Home > Berita Liga Indonesia > Dibanding Eropa, Pemain Indonesia Lebih Mudah Berkarir di Negara Ini

Dibanding Eropa, Pemain Indonesia Lebih Mudah Berkarir di Negara Ini

Dalam setahun terakhir, pamor dari para pemain asal Indonesia tampaknya sudah meningkat dalam kalangan klub-klub luar negeri.

Tidak adanya kompetisi yang akan digelar di Tanah Air akibat Covid-19 sudah membuat klub-klub luar negeri leluasa mengajukan tawaran untuk para pemain dari Indonesia.

Akhirnya, jumlah pemain dari Indonesia yang berkarier di luar negeri pun bertambah semakin banyak dalam periode setahun terakhir.

Misalnya saja Ryuji Utomo yang dipinjam Penang FC, Abanda Rahman yang menjadi pemain pinjaman Lalenok United, hingga Bagus Kahfi yang bergabung ke FC Utrecht U-18.

Penambahan jumlah dari pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri sudah turut mendapat perhatian dari mantan pemain Persib Bandung, Sergio van Dijk.

Seperti diketahui, mantan pemain timnas Indonesia itu kini sedang berkarier sebagai agen sepakbola di Belanda setelah memutuskan pensiun.

Sebagai agen pemain, Sergio sudah mengaku dirinya punya sebuah keinginan besar untuk bisa memboyong para pemain Tanah Air ke Eropa.

Hanya saja, langkah itu bukan menjadi sebuah hal yang mudah, mengingat ada banyak regulasi yang harus dipenuhi oleh pemain non-Eropa yang ingin berkarier di Benua Biru.

“Sedikit sulit karena di Eropa ada banyak peraturan pemain non Eropa,” tutur Van Dijk dikutip SatuPedia.com dari kanal Youtube Yussa Nugraha (7/2/2021).

“Tapi saya coba cari kesempatan untuk pemain Indonesia, tapi apa yang saya tadi bilang, kalau pemain Indonesia mau pindah ke sini, (dia) harus serius dan kuat mental,” katanya.

Demi mengatasi sulitnya prosedur menembus Eropa, Sergio pun menawarkan negara alternatif yang cenderung lebih . . . . . . gampang dituju oleh para pemain Indonesia.

Negara yang dimaksud adalah Australia, yang kini menjadi suaka bagi mantan pemain Madura United, Syahrian Abimanyu.

Seperti diketahui, Syahrian yang sudah direkrut klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim tengah menjalani masa pinjaman di klub Australia, Newcastle Jets.

“Mungkin yang penting bawa pemain Indonesia ke luar dari Indonesia untuk cari pengalaman beda daripada pengalaman main di Indonesia,” ujarnya.

“Yang paling gampang di Australia juga, saya dulu main di sana dan banyak koneksi,” tambahnya.

Sergio van Dijk sendiri pernah punya pengalaman berkarier di Liga Australia.

Tepatnya pada 2008-2016, saat pemain naturalisasi itu bermain untuk Brisbane Roar (2008-2010) dan Adelaide United (2010-2012 dan 2016).

Dalam penilaian Sergio, para pemain Indonesia bisa lebih mudah beradaptasi dengan situasi baru di Negeri Kangguru ketimbang negara-negara di Eropa.

“Saya bisa coba bawa pemain ke sana juga, karena itu lebih dekat dengan Indonesia,” ucapnya.

“Tidak terlalu jauh, pasti ada orang Indonesia di sana, cuaca hampir sama karena masih panas di sana, mungkin lebih gampang untuk mulai sepakbola di luar Indonesia,” pungkasnya.

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...