Home > Berita Liga Indonesia > Bali United > Berbeda Dengan Belanda, Melvin Platje Mengaku Tidak Stres Hidup di Indonesia

Berbeda Dengan Belanda, Melvin Platje Mengaku Tidak Stres Hidup di Indonesia

Denpasar – Penyerang Bali United, Melvin Platje, mengungkapkan perjalanan karirnya bersama Serdadu Tridatu dalam sebuah wawancara dengan awak media beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, media Belanda menyoroti soal gaya hidup mewah yang dijalani Melvin Platje selama membela Bali United, yang menurut mereka bak seorang raja.

Melvin sendiri mengaku merasa senang bila ia dianggap seperti Lionel Messi. Bahkan, pemain yang ikut membawa Bali United menjadi juara Liga 1 2019 ini mendapatkan nama khas Bali, I Putu Melvin Ary.

“Lihat, saya bukan Messi, saya juga tahu itu. Tetapi ketika orang melakukan hal seperti ini, dan melihat saya seperti itu, itu membuat saya sangat bangga,” ungkap Platje dalam wawancara tersebut.

“Itu memperlihatkan bagaimana mereka menerima dan menghargai Anda. Sungguh indah,” sambungnya.

Menurut Melvin, Indonesia adalah belahan dunia yang berbeda, namun sangat indah dengan toleransinya.

“Ini memang dunia yang sama sekali berbeda, tapi dunia yang sangat indah. Tidak stres, orang-orangnya menyenangkan, tidak banyak omong kosong seperti di Belanda. Sudah beberapa pekan sejak saya kembali ke Belanda, dan di sini jika saya berkemudi terlalu cepat, orang-orang langsung melihat saya dengan tidak senang. Itu bikin muak, bukan? Sementara di Bali jauh lebih santai,” jelasnya.

“Semestinya memang lebih banyak hal-hal positif. Dan jika Anda melakukannya dengan baik sebagai pesepakbola, Anda bakal menjadi seperti legenda di sana. Anda tidak bisa disalahkan (penuh toleransi). Berbeda dengan di Belanda yang banyak marah-marah,” tuturnya.

Melvin juga mengaku terkesan dengan para suporter di Indonesia, khususnya pendukung Bali United yang ia sebut selalu memenuhi Stadion Kapten I Wayan Dipta bila Serdadu Tridatu bertanding.

Sementara itu soal kompetisi, Melvin mengakui Indonesia masih berada di bawah Belanda, namun bagi Melvin tidak mudah untuk meraih sukses di Indonesia.

“Secara taktik lebih di bawah Belanda, tetapi banyak pemain Brasil yang bermain dengan sangat baik. Ini sulit dibandingkan, . . . Gabung . . . tetapi tidak mudah untuk sukses di Indonesia. Kadang diremehkan, kadang ada pemain yang langsung dicoret meski baru tiga bulan. Makanya, Anda harus benar-benar tampil dengan baik, dan tentunya Anda harus bisa menghadapi keadaan tersebut. Sulit untuk menyesuaikan diri dengan panas, tetapi untungnya saya membuat gol dengan cepat, dan saya terus mencetak gol,” beber Melvin.

Melvin juga mengisahkan pengalaman yang menurutnya menakutkan karena ia harus menempuh perjalanan jauh dengan tiga kali penerbangan dan perjalanan darat yang cukup menyeramkan, hingga ia sempat berkata dalam hati tidak mau lagi bertanding di tempat ini.

Namun pandangannya langsung berubah begitu ia sampai di tempat tujuan karena menurut Melvin tempat itu begitu indah dan mengesankan.

“Pada akhirnya, itu menjadi pengalaman yang luar biasa. Kami berada di tengah semak, alam yang indah. Tidak ada internet di seluruh pulau. Anak-anak berjalan tanpa alas kaki dan dengan jersey bertuliskan nama Messi. Kami berada di satu-satunya hotel di pulau itu, dan dengan beberapa pemain kami membeli permen dan pergi menemui anak-anak itu,” tutur Melvin Platje.

“Kami berbagi permen, dan memainkan sepak bola dengan mereka. Kemudian Anda melihat betapa bahagianya anak-anak itu. Mereka tidak punya apa-apa, satu bola untuk seratus anak. Tidak pernah melihat televisi, tidak tahu apa itu iPhone atau Internet. Tapi mereka jauh lebih bahagia dari kita. Pengalaman seperti itu membuat keseluruhan petualangan di Indonesia semakin indah,” pungkasnya.

x

Check Also

Kalah Dari Barito Putera, Pelatih Bali United Minta Maaf

Boyolali – Bali United kalah dari Barito Putera pada laga uji di Lapangan Lestarindo Sports ...