Home > Berita Liga Italia > Milan Bisa Jadi Labuhan Ideal Bagi Guardiola ?

Milan Bisa Jadi Labuhan Ideal Bagi Guardiola ?

Klub raksasa Serie A Liga Italia, AC Milan, dikabarkan kembali membujuk pelatih Manchester City yakni Pep Guardiola untuk menggantikan Stefano Pioli.

Menurut kabar yang dihimpun oleh sempremilan dari DonBalon, AC Milan ini ini begitu menginginkan Pep Guardiola oleh karena ambisi untuk terbang lebih tinggi di Italia dan Eropa.

Saat ini bersama Stefano Pioli, AC Milan sedang tumbuh dan berada di jalur untuk meraih Scudetto musim 2020-2021. Namun pelatih berusia 55 tahun itu dinilai belum mampu untuk menjalankan target yang jauh melebihi Scudetto.

Pep Guardiola diyakini sebagai sosok pemimpin yang mampu untuk menjalankan proyek besar dari manajemen Rossoneri. Ia sebelumnya telah sukses memenangkan kompetisi di Spanyol (Barcelona), Jerman (Bayern Munchen) dan Inggris (Manchester City).

Hal itu membuat Milan kepincut dan terus membujuk pelatih berusia 50 tahun tersebut. Akan tetapi Pep Guardiola masih memiliki kontrak di klub raksasa Liga Inggris, Manchester City hingga 2023 mendatang.

Sepertinya dalam waktu dekat ini AC Milan belum bisa mendaratkannya ke Italia. Apalagi Pep Guardiola masih berambisi membawa Manchester City memenangkan trofi pertama Liga Champions Eropa.

Meski begitu, bukan tak mungkin Pep Guardiola akan mencicipi Serie A Italia. Apalagi Liga Itallia sudah tak asing lagi baginya karena pernah memperkuat klub Brescia.

Sebagai pelatih, hanya Serie A dan Ligue 1 saja kompetisi elite Eropa yang belum disambangi oleh Guardiola sebagai pelatih.

Jika memang betul ia ingin ke Serie A Italia, maka AC Milan adalah klub yang tepat. Mengapa? Berikut kami paparkan lima alasannya.

1. Proyek Ambisius Berlandaskan Pemain Muda

3 Pemain Muda Berbakat Ini Bawa Kabar Baik Buat AC Milan - Bola Liputan6.com

Alasan utama mengapa AC Milan adalah tim yang tepat bagi Guardiola adalah revolusi yang tengah dilakukan dengan berlandaskan pemain muda. Saat ini, AC Milan menjadi tim dengan rataan pemain termuda di Italia yakni 24,5 tahun.

Tim AC Milan asuhan Stefano Pioli memiliki barisan pemain muda yang bermain gemilang dan membantu Rossoneri bersaing di tangga juara Serie A musim ini.

Mereka di antaranya dalah Davide Calabria, Gianluigi Donnarumma, Theo Hernnadez, Rafael Leao, Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, Sando Tonali, Ismael Bennacer, Franck Kessie, sampai Daniel Maldini.

Memiliki tim dengan barisan pemain muda tentu sangat menggiurkan bagi pelatih juara macam Pep Guardiola. Dibanding membesut Juventus atau Inter Milan yang skuadnya banyak yang sudah uzur, Milan memiliki nilai yang lebih tinggi saat ini.

Apalagi, Elliott Management tak akan segan-segan untuk mengeluarkan uang membantu Guardiola menemukan susunan pemain terbaiknya.

2. Tradisi Besar di Italia dan Eropa

Pep Guardiola, 11 Musim Jadi Pelatih, 29 Trofi!

Sebagai pelatih juara yang pernah menangani sejumlah klub besar, Guariola pun wajib membesut tim dengan tradisi kuat di Italia. AC Milan adalah salah satu tim dengan tradisi juara yang kuat, tak hanya di Italia tetapi juga benua Eropa.

Sebanyak 18 gelar scudetto dan 7 Liga Champions Eropa pernah direnggut . . . Gabung . . . AC Milan. Tentu ini jadi modal bagus bagi Pep Guardiola untuk memulai kembali petualangan barunya di kompetisi Serie A.

Saat ini pun Milan sudah menunjukkan kebangkitan yang serius di Serie A dengan terus memuncaki klasemen sampai paruh musim. Guardiola bisa datang untuk menyempurnakan hal tersebut.

3. Keuangan Terjamin

Salah satu alasan Pep Guardiola mau menangani Bayern Munchen dan Man City adalah status mereka sebagai tim papan atas dengan keuangan yang sehat. Dibanding Inter Milan dan Juventus, sebetulnya AC Milan memiliki kondisi keuangan yang lebih menjanjikan.

Yang membuat Milan terlihat menderita adalah jerat Financial Fair Play (FFP) yang tengah mereka derita. Namun, dalam waktu dekat, sanksi itu akan memudar seiring lolosnya Milan ke Liga Champions.

Jika neraca keuangan Milan mulai membaik, Elliott Management sebagai perusahaan hedge found yang menaungi Milan jauh dari cukup untuk bisa mendatangkan pemain-pemain kelas dunia bernilai triliunan rupiah.

4. Tantangan yang Tiada Duanya

Pep Guardiola: Everything we can learn from the continued success of Pep  Guardiola - The Economic Times

Menangani AC Milan merupakan sebuah tantangan besar bagi Pep Guardiola. Sebab, ia dituntut untuk bisa mengembalikan kejayaan AC Milan di Italia dan Eropa setelah lebih dari setengah dekade terakhir tenggelam.

Bagi pelatih dengan mental juara seperti Pep Guardiola tantangan ini bisa membuatnya semakin tertarik untuk hengkang ke San Siro.

Sensasi yang berbeda tentu akan ia dapatkan jika memilih bergabung ke Juventus atau pun Inter Milan yang dibanding Milan, memiliki pencapaian yang lebih baik dalam satu dekade terakhir.

5. Sudah Cinta Sejak Lama

Kabar ketertarikan AC Milan terhadap Guardiola faktanya bukan terjadi pada beberapa hari ini saja. Faktanya, jauh sebelum itu Milan sudah pernah berniat mendatangkannya.

Pertama kali AC Milan jatuh cinta kepada Pep Guardiol adalah pada 2012 silam. Saat itu, presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, merupakan pengagum berat dari Guardiola.

Ia pun sangat ingin melihat pelatih asal Spanyol itu berlabuh di AC Milan setelah menjalani musim yang sukses bersama Barcelona. Namun sayang, Guardiola lebih memilih menangani Bayern Munchen kala itu.

Kini, jauh setelah Berlusconi lengser, pemilik baru Milan ternyata juga menyukai Pep Guardiola. Tentu ini bagaikan cinta lama bersemi kembali.

Bisa jadi, dalam waktu dekat, keinginan AC Milan sejak hampir 10 tahun itu bisa diwujudkan dalam waktu dekat paling cepat akhir musim ini.

Jika sukses membawa Man City sebagai juara Liga Champions, bukan tak mungkin Pep Guardiola mengakhiri kontraknya lebih cepat di Inggris dan segera berlabuh ke Liga Italia.

x

Check Also

Laga Pramusim Inter Menang Telak, Hakan Calhanoglu Langsung Cetak Gol

Hakan Calhanoglu langsung menunjukkan performa bagus dengan mencetak gol dalam partai persahabatan yang mempertemukan Inter ...