak,” lanjut Shin Tae-yong.

“Jika Anda tidak mempelajari semangat ‘ppali’ di Korea, Anda tidak akan bisa beradaptasi dengan kehidupan di sini. Saya mencoba memahami kebiasaan di Indonesia, dan Asnawi juga perlu memahami kebiasaan di Korea,” sambungnya.

x

Check Also

Perez Khinati UEFA, Beri Subsidi Untuk Tim Yang Bergabung Liga Super Eropa

Florentino Perez, ketua Liga Super Eropa sekaligus juga presiden Real Madrid saat ini, ternyata menggoda ...