Home > Berita Liga Inggris > Salah-Mane Dilaporkan Tak Akur Usai Liverpool Kalah Lawan Chelsea

Salah-Mane Dilaporkan Tak Akur Usai Liverpool Kalah Lawan Chelsea

Liverpool menjalani pertandingan pekan ke-26 Liga Inggris 2020-2021 dengan melawan Chelsea di Stadion Anfield, Kamis (4/3/2021) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Liverpool bertekad untuk kembali ke empat besar setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Sheffield United dengan skor 2-0.

Tapi, hasil ternyata berkata lain. The Reds harus mengakui keunggulan Chelsea dengan menelan kekalahan 0-1. Mason Mount menjadi pencetak gol tunggal Chelsea dalam pertandingan itu. Kekalahan itu membuat Mohamed Salah dkk menduduki peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Inggris dengan 43 poin.

Mohamed Salah diganti pada menit ke-62 dalam pertandingan itu, sementara Sadio Mane bermain selama 90 menit. Mantan penyerang Manchester City, Trevor Sinclair, mengatakan kalau kekalahan Liverpool itu bisa berujung keretakan relasi antara Salah dan Mane. Salah satu sinyalnya adalah unggahan agen Salah di media sosial yang hanya berupa tanda titik.

“Salah tidak bahagia. Tidak menyenangkan saat Anda bertemu mantan klub lalu diganti. Agen Salah mengeluarkan unggahan hanya dengan tanda titik, tapi saya tidak tahu apa maksudnya,” kata Sinclair, dikutip dari talkSPORT.

“Keputusan Juergen Klopp mengganti Mohamed Salah sangat mengecewakan. Dia tentu saja ingin meraih Sepatu Emas. Jumlah golnya tinggi. Tentu tidak membantu kalau dia diganti.”

“Seegois apapun kedengarannya, dia pasti ingin bermain dan mencetak gol untuk Liverpool.”

Sinclair menilai situasi demikian akan membuat hubungan di antara Mohamed Salah dan Sadio Mane merenggang. Apalagi, karakter keduanya berbeda di mata Sinclair.

“Saya merasa ada masalah besar yang meliputi hubungan antara Salah dan Mane,” kata dia.

“Menurut saya Mane adalah pemain tim, sementara Salah lebih egois. Perbedaan itu sudah menjadi masalah untuk Liverpool selama beberapa waktu yang lama.”

“Selama ini, Liverpool . . . Gabung . . . bisa melewati isu itu. Hanya saja kalau Anda sudah mengalami tekanan berat dan hasil tidak sesuai keinginan, hal itu bisa merusak relasi antara pemain.”

“Hubungan mereka berdua sudah cukup bermasalah sejauh ini,” kata Sinclair menjelaskan.

Liverpool mencatatkan rekor buruk di kandang pada musim ini. Untuk kali pertama dalam sejarah klub, Liverpool takluk pada lima pertandingan kandang beruntun pada semua kompetisi. Dilansir dari Opta Joe, Liverpool juga menjadi juara bertahan pertama yang mengalami lima kekalahan kandang secara berturut-turut sepanjang sejarah Liga Inggris.

Padahal, Liverpool sempat tidak terkalahkan dalam 68 pertandingan kandang beruntun pada Liga Inggris. Catatan bobrok Liverpool sebagai juara bertahan terburuk sepanjang sejarah Liga Inggris pun semakin lengkap. Menurut data Squawka, The Reds mengalami minus poin terbanyak dari musim lalu sebagai juara bertahan.

Pada musim 2019-2020, Liverpool mengoleksi 79 poin dari 27 pertandingan yang sudah mereka jalani dalam semusim. Artinya, Liverpool mencatatkan 26 kemenangan, satu kali hasil imbang, dan tidak terkalahkan. Hal itu menunjukkan minus poin yang dialami Liverpool dari musim lalu ke musim ini adalah 36 poin. Sebelumnya, tidak pernah ada satu pun juara bertahan Liga Inggris, tepatnya pada era Premier League, yang mengalami minus poin sebanyak Liverpool.

 

x

Check Also

Steven Gerrard Tidak Kaget Rafael Benitez Jadi Pelatih Everton

Inggris – Semenjak ditinggalkan oleh Carlo Ancelotti pada awal Juni lalu untuk kembali melatih Real ...