Home > SEA Games > Kilas Balik SEA Games, Timnas Indonesia Pernah Punya 5 Duet Maut Ini

Kilas Balik SEA Games, Timnas Indonesia Pernah Punya 5 Duet Maut Ini

Timnas Indonesia tidak pernah berhenti melahirkan pemain-pemain berkualitas. Biasanya, mereka bermunculan pada ajang SEA Games yang diikuti Timnas Merah Putih. Banyak pemain hebat semisal gelandang dan penyerang lahir dan tampil mengejutkan di SEA Games. Hal itulah yang membuat Timnas Indonesia tidak pernah dipandang sebelah mata oleh lawan.
Para pemain berkualitas yang lahir di SEA Games acap kali menjadi andalan di Timnas Indonesia pada masa depan. Situasi semacam itu seperti sudah menjadi tradisi di Timnas Garuda.

Tapi, ketajaman duet yang sering dimiliki Timnas Indonesia tidak menjadi jaminan prestasi. Timnas Indonesia tidak pernah mulus dalam meraih medali emas di SEA Games. Terakhir kali Indonesia keluar sebagai yang terbaik di SEA Games terjadi pada edisi 1991. Sejak saat itu, Timnas Indonesia belum pernah lagi berprestasi pada ajang dua tahunan itu.
SATUPEDIA mencatat ada sejumlah duet yang tampil tajam bersama Timnas Indonesia di SEA Games. Mereka mampu menunjukkan performa gemilang berupa sumbangan banyak gol sampai disegani lawan. Siapa saja? Berikut ini adalah perinciannya.

Eri Irianto dan Fakhri Husaini

Timnas Indonesia pernah disegani lawan pada SEA Games 1995. Saat itu, Timnas Merah Putih mencetak 11 gol sekaligus menjadi yang tersubur pada babak penyisihan grup. Ketajaman lini depan Timnas Garuda tidak bisa dipisahkan dari duet Eri Irianto dan Fakhri Husaini. Keduanya menyumbang sembilan gol dengan rincian Eri Irianto lima gol dan Fakhri Husaini lima gol.
Sayangnya, ketajaman duet gelandang maut itu tidak mampu membantu Timnas Indonesia lolos dari fase grup. Indonesia finis di peringkat ketiga dengan raihan enam poin hasil dua kali menang dan sekali kalah.

Kurniawan Dwi Yulianto dan Widodo Cahyono Putro

Timnas Indonesia tampil menggila pada SEA Games 1997. Tim Merah Putih lolos sebagai juara grup dengan koleksi 10 poin dan mencetak 13 gol. Ketajaman Timnas Indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran duo penyerang Kurniawan Dwi Yulianto dan Widodo Cahyono Putro. Sepanjang turnamen, Kurniawan mencetak empat gol dan Widodo membukukan tiga gol.
Tapi, Timnas Indonesia saat itu gagal meraih medali emas SEA Games. Pada . . . Gabung . . . pertandingan final, Indonesia menyerah 2-4 melalui drama adu penalti dari Thailand.

Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy

Duet maut di Timnas Indonesia terjadi pada SEA Games 2001. Saat itu, lini depan Timnas Garuda disegani lawan berkat kehadiran Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy. Keduanya sukses mencetak tujuh gol dengan rincian, Bambang menyumbang empat gol dan Elie Aiboy membukukan tiga gol. Tapi, ketajaman keduanya gagal membantu Timnas Indonesia meraih medali.
Indonesia dikalahkan Thailand pada pertandingan semifinal dengan skor 1-2. Kemudian pada perebutan medali perunggu, skuad Garuda menyerah 0-1 dari Myanmar.

Patrich Wanggai dan Titus Bonai

Patrich Wanggai dan Titus Bonai pernah membuat lini depan Timnas Indonesia disegani di SEA Games 2011. Saat itu, keduanya tampil tajam dan berhasil mengumpulkan sembilan gol untuk Timnas Garuda. Patrich Wanggai saat itu membukukan lima gol dan Titus Bonai mencetak empat gol. Tapi, ketajaman duet maut mereka tidak mampu menghadirkan medali emas SEA Games.
Timnas Indonesia menyerah 3-4 dari Malaysia di final SEA Games. Timnas Indonesia harus puas meraih medali perunggu dalam ajang itu.

Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay

Harapan akan medali emas pada SEA Games 2019 melambung setelah Timnas Indonesia dihuni Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay. Sepanjang penyisihan grup, dua nama itu tampil menggila dan membuat lini depan Timnas Garuda disegani lawan. Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay sukses mencetak 12 gol untuk Timnas Indonesia. Perinciannya adalah Egy mencetak empat gol dan Osvaldo delapan gol.
Tapi, ketajaman keduanya tidak cukup mengantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas SEA Games. Pada pertandingan final, Timnas Indonesia menyerah 0-3 dari Vietnam dan harus puas membawa pulang medali perak.

x

Check Also

Evan Dimas Mengaku Tidak Sakit Hati Usai Dicederai Pemain Vietnam

Pemain timnas Indonesia U-22 Evan Dimas Darmono mengaku sudah memaafkan pemain Vietnam Doan Van Hau ...