Home > Berita Bola > Bola Internasional > Kurniawan Berharap Saddil Ramdani Bisa Segera Mendarat di Sabah

Kurniawan Berharap Saddil Ramdani Bisa Segera Mendarat di Sabah

Kuala Lumpur – Pelatih Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto, berharap empat pemain asing mereka bisa segera dapat bergabung bersama tim sebelum Malaysia Super League (MSL) musim 2021 ini digulirkan pada 1 Maret 2020 mendatang.

Sebelumnya, pemerintah negara bagian Sabah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sangat ketat pada 19 Februari hingga 4 Maret.

Ada sejumlah kriteria warga yang boleh bebas masuk ke wilayah Sabah, yakni penduduk lokal, suami atau istri dari masyarakat Sabah, warga negara Malaysia yang memegang kartu izin tinggal jangka panjang yang dikeluarkan oleh Departemen Imigrasi Sabah, serta warga negara asing yang melakukan pelayanan penting.

Tentu saja kebijakan ini membuat empat pemain asing Sabah FC, yakni Saddil Ramdani, Risto Mitrevski, Levy Madinda, dan Sam Johnson, hingga saat ini belum bisa bergabung bersama tim.

Keempat pemain asing ini juga tidak bisa membela Sabah FC dalam dua laga uji coba yang lalu, yakni melawan Sarawak United dan Kuala Lumpur United.

“Terus terang kami memang sangat membutuhkan kehadiran mereka sebelum laga pertama (MSL). Mohon doanya saja supaya mereka bisa cepat sampai di Sabah, dan bergabung dengan tim,” kata Kurniawan.

“Tapi kami juga harus menyiapkan rencana B seandainya mereka ternyata tidak bisa bergabung. Minimal kami sudah mempersiapkan tim ini dengan dua laga uji coba. Perlu diketahui, . . . Gabung . . . masing-masing uji coba ini tentu ada target tersendiri. Kami ingin melihat kebugaran pemain di pertandingan, dan memahami rencana permainan,” lanjutnya.

Kurniawan juga menjawab sejumlah kecaman dari pendukung Sabah FC yang tidak puas dengan dua hasil uji coba sebelumnya.

Pada laga uji coba tersebut, Sabah FC bermain imbang 1-1 melawan Sarawak United, pada Minggu (21/2/2020) lalu, dan kalah telak dengan skor 1-4 saat bertemu Kuala Lumpur, Selasa (23/2/2021).

“Untuk pertandingan pertama, kami cukup puas, karena target melihat rencana permainan dapat berjalan dengan baik. Sedangkan untuk laga kedua, memang rencana permainan hanya berjalan beberapa menit, terutama di 15 menit akhir babak pertama, dan sepuluh menit awal babak kedua,” ujar Kurniawan.

“Ini ada kaitannya dengan kebugaran mereka dalam pertandingan. Di saat recovery kurang, tentunya akan berpengaruh terhadap konsentrasi, cara berpikir mereka dalam menjalankan rencana permainan. Ini menjadi catatan bagi kami agar dapat diperbaiki,” sambung Kurniawan.

x

Check Also

Prediksi Belanda vs Montenegro, 5 September 2021, Kualifikasi Piala Dunia 2022

Jakarta – Dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grip G, Minggu (5/9/2021) ...