Home > Berita Liga Indonesia > Meski Banyak Masalah, Ezra Walian Tetap Menikmati Karirnya di Indonesia

Meski Banyak Masalah, Ezra Walian Tetap Menikmati Karirnya di Indonesia

Walau persepakbolaan nasional sering diwarnai berbagai masalah, dan memiliki kualitas di bawah kompetisi Belanda, penyerang PSM Makassar Ezra Walian menikmati karirnya di Indonesia. Pemuda yang mengawali karir sepakbolanya di akademi HFC Harleem ini mendapatkan musim tidak terlalu menyenangkan di Belanda.

Ezra kemudian didatangkan ke PSM pada September 2019 dengan durasi kontrak 3,5 tahun. Keputusan meninggalkan Ajax Amsterdam tidak lepas dari minimnya kesempatan bergabung dengan tim senior untuk tampil di Eredivisie, walau Ezra sudah berusaha menunjukkan performa terbaik. Ia harus bersaing dengan pemain muda lainnya seperti Abdelhak Nouri dan Donny van de Beek.

“Saya bermain baik, dan mencetak banyak gol di sana (Ajax). Kami hampir memenangi seluruh pertandingan. Saat pertama kali bergabung dengan tim, saya merasa bangga. Seperti yang kita ketahui, kalau kita bisa meraih level tinggi, tidak ada seorang pun di Belanda yang bisa menghentikan. Saya rasa kami sudah menunjukkan itu,” kata Ezra dikutip laman Ajax Showtime.

“Saya mendapatkan momen fantastis bersama Ajax, tapi sekarang saya menikmati karir di Indonesia. Saya tetap berhubungan dengan teman-teman lama. Saya sering berkomunikasi dengan Noussie [Mazraoui].”

Di PSM, Ezra mendapatkan popularitas yang tidak diperolehnya di Belanda, termasuk saat memperkuat tim akademi Ajax Amsterdam. Ezra sekarang banyak dikenal orang, tidak hanya di Makassar, tapi juga Indonesia. Walau begitu, Ezra mengaku cukup terkejut dengaan atmosfer sepakbola di Indonesia. Walau memiliki kualitas berbeda, Ezra menilai atmosfer di Indonesia tidak masuk di akal.

“Tentu saja sangat berbeda antara sepakbola Belanda dan Indonesia. Gaya bermain berbeda, orang-orangnya berbeda, levelnya sedikit di bawah [Belanda]. Saat pertama kali bergabung, tentu saya mengalami syok kultural,” kenang pemain yang mempunyai darah Indonesia dari sang ayah.

“Tapi saya punya ikatan dengan negeri ini. Bersama yayasan Ajax, saya beberapa kali mengunjungi Indonesia. Sepakbola di sini sangat luar biasa, bisa dibilang tidak normal. Terkadang saya terkesima: wow, saya bemain di stadion yang dipadati 40 sampai 50 ribu penonton.”

“Mereka sangat gila bola. Semua orang akan mengenali Anda saat sedang ada di jalan. Di pelosok negeri ini semuanya membicarakan sepakbola. Fans juga memberikan dukungan yang terbaik buat saya. Mereka mendukung saya kembali bermain di Eropa lagi.”

x

Check Also

Cristian Gonzales dan Syamsir Alam Masuk Skuad RANS Cilegon FC

Jakarta – Setelah resmi diakuisisi oleh Raffi Ahmad, manajemen RANS Cilegon FC langsung bergerak cepat ...