Home > Berita Liga Inggris > Dominasi Menguap, Liverpool Kini Akrab Dengan Statistik Buruk

Dominasi Menguap, Liverpool Kini Akrab Dengan Statistik Buruk

Liverpool sedang terjun bebas. Jejak sebagai juara Liga Inggris 2019/2020 yang dominan, seperti menguap begitu saja pada musim ini. Liverpool terus melemah, yang ditandai dengan kekalahan keempat secara beruntun di Liga Inggris, saat takluk 0-2 dari Everton, Minggu (21/2/2021) dini hari WIB. Itu menjadi kekalahan pertama Liverpool dari Everton di Anfield dalam 22 tahun terakhir.
Liverpool secara tidak terduga juga semakin tidak bertaji di pertandingan kandang. Bayangkan saja, tim besutan Jurgen Klopp pernah menjalani lebih dari dari 1.300 hari tidak terkalahkan di Anfield.

Sekarang, tiba-tiba mereka menelan empat kekalahan beruntun di Anfield pada ajang Liga Inggris. Magis Anfield seakan memudar. Kekalahan itu membuat Liverpool tidak beranjak dari peringkat keenam klasemen sementara, dengan nilai 40 dari 25 pertandingan. Margin dari pemuncak klasemen, Manchester City, sangat lebar. Liverpool bisa dibilang sudah harus melupakan ambisi mempertahankan gelar Premier League.
Alih-alih, The Reds harus bekerja keras finis empat besar untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Sebagai juara bertahan, Liverpool seharusnya tidak kesulitan hanya untuk merebut tiket Liga Champions. Apalagi, musim lalu mereka seperti tidak tersentuh karena juara dengan keunggulan 18 poin atas rival terdekat. Tapi, kenyataan berkata lain. Liverpool sedang mengalami krisis, alias ada sesuatu yang salah. Bila terus seperti ini dan tidak bangkit, Liverpool bisa saja kehilangan kesempatan menyegel tiket Liga Champions.

Fakta apa saja yang menunjukkan performa Liverpool terjun bebas pada musim ini?

1. Jumlah Kekalahan

Sampai pekan ke-25 Premier League, Liverpool sudah menelan tujuh kekalahan. Selain itu, The Reds . . . Gabung . . . baru mengantongi 11 kemenangan dan tujuh hasil imbang. Statistik itu sangat memprihatinkan dibanding musim lalu. Saat menjuarai Liga Inggris 2019/2021, The Reds hanya mengalami tiga kekalahan sepanjang musim, plus cuma tiga kali imbang. Liverpool tidak lagi superior.

2. Terlalu Sering Kebobolan

Lini pertahanan menjadi lubang besar di skuad Liverpool musim ini. Liverpool kehilangan Virgil van Dijk dan Joe Gomes yang absen lama karena cedera. Beberapa pemain belakang lain juga bergantian cedera. Efeknya sungguh dahsyat, karena barisan pertahanan The Reds tidak sekukuh musim lalu. Dari 25 pertandingan yang sudah dijalani, Liverpool sudah kebobolan 34 kali. Padahal, saat juara musim lalu tim besutan Klopp hanya kebobolan 33 gol sepanjang musim.

3. Performa Sangat Buruk pada 2021

Performa Liverpool benar-benar mengalami penurunan drastis lebih dari satu bulan terakhir. Menurut Transfermarkt, kalau dihitung sepanjang 2021 saja, Liverpool hanya menempati peringkat ke-17 di klasemen. Ada sembilan pertandingan Liga Inggris yang dijalani Liverpool sepanjang 2021, The Reds hanya mengantongi dua kemenangan, sekali imbang, dan enam kali kalah. Pencapaian Liverpool sepanjang tahun 2021 hanya lebih baik dari Newcastle United, West Bromwich, dan Southampton.

x

Check Also

Marcus Rashford Masih Belum Tahu Kapan Akan Menjalani Operasinya

Manchester – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebutkan pihak MU akan mengambil keputusan mengenai ...