Home > Berita Liga Indonesia > Suporter Kecewa PSMS Dicoret Dari Piala Menpora 2021

Suporter Kecewa PSMS Dicoret Dari Piala Menpora 2021

Kelompok suporter PSMS Medan, Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligan, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka karena klub kesayangan mereka dicoret dari Piala Menpora 2021. Padahal, sejak jauh-jauh hari, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengaungkan turnamen pramusim kalau dua klub Liga 2 PSMS dan Sriwijaya FC turut berpartisipasi.

Atas pencoretan itu, Sriwijaya dan PSMS dinilai menjadi korban Pemberian Harapan Palsu (PHP) oleh PSSI dan PT LIB. Karena turnamen pramusim itu dipastikan hanya diikuti 18 klub Liga 1, yang seyogya awalnya diikuti 20 klub termasuk 2 klub dari Liga 2, PSMS dan Sriwijaya.

“Ya pastinya sangat disayangkan. Istilahnya kenapa jadi seperti di PHP in gitu,” kata Sekjen SMeCK Hooligan, Bani Gultom, kepada awak media, Minggu (21/02/21).

Lanjut Bani, pihaknya juga menyayangkan kabar pencoretan itu terkesan tiba-tiba. Di mana dikabarkan sejumlah klub Liga 2 lainnya merasa cemburu hanya PSMS dan Sriwijaya yang ikut serta dalam turnamen pramusim itu.

“Karena kan sudah sempat digaungkan duluan bahwasannya PSMS ikut, rupanya gak jadi. . . . Gabung . . . Lalu siapa yang mau tanggung jawab statement (PSMS ikut Piala Menpora 2021) yang pertama?” tegasnya.

Tidak hanya pihak klub dan suporter yang kecewa, Bani meyakini seluruh pecinta PSMS di tanah air juga merasa dikhianati atas pencoretan itu. Karena klub berjuluk Ayam Kinantan itu diketahui sudah melakukan persiapan sejak beberapa bulan terakhir sebagai bentuk persiapan. Bahkan saat izin dikeluarkan Polri, PSMS coba langsung bergerak cepat mendatangkan pemain.

“Padahal PSMS sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari, tapi malah gak jadi. Pasti semua kecewa. Tapi nanti kalau masih bisa ikut, ya gak apa-apa. Kita pasti bersyukur,” katanya.

 

 

 

x

Check Also

Berang Terhadap Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun, Menpora : Blacklist Dari Timnas!

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengaku berang dengan permainan brutal yang dipertontonkan ...