Home > Berita Liga Spanyol > Capres Barcelona Klaim Messi Bukan Sosok Yang Mata Duitan

Capres Barcelona Klaim Messi Bukan Sosok Yang Mata Duitan

Setelah beragam masalah buat raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona, wajib ditinggalkan, Lionel Messi punya satu alasan tidak terduga untuk bertahan. Joan Laporta, pengganti Josep Maria Bartomeu pun menyebut bintang itu tidak mata duitan. Dua dekade bukanlah waktu yang singkat karier pesepak bola asal Argentina itu selama berada di Catalan. Ya, selama masa baktinya pula beragam penghargaan sukses ditorehkannya sampai setidaknya berjumlah 33 trofi.
Saat kepergian para pemain hebat seperti Carles Puyol, Xavi, Andres Iniesta, Samuel Eto’o, Ronaldinho, dan sebaganya jadi sesuatu yang tak terelakan lagi. Bertahannya Lionel Messi pun jadi hal yang istimewa dengan label One Man One Club.

Masih menjadi andalan agar Barcelona mengalahkan musuh bebuyutannya, Real Madrid di kancah LaLiga Spanyol, keretakan hubungan pun terjadi. Bayangkan saja, mulai surutnya prestasi tim usai raih nirgelar musim lalu jadi awal kehancuran mereka. Situasi semakin rumit saat Ronald Koeman dipaksa jadi pelatih utama, status bangkrut pun sekarang mendekati Barca gara-gara hutang 1,2 miliar euro (Rp20 triliun). Gara-gara finansial yang krisis imbas Corona, La Pulga pun dirumorkan akan pergi.
Apalagi, bukti ini sudah terlihat saat kiriman burofax muncul di kantor Barcelona pasca pengusiran secara tidak hormat sahabat sekaligus tandemnya, Luis Suarez. Dipercaya akan pindah ke Manchester City atau PSG, Laporta punya pendapat sendiri.

Bagi capres pengganti Josep Maria Bartomeu yang ‘lari’ ketika krisis melanda ini, Lionel Messi adalah pemain yang lebih mengutamakan prestasi. Uang bagi sang bintang itu tidak penting karena yang utama adalah cinta dan gelar juara.

“Memberikannya rasa kasih sayang adalah suatu hal terpenting saat ini, cerita cinta antara Messi dan Barcelona adalah . . . Gabung . . . salah satu yang terindah dalam sepak bola. Saya kenal dia, Leo lebih memilih menangkan gelar ketimbang uang,” kata Laporta dilansir AS.

Alih-alih menganggap winger La Albiceleste itu sebagai parasit karena ganjaran gaji 576 ribu euro (Rp9,7 miliar) per-pekan, mantan presiden periode 2003-2010 ini malah berpikir sebaliknya. Blaugrana bisa ‘hidup’ karena dapat untung kehadirannya.

“Dia menghasilkan lebih banyak uang ketimbang pengeluaran dengan total 30 persen pendapatan baru. Dia sangat berharga dan saya akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankannya walaupun ada tawara dari tim lain,” katanya.

Walaupun merasa yakin tidak adanya imbas materiil, bocornya kontrak empat tahun senilai 555 juta euro (Rp9,4 triliun) oleh media El Mundo membuyarkan segalanya. Striker berusia 33 tahun itu seolah menjadi biang kerok kehancuran timnya sendiri. Tapi, mengutip laman Daily Mail, kabarnya Messi memilih untuk sedikit percaya dengan tim bermarkas di Camp Nou itu paling tidak setelah pemilu presiden klub. Dengan alasan menunggu rencana masa depan, ia rela abaikan tawaran PSG dan City.
Joan Laporta sendiri dipercaya jadi satu-satunya alasan Lionel Messi bersumpah setia dengan Barcelona. Alasannya? Sederhana, ia menjadi sosok penting perkembangan karier Si Kutu mulai dari ditukangi Pep Guardiola sampai menangkan enam Ballon d’Or.

x

Check Also

Pada Leg Kedua, Villarreal Harus Hati-Hati

Operator Sportsbook Terbesar Di Asia Ini Sponsori Lima Klub LaLiga

Jakarta – BK8 merupakan salah satu operator sportsbook terbesar dan terkemuka di Asia. BK8 adalah ...