Home > Berita Liga Italia > Ibrahimovic Kini Jadi Masalah Baru Bagi AC Milan ?

Ibrahimovic Kini Jadi Masalah Baru Bagi AC Milan ?

AC Milan sepertinya kehabisan bensin dalam upayanya meraih gelar Liga Italia Serie A. Tidak hanya itu saja, AC Milan juga mulai sulit meraih kemenangan, hal itu terbukti dari beberapa pertandingan yang dijalani Zlatan Ibrahimovic disemua ajang, Rossoneri gagal meraih kemenangan.
Sebelumnya Rossoneri hanya mampu bermain sekali imbang dan dua kekalahan. Tepatnya saat melawan Spezia (2-0), Red Star Belgrade (2-2), Inter Milan (0-3).

Periode kelam AC Milan ini jelas menajdi masalah bagi mereka. Mengingat tim asuhan Stefano Pioli itu sempat menawan di awal musim. Bahkan Rossoneri di gadang-gadang mampu menghentikan dominasi Juventus di Liga Italia yang mengakar kuat lewat permainan solid dan stabil mereka.
Tapi fakta berbicara lain, AC Milan sekarang mulai kesulitan untuk meraih kemenangan.

Imbasnya, tima sal kota Milano itu tertinggal empat poin dari sang pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan. Nerazurri sekarang nyaman duduk di tangga pertama Serie A lewat koleksi 53 poin. AC Milan yang barus aja mengukirk kekalahan, harus rela tertahan di urutan kedua lewat raihan 49 poin.
Tidak cukup AC Milan saja yang mulai seret akan kemenangan. Pun dengan striker mereka, Zlatan Ibrahimovic yang mulai kelelahan.

Zlatan Ibrahimovic terbukti sudah tidak mencetak gol dalam beberapa pertandingan Rossoneri. Bahkan di pertandingan terakhir mereka saat melawan Inter Milan, Ibrahimovic mulai dihinggapi rasa letih. Hal itu dibenarkan oleh pelatih AC Milan, Stefano Pioli.
Juru taktik Rossoneri menyebutkan kalau di pertandingan Derby della Madonnina, Zlatan Ibrahimovic mengalami kram. Ia bahkan minta diganti akibat tidak sanggup untuk meneruskan pertandingan.

“Dia minta diganti karena sempat kram,” jelas Pioli, dikutip dari laman Dootball Italia.

Disinggung mengenai seretnya kran gol Ibrahimovic, Pioli menyebut tidak terlalu mempermasalahkan.

“Seorang striker bergantung pada performa tim. Di babak pertama kami kesulitan untuk mendekatkan pemain ke kotak mereka walaupun kami menciptakan beberapa peluang.”

Kondisi ini jelas merugikan bagi AC Milan, mengingat mereka mengarungi dua kompetisi yakni Liga Italia dan Liga Eropa. Kebugaran pemain menjadi kunci utama bagi AC Milan dapat berbicara banyak di kompetisi yang mereka ikuti. Lebih lanjut, Stefano Pioli tidak membahas mengenai peluang juara mereka di Liga Italia musim ini.
Pioli hanya meminta maaf atas permainan buruk yang dipertontonkan timnya yang berujung rentetan hasil minor.

“Kami tidak melakukan yang terbaik dalam tiga pertandingan terakhir dan kami tahu kami bisa melakukan sesuatu yang lebih. Kami minta maaf atas kekalahan hari ini, tapi pertandingan buruk adalah melawan Spezia, bukan yang ini.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik hari ini.”

AC Milan bersama Stefano Pioli wajib menemukan solusi atas masalah yang mendera mereka. Konsistensi dan kebugaran pemain menjadi kunci utama AC Milan saat ini untuk kembali tampil digdaya.

Berikut deretan masalah yang wajib diselesaikan oleh Stefano Pioli selaku pelatih AC Milan, dilansir dari berbagai sumber.

1. Formasi AC Milan yang . . . Gabung . . . Mulai Berantakan

AC Milan ala Stefano Pioli memiliki pakem formasi dengan 4-2-3-1 sejak musim lalu. Memang dengan skema itu, Rossoneri mampu tampil didaya sebelum akhirnya menemui periode sulit. Dengan Zlatan Ibrahimovic sebagai tumpuan plus sokongan Hakan Calahnoglu sebagai trequartista, AC Milan mampu tampil stabil dan bersaing dalam perebutan gelar Scudetto Liga Italia.
Tapi kondisi sulit saat ini sedang menghantui Rossoneri di mana formasi itu mulai tidak jitu lagi. Dengan bertambahnya amunisi AC Milan di bursa transfer musim dingin lalu, Pioli dinilai tak kesulitan untuk menemukan formula atas masalah itu.

Skema 4-3-2-1 atau bahkan 4-3-3 dapat diterapkan oleh AC Milan untuk keluar dari periode sulit kali ini. Stefano Pioli pun mengindikasikan untuk merubah pakem formasinya di pertandingan selanjutnya.

“Mari kita lihat, kemungkinan kami bisa melakukan (perubahan formasi) demi kebaikan tim,” terang Pioli, dikutip dari laman Sempre Milan.

Nama Mario Mandzukic maupun Meite bsia menjadi kunci sukses Pioli untuk mengubah pakem formasinya yang mulai usang.

2. Zlatan Ibrahimovic Butuh Rotasi

Tidak bisa dipungkiri kembali kalau Zlatan Ibrahimovci memang menajdi tumpuan utama penyerangan AC Milan dalam dua musim terakhir. Kemampuannya dalam menjebol jala tim lawan tidak perlu diragukan kembali. Tapi ketergantungan Rossoneri pada sosok striker 39 tahun itu sangatlah kuat.
Imbasnya, Ibrahimovic pun mengalami penurunan performa akibat kelelahan akibat terus dimainkan sejak menit awal. Puncaknya di pertandingan melawan Nerazzurri tadi malam, eks bomber Manchester United itu mengalami kram.

Kondisi ini menunjukkan kalau Ibra membutuhkan waktu istirahat lebih banyak. Pioli sendiri memiliki opsi pengganti pada diri Rafael Leao, Mario Mandzukic, maupun Ante Rebic.

3. AC Milan Sulit Menang

Kekalahan AC Milan atas Inter Milan menjadi catatan minor ketiga beruntun yang diperoleh Rossoneri. Tercatat, dalam tiga pertandingan terakhir, AC Milan sekalipun belum meraih kemenangan sama sekali. Rinciannya adalah dua kali kalah dan sekali imbang.
Bahkan dalam dua pertandingan beruntun melawan Inter Milan, Rossoneri tidak pernah menang.

4. Lini Serang Setan Merah Mulai Tumpul

Dalam tiga pertandingan terakhir, lini serang AC Milan tak banyak berkontribusi. Tercatat dari tiga pertandingan terakhir, AC Milan hanya mampu membukukan dua gol saja. Lesakan itu dibukukan oleh Theo Hernandez maupun own gol dari pemain tim alwan.
Mandegnya kran gol lini serang AC Milan berbanding lurus dengan performa Zlatan Ibrahimovic. Di mana striker asal Swedia itu juga sudah absen tidak mencetak gol dalam dua pertandingan terakhirnya

x

Check Also

Hasil Pramusim Juventus Bantai Cesena 3-1, Prospek Pemain Mudanya Cerah

Laga uji coba pramusim pertama Juventus sebelum dimulainya musim 2021/22 berakhir manis. Menghadapi Cesena di Vinovo ...