Home > Berita Liga Italia > Maurizio Sarri Tetap Bisa Menikmati Gaji Buta Saat Juventus Merosot Musim Ini

Maurizio Sarri Tetap Bisa Menikmati Gaji Buta Saat Juventus Merosot Musim Ini

Merosotnya performa dari Juventus di bawah asuhan dari Andrea Pirlo kini sudah semakin membuat Maurizio Sarri tertawa lebar setelah sebelumnya sudah memakan gaji buta dari manajemen Bianconeri.

Kekalahan yang memalukan sudah diterima Juventus pada saat menjamu Benevento dalam lanjutan pekan ke-28 ajang Liga Italia di Allianz Stadium, Senin (22/03/21) dini hari WIB.

Blunder backpass yang sudah dilakukan oleh Arthur langsung saja dipakai oleh bomber Benevento, Adolfo Gaich, lewat golnya pada menit ke-69.

Kekalahan dari tim papan bawah ini pun kini sudah mengundang reaksi dari suporter Juventus.

Fans dari Juventus kini sudah terlihat muak dengan hasil yang sudah diterima timnya. Mereka pun kini sudah  menyuarakan amarahnya melalui akun sosmed klub.

Menariknya, salah seorang fans kini sudah menanyakan  dosa Maurizio Sarri sehinga Juventus kini harus memecat serta menyerahkan posisi tersebut kepada Andrea Pirlo yang sudah kurang berpengalaman.

Tak hanya itu, keputusan dari Pirlo yang sudah terlalu mengandalkan sosok Cristiano Ronaldo juga sudah membuat fans merasa bingung.

Andrea Pirlo sudah menggantikan posisi dari Maurizio Sarri semenjak awal musim 2020/21. Fans menaruh harapan yang tinggi kepada mantan gelandang tersebut.

Beberapa penggemar juga ingin Pirlo menjadi sosok pelatih sehebat Pep Guardiola atau mungkin Zinedine Zidane. Namun Pirlo kini hanya terlalu ‘bermulut besar’ sebagai seorang pelatih pendatang baru.

Apes bagi Juventus, saat merosotnya performa tim, mereka bahkan kini masih direpotkan dengan mantan pelatih mereka, Maurizio Sarri.

Ya, Maurizio Sarri sepertinya sudah semakin tertawa melihat situasi yang kini sedang menimpa Juventus pada saat ini.

Dibanding masa kepemimpinannya, Juventus pada musim ini sudah terlihat lebih lemah baik secara teknis maupun mental juara.

Mereka dengan mudah sudah tersingkir dari ajang  Liga Champions serta sudah terbuang dari persaingan scudetto.

Setidaknya, dalam kurun waktu yang sama, Juventus saat di tangan Sarri pada musim lalu masih berada dalam puncak klasemen serta berhasil melaju di babak gugur Liga Champions.

Sarri pun tidak perlu repot-repot membalas dendam atas perlakuan Juventus yang sudah memutus kontraknya di akhir musim lalu.

Sebab, hanya dengan duduk menonton di atas sofa, ia sudah bisa membuat Juventus menderita.

Maurizio Sarri yang Paling Diuntungkan

Kerja buruk Andrea Pirlo di tim Juventus jelas akan membawa ‘penyesalan’ bagi sebagian fans terhadap Maurizio Sarri. Sarri pun mau tidak . . . Gabung . . . mau akan diseret sebagai pembanding merosotnya performa Juve musim ini.

Hal ini jelas akan membuat gerah telinga para petinggi Bianconeri yang memutuskan berjudi dengan memecat Sarri dan menggantinya dengan Andrea Pirlo.

Namun, selain soal suporter, saat ini Sarri memiliki cara tersendiri untuk membuat mantan klubnya menderita.

Seperti diketahui, meski telah berhenti dari kursi kepelatihan Juventus, manajemen Si Nyonya Tua masih harus membayarkan gaji Maurizio Sarri.

Sarri diberhentikan dari kursi kepelatihan Juventus pada 9 Agustus 2020, hanya selang beberapa hari usai dirinya mempersembahkan scudetto. Rupanya biaya pemberhentian Sarri lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Menurut Calcio e Finanza yang menganalisis buku Bianconeri menjelang 31 Desember 2020, Juventus dilaporkan harus membayar Sarri dan stafnya sebesar 15,457 euro hingga kontrak berakhir pada Juni 2022.

Pasalnya, dalam klausul kontrak, kedua belah pihak baru bisa memutus kontrak pada Juni 2022 nanti. Itu artinya, meski Maurizio Sarri dipecat, ia tetap terikat kontrak dengan Juventus minimal sampai musim panas tahun ini.

Bahkan, seandainya Juventus ingin mengakhiri kontrak tersebut pada musim panas nanti, Andrea Agnelli masih harus memberi tambahan uang 2,5 juta euro sebagai kompensasi untuk Sarri.

Maka bisa dibilang Maurizio Sarri hanya memakan gaji buta sepanjang musim ini. Tanpa bekerja, ia mendapat gaji full seperti saat dirinya menukangi Juventus.

Sungguh hal yang ironis bagi Juventus. Aturan pemutusan kontrak ini bisa saja dipercepat andaikata Sarri menerima tawaran klub baru.

Namun, pelatih 62 tahun itu sepertinya ogah terburu-buru dan memilih santai-santai sambil digaji buta.

Sarri tidak menjalin kesepakatan dengan klub manapun meskipun laporan mengatakan bahwa sederet klub mengantre tanda tangannya, seperti Fiorentina dan Napoli.

Kini, dengan jebloknya penampilan Juventus di bawah Andrea Pirlo dan banjirnya kecaman suporter, Maurizio Sarri seakan sukses memenangi ‘pertandingannya’ sendiri. Hebatnya kemenangan itu berhasil didapat Sarri tanpa perlu berkeringat.

x

Check Also

Juventus Tempel Terus Gabriel Jesus, Tidak Mau Menyerah Begitu Saja

Kabar mengenai ketertarikan Juventus terhadap Gabriel Jesus masih saja terdengar. Si Nyonya Tua dilaporkan masih intens berkomunikasi ...