Home > Timnas Indonesia > Shin Tae-yong Akui Masih Pakai Formasi Klasik Untuk Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Akui Masih Pakai Formasi Klasik Untuk Timnas Indonesia

Shin Tae-yong menjawab pertanyaan mengenai seringnya ia menggunakan formasi 4-4-2 ketimbang formasi lain. Seperti diketahui, pelatih asal Korea Selatan itu selalu menggunakan formasi klasik tiap kali membesut timnas Indonesia. Shin Tae-yong pertama kali menerapkannya untuk timnas U-19 Indonesia saat berlatih di Kroasia tahun lalu.Sejak itu, Shin Tae-yong tak pernah mengubah formasi termasuk pada saat membesut timnas U-22 Indonesia.

Timnas U-22 Indonesia besutan Shin Tae-yong baru saja menjalani dua pertandingan ujicoba sebagai persiapan SEA Games 2021, yaitu melawan Tira Persikabo dan Bali United. Pada dua pertandingan yang diadakan 5 dan 7 Maret 2021 itu, Timnas U-22 Indonesia berhasilmenagalahkan Tira Persikabo 2-0, dan mengalahkan Bali United 3-1.

Baca Juga: Menang di 2 Laga Ujicoba, Begini Agenda Shin Tae-yong Untuk Timnas U-22 Indonesia

Kami Sudah bicarakan ke pemain juga kalau kami akan menggunakan formasi 4-4-2,” kata Shin Tae-yong dalam jumpa pers virtual, Minggu (7/3/2021).

Menurut pelatih berusia 52 tahun itu, ia bisa menggunakan formasi lain apabila anak asuhnya sudah mampu beradaptasi dengan formasi 4-4-2. Hal itu yang jadi alasan Shin tetap menggunakan formasi 4-4-2 walaupun berbeda skuad.

“Kalau sudah beradapatasi dengan 4-4-2, ada 4-3-3 dan 3-5-2. Tapi karena belum beradaptasi dengan baik makanya masih pakai itu, dan pasti ada saatnya kami akan gunakan formasi lain,” katanya.

Dalam dunia sepak bola, formasi 4-4-2 dikenal sebagai formasi klasik. Hal ini dikarenakan formasi ini bisa dibilang menjadi dasar dalam permainan sepak bola. Formasi . . . Gabung . . . 4-4-2 populer digunakan di tim-tim era 90-an. Contohnya AC Milan era Arigo Sacchi.

Sekarang formasi 4-4-2 sudah jarang yang menerapkan. Klub-klub lebih menerapkan formasi modern seperti 4-3-3 atau 4-2-3-1. Sementara itu, penerapan formasi 4-4-2 di timnas Indonesia bisa dibilang hal baru karena pada pelatih sebelumnya, Luis Milla lebih sering memakai 4-3-3 atau 4-2-3-1. Pasca menjalani dua pertandingan ujicoba, Shin Tae-yong masih melihat kekurangan yang ada pada timnas U-22 Indonesia.

“Jadi mental dan fisik pemain memang masih belum memuaskan,” kata Shin Tae-yong.

“Dan juga bertarung dalam merebut bola juga harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Shin Tae-yong yakin kekurangan itu dapat diperbaiki seiring berjalannya waktu. Selepas menjalani dua agenda uji coba, pemain timnas U-22 Indonesia akan dikembalikan ke klub asalnya masing-masing.

“Jadi gampang sekali kehilangan bola, terkadang ambil sekali (rebut bola) kelewat juga,” kata pelatih berusia 51 tahun itu.

“Dan duel satu lawan satu juga harus diperbaiki. Sangat gampang dilewatin saat bertahan.”

“Kalau memperbaiki (kelemahan dari tim) satu demi satu, pasti tim ini akan menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” katanya.

 

x

Check Also

Asnawi Mangkualam Ingin Timnas Indonesia Menang Tanpa Kebobolan di Leg Kedua

Jakarta – Timnas Indonesia akan kembali menghadapi Taiwan pada laga leg kedua play-off Kualifikasi Piala ...