Home > Berita Liga Indonesia > Bali United > Rasa Frustasi Yang Membuat Gelandang Bali United Memilih Hijrah Ke Irak

Rasa Frustasi Yang Membuat Gelandang Bali United Memilih Hijrah Ke Irak

Denpasar – Gelandang bertahan Bali United, Brwa Nouri, secara resmi telah bergabung bersama Zakho FC, klub yang berkompetisi di Liga Primer Irak (IPL) dengan status sebagai pemain pinjaman.

Meski manajemen Sons Of The Khabou belum mengumumkannya secara resmi, namun pihak Bali United telah mengkonfimasi bahwa Brwa Nouri akan menjalani masa peminjaman bersama Zakho FC selama beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya, Brwa Nouri telah memperpanjang kontraknya bersama Bali United pada akhir 2020 lalu dengan sejumlah persyaratan, yang salah satunya adalah memperbolehkan dirinya dipinjam oleh klub lain bila kompetisi Liga 1 belum berjalan.

Menurut pengakuan Nouri, ia menerima tawaran Zakho FC karena ia butuh untuk kembali berkompetisi karena sudah hampir setahun ini kegiatan sepak bola di Indonesia berhenti karena pancemi Covid-19.

“Saya tahu sepakbola (di Indonesia) akan digelar lagi. Kami sudah membicarakan ini sebelum perpanjangan kontrak. Saya akan dipinjamkan jika ada perkembangan baru. Jadi saya ke sini (Zakho FC) untuk beberapa bulan. Saya masih ada kontrak dan kehidupan di Bali,” jelas Nouri.

“Saya tahu Irak terdengar tidak seksi (seperti Bali). Tapi saya tidak melihatnya dari sudut pandang itu. Saya pikir ini tetap menyenangkan, berada di level yang bagus, dan saya akan tinggal . . . Gabung . . . serta bermain di Kurdistan. Bagi saya, itu luar biasa,” lanjunya.

Nouri menambahkan, usia dirinya yang telah 34 tahun ini akan mengalami kesulitan untuk mejaga kondisi fisik bila tidak ada kompetisi.

“Saya merasa telah kehilangan hidup saya selama hampir satu tahun. Saya tidak bermain sepakbola selama setahun. Ketika (musim 2020) dimulai, usia saya 33 tahun, sekarang saya sudah berusia 34 tahun. Saya butuh pertandingan sepakbola,” ujar Nouri.

Sementara itu, Nouri sendiri saat ini sudah berada di Irak dan tengah beradaptasi dengan kondisi kota dan tim barunya.

“Memang dibutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri lagi di sini. Saya harus bisa cepat beradaptasi. Tentu tidak mudah, karena saya sudah lama tidak bermain. Saya tidak punya banyak waktu lagi di sini, karena hanya bermain beberapa bulan saja,” jelas Nouri.

x

Check Also

Stadion Kapten I Wayan Dipta Bakal Didaftarka ke MURI Karena Punya Fasilitas Ini

Denpasar – Setelah menjalani renovasi selama tujuh bulan, stadion kebanggaan masyarakat Bali, Stadion Kapten I ...