Home > Copa Del Rey > Final di Sevilla, Barcelona Sering Kena Sial

Final di Sevilla, Barcelona Sering Kena Sial

Kota Sevilla kini juga bukan tempat yang sudah bersahabat bagi Barcelona. Bahkan, di kota klub Sevilla dan Real Betis ini, Los Azulgrana punya rapor yang buruk.

Rapor jelak tersebut khusus untuk laga final dengan format satu pertandingan, seperti yang akan dilakoni oleh Lionel Messi dan kawan-kawan, Sabtu atau Minggu (18/4/2021) dini hari WIB, lawan Athletic Bilbao.

Pertandingan dari final Piala Raja 2021 memang sudah akan digelar di Stadion Sanchez Pizjuan, yang terletak di Sevilla serta sudah menjadi markas bagi tim Sevilla.

Dan, faktor Kota Sevilla ini pula yang nantinya akan menjadi perhatian karena sudah selalu memberikan ketidakberuntungan bagi Barcelona setiap kali mereka sudah tampil dalam laga final.

Faktanya, kali terakhir Barcelona menang dalam laga final dengan format satu laga di Kota Sevilla, sudah terjadi pada 10 Mei 1925.

Baca Juga : Percaya Tahayul, Barcelona Buru-Buru Pindah Hotel Jelang Copa Del Rey

Ketika itu, Barcelona sudah mengalahkan klub bernama Arenas dengan dua gol tanpa balas juga dalam ajang Piala Raja dalam format satu laga final yang sudah digelar di Stadion Reina Victoria.

Setelah itu, Los Azulgrana kini selalu sial, tidak pernah menang dalam setiap mereka tampil dalam final dengan format satu pertandingan tersebut.

Dengan demikian, semenjak kemenangan tersebut, sudah 96 tahun lamanya Barcelona sudah tidak pernah menang dalam laga final di Sevilla.

Contoh terdekat soal Kota Sevilla ini sudah terjadi pada Piala Super Spanyol pada Januari lalu yang sudah digelar di Sevilla. Saat itu di Stadion La Cartuja, Barcelona kalah 2-3 . . . Gabung . . . dari Athletic Bilbao.

Besok mereka akan kembali menghadapi lawan yang sama menghadapi tim asuhan Marcelino Garcia.

Pelatih Athletic Bilbao, Marcelino.

Kekalahan yang sudah paling menyakitkan yang sudah dialami Barcelona di Kota Sevilla tentu saja saat ketika mereka sudah takluk dalam final Piala (Liga) Champions dalam menghadapi klub asal Rumania, Steua Bucuresti.

Momen itu terjadi pada 7 Mei 1986 di Stadion Sanchez Pizjuan. Dalam final tersebut, Barcelona sudah tidak mampu mencetak satu gol pun sehingga pada akhirnya dilanjutkan dengan drama adu penalti.

Pukulan yang telak lainnya di Sevilla terjadi di Stadion Benito Villamarin pada saat Barcelona di bawah asuhan Ernesto Valverde, yang sudah kalah 1-2 dari Valencia pada final Piala Raja 2019.

Yang menarik, tim Valencia saat ketika itu justru di bawah kepelatihan Marcelino Garcia, pelatih Athletic Bilbao saat ini.

Dengan demikian, menghadapi final Piala Raja ini, Barcelona menantang dua hal yang sudah kerap menjadi momok: Kota Sevilla dan Marcelino Garcia.

Di sisi lain, tentu saja, laga nanti sudah menjadi peluang dari Barcelona untuk bisa menghentikan rapor selalu kalah di Sevilla dalam laga final.

x

Check Also

Aritz Aduriz Bosan Dengan Dominasi Barcelona dan Real Madrid

Madrid – Aritz Aduriz berharap menutup kariernya dengan memenangkan Copa del Rey, selagi mengaku bosan ...