Home > Berita Liga Inggris > Jeblok di Liga Inggris, Liverpool Tetap Tidak Akan Belanja Besar Musim Depan

Jeblok di Liga Inggris, Liverpool Tetap Tidak Akan Belanja Besar Musim Depan

Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), bersikeras tidak akan mengubah kebijakan transfer pemain walau kondisi klub tengah dalam sorotan tajam. Diberitakan sebelumnya, Liverpool babak belur di Liga Inggris musim 2020-2021 dengan hanya mampu mengumpulkan 43 poin dari 28 pertandingan. Performa menukik Liverpool membuat mereka terlempar ke urutan ke-8 klasemen sementara.

Posisi The Reds di klasemen secara efektif mengakhiri peluang mereka untuk mempertahankan gelar juara yang direbut pada musim lalu. Lebih parahnya lagi, skuad Juergen Klopp sudah mengalami 6 kekalahan secara beruntun di kandang setelah takluk 0-1 dari Fulham pada 7 Maret lalu. Situasi demikian memunculkan wacana soal perekrutan pemain baru.

Di sinilah FGS menjadi sorotan. Mereka dianggap tidak mendukung Liverpool lebih aktif pada bursa transfer bulan Januari lalu untuk mencari pemain pelapis. Padahal, Liverpool sedang butuh alternatif bek untuk menggantikan Virgil van Dijk yang masih cedera. Philipp Hall angkat bicara soal kritik mengenai kebijakan transfer Liverpool.
Hall adalah orang yang menjembatani proses pengambilan saham terbesar Liverpool oleh FGS pada 2010.

Saat itu, Hall mengatakan Liverpool tidak akan menghambur-hamburkan uang seperti yang dilakukan Chelsea di bawah rezim Roman Abramovich atau Manchester City bersama Sheikh Mansour. Ia pun teguh pada pendapatnya kalau FGS tidak seharusnya menjadi sasaran kritik.

“Dengan tantangan selama beberapa bulan terakhir, Liverpool layak mendapatkan penilaian positif soal pencapaian mereka. Saya senang menjadi bagian transaksi yang membantu klub berada pada posisi mereka sekarang,” kata Hall.

“Menurut saya ada banyak hal yang memengaruhi siklus jangka pendek. Harusnya Anda melihat prospek jangka panjang untuk klub dan membandingkan dengan situasi pada masa lalu.”

Hall juga tak sepakat dengan anggapan FGS tak paham dengan kultur penggemar sepak bola di Inggris dan ketidakpuasan fans.

“Saya tak sepakat dengan penilaian seperti itu. Bandingkan dengan presiden Newcastle United, Mike Ashley. Apakah ia paham dengan keinginan fans karena dia orang Inggris?”

“Menurut saya FGS tidak akan terganggu. Kondisi finansial klub sangat stabil,” kata dia.

Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), bersikeras tidak akan mengubah kebijakan transfer pemain walau kondisi klub tengah dalam sorotan tajam. Diberitakan sebelumnya, Liverpool babak belur di Liga Inggris musim 2020-2021 dengan hanya mampu . . . Gabung . . . mengumpulkan 43 poin dari 28 pertandingan. Performa menukik Liverpool membuat mereka terlempar ke urutan ke-8 klasemen sementara.

Posisi The Reds di klasemen secara efektif mengakhiri peluang mereka untuk mempertahankan gelar juara yang direbut pada musim lalu. Lebih parahnya lagi, skuad Juergen Klopp sudah mengalami 6 kekalahan secara beruntun di kandang setelah takluk 0-1 dari Fulham pada 7 Maret lalu. Situasi demikian memunculkan wacana soal perekrutan pemain baru.

Di sinilah FGS menjadi sorotan. Mereka dianggap tidak mendukung Liverpool lebih aktif pada bursa transfer bulan Januari lalu untuk mencari pemain pelapis. Padahal, Liverpool sedang butuh alternatif bek untuk menggantikan Virgil van Dijk yang masih cedera. Philipp Hall angkat bicara soal kritik mengenai kebijakan transfer Liverpool.
Hall adalah orang yang menjembatani proses pengambilan saham terbesar Liverpool oleh FGS pada 2010.

Saat itu, Hall mengatakan Liverpool tidak akan menghambur-hamburkan uang seperti yang dilakukan Chelsea di bawah rezim Roman Abramovich atau Manchester City bersama Sheikh Mansour. Ia pun teguh pada pendapatnya kalau FGS tidak seharusnya menjadi sasaran kritik.

“Dengan tantangan selama beberapa bulan terakhir, Liverpool layak mendapatkan penilaian positif soal pencapaian mereka. Saya senang menjadi bagian transaksi yang membantu klub berada pada posisi mereka sekarang,” kata Hall.

“Menurut saya ada banyak hal yang memengaruhi siklus jangka pendek. Harusnya Anda melihat prospek jangka panjang untuk klub dan membandingkan dengan situasi pada masa lalu.”

Hall juga tak sepakat dengan anggapan FGS tak paham dengan kultur penggemar sepak bola di Inggris dan ketidakpuasan fans.

“Saya tak sepakat dengan penilaian seperti itu. Bandingkan dengan presiden Newcastle United, Mike Ashley. Apakah ia paham dengan keinginan fans karena dia orang Inggris?”

“Menurut saya FGS tidak akan terganggu. Kondisi finansial klub sangat stabil,” kata dia.

x

Check Also

Alex Telles

Kerap Cedera, Alex Telles Hampir Putuskan Untuk Berhenti Teruskan Karier Bolanya

Manchester – Alex Telles bergabung dengan Manchester United pada 2020 dari Porto, diirnya terikat kontrak ...