Home > Berita Liga Inggris > Berdasar Statistik, Liverpool Berstatus Sebagai Juara Bertahan Terburuk

Berdasar Statistik, Liverpool Berstatus Sebagai Juara Bertahan Terburuk

Performa Liverpool berada di titik nadir setelah kalah pada enam pertandingan kandang terakhir di Premier League. Bahkan, The Reds sekarang tercatat sebagai juara bertahan paling buruk di Premier League. Saat menjadi kampiun Liga Inggris 2019/2020, Liverpool mengemas 99 poin, yang menjadi bukti impresifnya penampilan mereka.
Gelar itu menyudahi penantian The Reds selama 30 tahun untuk kembali menjadi juara liga.

Mungkin tidak ada yang menduga Liverpool akan terjun bebas pada musim ini. Tapi, kenyataan berkata lain. Setelah menjalani 28 pertandingan, Liverpool bukan hanya kehilangan harapan mempertahankan gelar, tapi mulai terancam gagal finis di posisi empat besar.

Saat ini, Liverpool bercokol di peringkat kedelapan, dengan torehan 43 poin. Mereka terpaut empat poin dari Chelsea yang menghuni posisi keempat. Kalau ingin melihat seberapa besar anjloknya kinerja Liverpool, mari melihat perbandingan poin mereka setelah menjalani 28 pertandingan musim lalu.

Seperti dikutip dari The Sun, Senin (8/3/2021), pada Liga Inggris 2019/2020, Liverpool tercatat mengemas 79 poin saat merampungkan 28 pertandingan. Mohamed Salah dan kawan-kawan hanya imbang sekali dan kalah sekali. Saat ini, Liverpool sudah menelan sembilan kekalahan dan tujuh hasil imbang.

Penurunan poinnya juga luar biasa dibanding musim lalu, yaitu 36! Tidak ada juara Liga Inggris yang mengalami penurunan sebanyak Liverpool. Bahkan, catatan Leicester City tidak seburuk itu. Setelah juara Liga Inggris bak cerita dongeng pada 2016, Leicester City juga tertatih-tatih pada musim berikutnya.

Tapi, sampai pekan ke-28, Leicester hanya mengalami penurunan 27 poin, masih terpaut jauh dibanding Liverpool. The Reds sebenarnya mengalami musim ini dengan cukup baik. Tapi, setelah kehilangan bek-bek terbaiknya karena cedera dan lini depan . . . Gabung . . . berkurang ketajamannya, Liverpool terjun bebas.

Juara bertahan Liga Inggris 2020/2021 itu terlempar dari puncak klasemen sejak Natal. Sekarang, Liverpool kelihatan akan kehilangan jatah tiket ke Liga Champions musim depan.

“Kami tidak pernah mendapat momentum musim ini. Anda bisa melihat mereka masih para pemain yang sama. Mereka masih memilikinya (gairah juara), tapi saat ini tidak bisa menunjukkannya,” kata Klopp.

“Ini akan menjadi mahakarya untuk mengetahui bagaimana kami mengubah semua ini dalam semalam,” jelas Klopp.

Berikut ini lima juara bertahan terburuk dalam sejarah Liga Inggris, seperti dilansir The Sun.

1. Liverpool (2021/2021)

– Poin setelah 28 laga: 43
– Poin setelah pekan ke-28 pada musim juara: 79
– Perbedaan poin: 36

2. Leicester City (2016/2017)

– Poin setelah 28 laga: 30
– Poin setelah pekan ke-28 pada musim juara: 57
– Perbedaan poin: 27

3. Chelsea (2015/2016)

– Poin setelah 28 laga: 39
– Poin setelah pekan ke-28 pada musim juara: 64
– Perbedaan poin: 25

4. Manchester United (2013/2014)

– Poin setelah 28 laga: 48
– Poin setelah pekan ke-28 pada musim juara: 71
– Perbedaan poin: 23

5. Blackburn Rovers (1995/1996)

– Poin setelah 28 laga: 41
– Poin setelah pekan ke-28 pada musim juara: 62
– Perbedaan poin: 21

 

x

Check Also

Alex Telles

Kerap Cedera, Alex Telles Hampir Putuskan Untuk Berhenti Teruskan Karier Bolanya

Manchester – Alex Telles bergabung dengan Manchester United pada 2020 dari Porto, diirnya terikat kontrak ...