Home > Berita Liga Italia > Juventus > Cristiano Ronaldo Ngamuk, Mantan Gelandang Juventus : Jual Saja

Cristiano Ronaldo Ngamuk, Mantan Gelandang Juventus : Jual Saja

Turin – Cristiano Ronaldo kembali tertangkap kamera tidak bisa mengendalikan amarahnya saat Juventus menjamu Genoa, pada Minggu (11/4/2021) lalu.

Pada laga yang digelar di Stadion Allianz tersebut Juventus unggul dengan skor 3-1.

Tiga gol bagi Juventus dicetak oleh Dejan Kulusevski (4’), Alvaro Morata (22′), dan Weston McKennie (70′).

Sedangkan satu-satunya gol bagi Genoa dicetak oleh Gianluca Scamacca pada menit ke-49.

Seusai laga, bintang Juventus, Cristiano Ronaldo terlihat kesal karena tidak bisa mencetak gol pada laga tersebut.

Cristiano Ronaldo tertangkap kamera mencopot dan membanting jerseynya ke tanah. Jersey Cristiano Ronaldo itu sendiri akhirnya dikabarkan dipungut oleh seorang ball boy.

Tidak sampai di situ saja kekesalan Ronaldo. Media Italia, Gazetta dello Sport melaporkan bahwa penyerang asal Portugal ini juga memukul tembok ruang ganti untuk meluapkan kekesalannya.

Menurut laporan tersebut, setelah selesai mandi Ronaldo langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada para pemain Juventus yang lain.

Baca juga : Cristiano Ronaldo Ngamuk, Juventus Bakal Jatuhi Hukuman?

Terkait hal ini, pelatih Juventus, Andrea Pirlo, juga membenarkan kekesalan yang dialami Ronaldo.

“Cristiano marah karena tidak mencetak gol,” ungkap Andrea Pirlo.

“Dia punya beberapa peluang. Normal jika seorang pemain seperti dia ingin selalu berkembang dan memperbaiki rekor,” jelas Pirlo.

“Kalau Anda ingin selalu berkembang, maka adalah hal normal jika Anda merasa sesak saat tak mencetak gol,” sambungnya.

Namun penilaian lain datang dari mantan gelandang Juventus, Massimo Mauro.

Menurut Massimo Mauro, Ronaldo tidak bisa menjadi pemimpin karena hanya . . . Gabung . . . memikirkan dirinya sendiri dibandingkan memikirkan tim.

Kerena itu, Mauro mengusulkan untuk menjual Ronaldo karena sudah tidak sesuai lagi dengan visi klub.

“Ronaldo tidak pernah menjadi pemimpin di mana pun dia bermain dan dia tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin,” kata Mauro.

“Dia seperti sebuah perusahaan dan dirinya sendiri lebih penting baginya daripada kesuksesan tim,” lanjutnya.

“Cristiano tidak menyertakan rekan satu timnya bersamanya, dia selalu ingin mereka memberinya bola untuk mencetak gol. Dia seorang individualis yang hebat, dia bukan pemain tim,” ucap Mauro.

“Dari sudut pandang hasil, Juventus bersamanya tidak lebih baik dari sebelumnya. Mereka bahkan tampil lebih buruk di Liga Champions,” singgung Mauro.

“Itulah mengapa hal terbaik bagi mereka berdua adalah jalan mereka terpisah,” tandasnya.

Seperti diketahui, meski diperkuat Ronaldo pada tiga musim belakangan ini, Juventus hanya mampu menembus babak perempat final Liga Champions sebanyak satu kali (musim 2018-2019).

Sedangkan sisanya, pada dua musim terakhir, Bianconeri hanya mampu bertahan di 16 besar dan dikalahkan oleh klub-klub kuda hitam, yakni Olympique Lyon (2019/20) dan FC Porto (2020/21).

x

Check Also

Christian Vieri Kritik Pilihan Juventus Atas Moise Kean

Turin – Mantan striker Juventus, Christian Vieri, mempertanyakan keputusan Bianconeri untuk memulangkan Moise Kean. Seperti ...