Home > Berita Bola > Ancelotti Awalnya Anggap European Super League Hanya Sebagai Candaan

Ancelotti Awalnya Anggap European Super League Hanya Sebagai Candaan

Naples – Carlo Ancelotti angkat bicara soal European Super League. Pelatih kawakan asal Italia itu awalnya mengira itu hanya lelucon saja.

ancelotti

Dunia sepak bola sempat digemparkan pada hari Minggu (18/4) lalu, saat 12 klub raksasa asal Inggris, Italia, dan Spanyol mengumumkan akan membentuk liga baru. Hal ini sontak menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, mulai dari UEFA, suporter klub, hingga klub-klub lain yang tak dilibatkan.

Sebab, European Super League dianggap hanya menguntungkan klub-klub besar yang sudah jadi penguasa di liga masing-masing. Selain itu, sistem kompetisi yang semi tertutup, di mana para founding members tak akan terdegradasi, dianggap mencederai asas olahraga.

Pada kelanjutannya, rencana ini gagal dilanjutkan. Para calon peserta, terutama dari Inggris, satu per satu mundur dari keikutsertaan pada Selasa (20/4).

Ancelotti, yang pernah melatih klub-klub penggagas European Super League seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid juga dimintai tanggapan soal ini. Pria yang kini menukangi Everton itu awalnya sempat mengira hal itu cuma lelucon belaka.

“Reaksi saya saat itu mengira mereka sedang bercanda, ini hanyalah lelucon,” kata Ancelotti, dikutip Sky Sports. “Saya pikir itu lelucon sebab tak akan terjadi. Mustahil,” lanjutnya.

Menurut Ancelotti, salah satu penyebab utamanya adalah format European Super League yang sedikit banyak menganut kultur olahraga Amerika Serikat. Buatnya, hal itu sulit diterapkan di Eropa.

Baca Juga : Andre Pirlo Tidak Ambil Pusing Soal ESL

“Kultur olahraga di Eropa jelas berbeda dengan di Amerika sana. Bukan karena kami benar dan mereka salah, tapi memang budayanya berbeda. Di Amerika, olahraga seperti hiburan,” lanjut Ancelotti.

“Sedangkan di Eropa, kita hidup dengan hasrat yang lebih. Saat kita kecil dulu, kita ingin mengalahkan tetangga kita. Cara kami tumbuh di sini berbeda, bukan seperti olahraga di sana.”

“Memang sekarang sepak bola adalah bagian dari bisnis. Tapi kita harus mempertimbangkan dua hal (olahraga dan bisnis) itu. Olahraga harus didahulukan. Lalu dengan investasi yang banyak, menjadi ladang bisnis. Keduanya harus dipertimbangkan, dan itu normal,” jelas Don Carletto soal pandangannya tentang European Super League. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Tuchel

Tuchel Lega Chelsea Akhirnya Cabut Dari Liga Super Eropa

London – Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengaku senang bahwa timnya sudah tidak lagi menjadi bagian ...