Home > Prediksi Bola > Link Live Streaming Juventus vs Crotone, 23 Februari 2021

Link Live Streaming Juventus vs Crotone, 23 Februari 2021

Juventus diprediksi akan mengamuk pada lanjutan Liga Italia Serie A pekan ke-23. Juara Liga Italia sembilan kali beruntun akan menghadapi tim juru kunci, Crotone, pada Selasa (23/2/2021), pukul 02.45 WIB. Pertandingan Juventus vs Crotone diadakan di Stadion Allianz.
Jelang pertandingan ituJuventus tidak ingin lagi tergelincir seperti di leg pertama 16 besar Liga Champions melawan FC Porto. Saat itu, Juventus yang lebih diunggulkan karena bermaterikan pemain kelas wahid, harus kalah dengan skor 2-1.

Pertandingan melawan Crotone ini juga dapat dijadikan sebagai moment yang tepat bagi Cristiano Ronaldo untuk mengakhiri puasa golnya. Tidak hanya itu saja, jelang pertandingan ini, CR7 juga dapat kritik keras dari mantan pemain AC Milan, karena dianggap tidak mampu mengartikan taktik dari Andrea Pirlo.
Sebagai catatan saja, Cristiano Ronaldo sudah absen mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir Juventus di semua kompetisi.

Baca Juga : Prediksi Juventus vs Crotone, Serie A 23 Februari 2021

Juventus di musim ini memang memiliki kampanye yang kurang bagus dalam usaha mereka untuk mempertahankan gelar Scudetto Liga Italia kali 10 secara beruntun. Keseblasan asal Turin itu kalah stabil dan konsisten dari duo Milan, AC Milan dan Inter Milan yang mampu bersaing ketat di peringkat pertama dan kedua.
Tapi Bianconeri pun kelihatannya juga tidak ingin melempar handuk begitu saja dalam perburuan gelar Serie A di musim ini.

Juventus terus berbenah sembari menemukan konsistensi permainan mereka agar tidak tertinggl lebih jauh dari kereta perburuan gelar Liga Italia muism ini. Terdekat, Juventus akan menjalani pertandingan kandang melawan tim papan bawah, Crotone. Di atas kertas Juventus jelas diunggulkan untuk meraih kemenangan.
Terdapat dua alasan mengapa Cristiano Ronaldo dkk akan ngamuk dan pesta gol di giornata 23 Serie A nanti.

Alasan pertama adalah Crotone merupakan kesebelasan yang duduk di posisi 20 klasemen Liga Italia plus rasio kebobolan yang tinggi. Sampai pekan 22 Liga Italia, gawang Crotone telah dikoyak 52 kali. Melihat statistik itu, Ronaldo cs dinilai tidak akan kesulitan untuk bisa merobek jala gawang tim tamu.
Terlebih lagi, dilihat dari kualitas pemain kedua tim jelas berbeda jauh.

Alasan kedua, dibalik status Crotone sebagai tim lumbung gol di Liga Italia musim ini, mereka memiliki filosofi permainan yang tak kalah dengan tim papan atas. Crotone diketahui mengusung permainan terbuka, di mana hal itu bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Diungkapkan oleh Ilyas Zeytulaev, mantan pemain Juventus era 2000an itu, Crotone merupakan kesebelasan yang menganut permainan terbuka.

Tidak peduali siapapun lawan yang dihadapi, gaya menyerang nan atarktif terus mereka mainkan. Tapi oleh Ilyas Zeytulaev, skema itu malah dinilai tidak cocok kalau digunakan untuk melawan Bianconeri. Walau ia memprediksi kalau tiga poin tidak akan mudah bagi Juventus, tapi kemenangan 90 persen menajdi kepemilikan tim asuhan Andfrea Pirlo itu.

“Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi Bianconeri, bahkan kalau hasilnya bisa meraih tiga poin bagi merek,” terang Zeytulaev dikutip dari laman Tuttomercatoweb.

“Perbedaan staf sangat besar. Crotone memainkan sepak bola yang sangat terbuka, mereka sering mengikuti identitas pelatih mereka dan tidak terintimidasi. di depan klub top.”

Zeytulaev kemudian mengkomparasikan pertandingan terakhir yang dijalani oleh Juventus, tepatnya melawan Porto di babak 16 besar Liga Champions. Menurut Zeytulaev, Porto merupakan kesebelasan yang menganut gaya bermain bertahan yang solit. Keunggulan kokohnya lini pertahanan menjadi senjata yang ampuh untuk melawan kesebelasan yang memiliki visi menyerang bagus seperti Bianconeri.
Tapi bedanya, Crotone bukanlah kesebelasan . . . Gabung . . . pemiliki lini pertahanan yang bagus.

“Tim Stroppa tidak akan memainkan pertandingan defensif seperti yang dilakukan Porto.”

Disinggung mengenai prediksi skor akhir pertandingan Juventus vs Crotone, mantan amunisi Bianconeri yakin kalau bekas klubnya mampu mencetak tiga gol.

“Saya tidak pandai membuat prediksi,” katanya.

“Tapi bagi saya itu akan berakhir 3-0 lagi. Juve wajib menang kalau tidak ingin tertinggal lebih jauh dari perburuan gelar musim ini,” katanya.

Sementara itu, mantan pemain AC Milan, Antonio Cassano mengkritik habis-habisan sikap yang dimiliki oleh megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo. Antonio Cassano menyebut kalau Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang terlalu egois dan hanya memikirkan torehan pribadinya sendiri. Di sisi lain, mantan pemain Rossoneri itu menyinggung soal taktik Andrea Pirlo yang tidak sepenuhnya dipahami oleh Ronaldo.
Nama Cristiano Ronaldo tidak bisa dipisiahkan begitu saja dari torehan gol dan rekor individu. Walaupun usianya tergolong memasuki senja, tapi kegarangannya dalam menjebol jala tim lawan tidak perlu diragukan lagi.

Musim ini, Cristiano Ronaldo telah mencetak 23 gol dan empat assist. Di mana 16 lesakan di antaranya berhasil Ronaldo lesakkan pada gelaran Liga Italia. Tapi terdapat satu hal yang menjadi sorotan walaupun Ronaldo mampu tampil produktif, yaitu compang-campingnya lini pertahanan kesebelasan elite Liga Italia itu. Lebih lanjut Cassano mengkritik kalau Ronaldo merupakan pemain yang terlalu egois dan tidak memikirkan pemain lain untuk mencetak gol.

“Dia mencetak gol per pertandingan, itu benar, tapi yang saya pahami, dia sedikit egois, coba lihat saja, Ronaldo tidak terlalu memikirkan pemain lain yang mencetak gol,” kata Cassano, seperti yang dikutip dari laman Pundit Arena.

Di bawah kendali Andrea Pirlo, Juventus memiliki penampilan yang terbilang kurang konsisten. Bahkan mereka sekarang duduk di posisi empat klasemen Liga Italia lewat koleksi 42 poin. Satu di antaranya adalah tidak semua pemain dapat mengerti maksud dari skema bermain ala Andrea Pirlo. Satu di antaranya adalah Cristiano Ronaldo klaim Antonio Cassano.

“Saya sudah berulang kali mengatakan kalau dia merupakan pemain yang fenomenal, itu tidak perlu diragukan kembali.”

“Tapi semua itu percuma, sekalipun ia mampu mencetak miliaran gol, tapi saya katakan, Ronaldo kesulitan untuk mengerti skema bermain Andrea Pirlo, jelas itu percuma,” katanya menambahkan.

Sebagaimana yang diketahui, Juventus melakukan saga transfer Cristiano Ronaldo dari Juventus. Satu di antara alasannya adalah untuk kembali memenangkan Liga Champions. Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang tergolong memiliki DNA juara Liga Champions, terbukti lima gelar si Kuping Besar pernah ia persembahkan bagi Manchester United dan Real Madrid. Tapi sejak kedatangan Ronaldo di Turin, nyatanya Juventus nyaris tidak bisa berbicara banyak di kompetisi elite benua biru itu.
Cassano pn menambahkan kalau Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang terlahir untuk mencetak gol.

“Dia tipe pemain yang hidup untuk mencetak gol, bukan untuk pertandingan, untuk pertandingan hebat.”

“Dia hidup untuk mencetak gol dan saat ini situasinya semakin buruk.” kata Cassano.

Layak ditunggu bagaiman sepak terjang Juventus bersama Ronaldo di musim ini. Khususnya di Liga Italia, Boianconeri mendapatkan saingan ketat dari duo Milan untuk perebutan gelar Scudetto Liga Italia.

Link Live Streaming

Link

x

Check Also

Prediksi Pramusim AC Milan vs Modena, 24 Juli 2021

Rangkaian pramusim 2021/22 AC Milan akan kembali mereka lanjutkan dengan uji coba kontra Modena, Sabtu ...