Home > Berita Bola > Bola Internasional > Gary Naville Jijik Lihat MU Gabung European Super League

Gary Naville Jijik Lihat MU Gabung European Super League

Gary Neville, bek legenda Manchester United, merasa jijik melihat mantan timnya terlibat European Super League. Dan menginginkan mereka didegradasi saja dan Burnley dijadikan juara Liga Inggris. Gary Neville mengecam keputusan Manchester United untuk bergabung bersama 11 klub lainnya yang memilih berpartisipasi dalam European Super League.

Melihat Manchester United yang ikut terlibat dalam kompetisi antarklub di Eropa yang rencananya akan mempertemukan tim-tim elite dari liga di Benua Biru tersebut, Neville mengaku merasa jijik. Menurut Neville, Manchester United bersama Arsenal, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester City yang bergabung dengan European Super League sebaiknya dihukum seberat-beratnya.

Bahkan kalau perlu, kata Neville, Manchester United bersama Liverpool dan Arsenal didegradasi saja.

Selain itu, Neville juga menyarankan gelar juara Liga Inggris diberikan pada Burnley, klub yang berada di posisi ke-17 sementara dan baru saja dikalahkan Manchester United pada Minggu (18/4/2021). Kemudian Fulham, yang masuk zona degradasi di peringkat ke-18, tidak perlu turun kasta.

“Saya adalah penggemar Manchester United dan telah berusia 40 tahun, tetapi saya merasa jijik, benar-benar jijik,” kata Neville, dikutip dari Sky Sports.

“Motivasinya adalah keserakahan. Kurangi poin mereka semua besok, tempatkan mereka di bagian bawah liga dan ambil uang dari mereka!”

“(Yang dilakukan mereka) Kriminal. Itu adalah tindakan kriminal terhadap penggemar sepak bola di negara ini. Kurangi poin, kurangi uang, dan hukum mereka.”

“Biarkan mereka melepaskan diri, tapi langsung hukum mereka. Enam klub itu, mereka harus dihukum berat. Denda besar-besaran, pengurangan poin, hapus gelar dari mereka.”

“Beri gelar untuk Burnley, biarkan Fulham bertahan. Degradasi Man United, Liverpool dan Arsenal.”

 

Ilustrasi European Super League

“Ketiga klub itu, dengan sejarahnya di negara ini, harus jadi klub yang paling menderita.”

“Sejarah dan tradisi ketiga klub itu benar-benar luar biasa dan saya menghargainya, tetapi mereka meninggalkan banyak hal yang diinginkan pada saat ini,” tuturnya lagi.

Selain Man United, Neville mengaku sangat kesal juga pada Liverpool.  Pasalnya, peraih 12 gelar Liga Inggris bersama Man United . . . Gabung . . . ini menilai bahwa The Reds mengkhianati semboyan mereka sendiri.

“Saya paling muak dengan Manchester United dan Liverpool,” ucap Neville.

“Liverpool, mereka berpura-pura ketika mengumandangkan, ‘You Will Never Walk Alone, klub rakyat, klub penggemar’.”

“Manchester United, 100 tahun, lahir dari para pekerja dari sekitar sini, dan mereka membobol liga tanpa persaingan yang tidak bisa turun kasta?” ujarnya menambahkan.

Kabar soal European Super League juga tak hanya mendapatkan sorotan dari para tokoh sepak bola, tapi juga Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Johnson menilai bahwa tindakan tegas perlu diambil untuk klub-klub yang memutuskan terlibat dengan European Super League.

“Rencana European Super League akan sangat merusak sepak bola dan kami mendukung otoritas sepak bola dalam mengambil tindakan,” kata Johnson, dikutip BolaSport.com dari akun Twitter resminya.

“Mereka akan menyerang jantung permainan domestik, dan akan menjadi perhatian penggemar di seluruh negeri.”

“Klub yang terlibat harus menjawab pertanyaan penggemar dan komunitas sepak bola yang lebih luas sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” tulis Johnson menambahkan.

Kabar tentang European Super League menggemparkan dunia sepak bola setelah 12 klub yang menamai diri sebagai Founding Clubs secara serempak mengumumkan keterlibatan mereka, Senin (19/4/2021) dini hari WIB.

Selain enam klub Liga Inggris, ada juga Inter Milan, AC Milan, dan Juventus yang mewakili Liga Italia. Sementara itu, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid menjadikan diri mereka sebagai wakil dari Liga Spanyol.

Pada laman resmi mereka masing-masing, 12 klub tersebut merilis pengumuman tentang peluncuran turnamen, format pertandingan, gagasan dibentuk, dan tujuannya.

x

Check Also

Prediksi Ukraina vs Prancis, 5 September 2021, Kualifikasi Piala Dunia 2022

Jakarta – Dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup D hari Minggu (5/9/2021), ...