Home > Berita Liga Inggris > Chelsea Arahan Tuchel Belum Pernah Kalah, Apa Rahasianya ?

Chelsea Arahan Tuchel Belum Pernah Kalah, Apa Rahasianya ?

Chelsea tampil sangat solid bersama sang manajer Thomas Tuchel. Mereka sudah melewati 12 pertandingan dan belum pernah merasakan pahitnya kekalahan. Apa sih rahasianya? Bukan hanya belum kalah, The Blues juga pelit dalam memberi gol pada lawan.

Sejauh ini, Chelsea baru kebobolan dua gol dalam 12 prtandingan. Itu pun satu gol di antaranya terjadi karena aksi bunuh diri. Pada 12 prtandingan bersama Tuchel, lawan yang dihadapi Chelsea juga bukan tim mudah. Mereka bertemu Everton, Liverpool, Manchester United, Atletico Madrid, sampai Tottenham. Klub-klub yang berada di top level. Lalu, apa yang membuat Chelsea di bawah kendali Tuchel begitu perkasa?

Pilihan Formasi dan Mental

Frank Lampard mencoba berbagai formasi Chelsea. Dia pernah memakai 4-3-3, 4-2-3-1, sampai 3-5-2. Tapi, sejak era Thomas Tuchel, Chelsea konsisten dengan formasi 3-4-2-1. Formasi ini bisa berganti dengan cair saat pertandingan berjalan.

Saat The Blues menyerang, mereka bisa bermain dengan tiga pemain di lini depan. Sedangkan, saat bertahan, lima pemain akan berada di dekat kotak penalti. Tuchel juga menyentuh hal non-teknis di Chelsea. Dia memberi kesempatan pada pemain yang tidak punya masa depan era Lampard seperti Kepa dan Marcos Alonso. Secara mental, keduanya mampu bangkit bersama Tuchel.

Gaya Bermain

Perubahan mendasar yang dibuat Tuchel di Chelsea adalah gaya bermain. Tuchel membuat Chelsea lebih dominan dalam penguasaan bola. Pada duel lawan Wolves, pertandingan debut Tuchel, Chelsea membuat 898 umpan. Tuchel membuat Chelsea bermain dari bawah. Tuchel meminta para bek tengah melakukan build-up dengan rapi dan tidak sekadar melepas bola ke pemain sayap.

Christensen menerjemahkan itu dengan sangat baik. Dia bisa melakukan umpan pendek maupun umpan panjang langsung ke pemain depan. Chelsea memang tidak selalu lebih dominan dari lawan dalam hal penguasaan bola. Contohnya saat melawan Liverpool. Tapi, mereka punya rencana dan gaya bermain yang matang hingga akhirnya bisa mendapatkan tiga poin.

Double Six

Pertahanan solid Chelsea bukan hanya soal kuatnya pemain di lini belakang, tapi filter yang bagus di lini tengah. Tuchel memberi . . . Gabung . . . proteksi yang sangat bagus pada tiga bek tengahnya dengan dua gelandang pivot atau ‘double six’. Tuchel memainkan Jorginho dan Matteo Kovacic secara reguler sebagai pivot. Sementara, N’Golo Kante masih berjuang untuk bisa mendapat performa terbaik dan mulai mendapat kepercayaan.

Jorginho punya kemampuan bagus saat bertahan, selain distribusi bola. Sedangkan, Kovacic punya daya jelajah dan kemampuan untuk melakukan duel. Hal inilah yang membuat Chelsea punya filter bagi serangan lawan sebelum masuk area dekat kotak penalti.

Pemilihan Pemain Bertahan

Tuchel sejak awal konsisten dengan formasi tiga bek di Chelsea. Pemain yang jadi pilihan pun hampir sama, sebelum beberapa penyesuaian harus dilakukan. Awalnya, Tuchel memilih Cesar Azpilicueta di kanan, Thiago Silva di tengah, dan Antonio Rudiger di kiri.

Tapi, Silva kemudian cedera di pertandingan melawan Tottenham. Posisinya kemudian digantikan Andreas Christensen. Sementara, saat Rudiger tidak bermain, ada Kurt Zouma yang menjadi pilar di sisi kiri. Tuchel sangat konsisten dengan komposisi ini dan mungkin itulah yang membuat pemain bertahan Chelsea merasa nyaman.

Komposisi dan Skema Lini Depan

Pada era Lampard, Chelsea sangat dominan bermain dari sisi sayap. Pada musim 2020/2021 ini, ada nama Hakim Ziyech dan Christian Pulisic yang jadi andalan Lampard untuk membangun serangan. Tuchel mengubah skema menyerang Chelsea. Dia memperkuat serangan dari tengah, dengan Timo Werner dan Mason Mount yang dimainkan di belakang penyerang.

Tapi, Tuchel tidak melupakan serangan dari sisi lapangan. Sedangkan, Olivier Giroud atau Tammy Abraham jadi andalan sebagai ujung tombak. Tuchel punya dua wingback untuk membangun serangan dari sisi sayap. Penempatan Marcos Alonso sangat ideal pada skema ini.

 

 

x

Check Also

Marcus Rashford Masih Belum Tahu Kapan Akan Menjalani Operasinya

Manchester – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebutkan pihak MU akan mengambil keputusan mengenai ...