Home > Berita Liga Inggris > Agar Chelsea Juara, Thomas Tuchel Harus Benahi 3 Sektor Ini

Agar Chelsea Juara, Thomas Tuchel Harus Benahi 3 Sektor Ini

Thomas Tuchel punya mimpi besar untuk meraih gelar dalam petualangan perdananya di Inggris bersama Chelsea. Tapi untuk mewujudkan mimpi itu, terdapat beberapa sektor yang harus ia benahi terlebih dahulu. Thomas Tuchel datang ke Inggris setelah Chelsea mengambil keputusan berat yakni dengan memecat legenda klub, Frank Lampard dari kursi kepelatihan.

Pemecatan Lampard sendiri terjadi karena buruknya hasil yang diraih Chelsea sampai pertengahan musim 2020/21. Tuchel yang juga belum lama dipecat PSG pun lantas menjadi suksesornya. Datang di paruh musim dengan pengetahuan terbatas soal Inggris dan skuatnya, membuat Chelsea tidak memasang target muluk kepada Tuchel.

Walau finis di empat besar Liga Inggris, pencapaian ini pun akan dianggap luar biasa. Thomas Tuchel pun menyadari hal itu dan keterbatasannya. Tapi ia selalu berpegangan pada satu fakta yaitu Chelsea adalah salah satu tim papan atas yang harus bersaing gelar di setiap musimnya.

Walau di periode pertamanya akan sulit untuk membuat Chelsea meraih gelar, tapi masih ada kemungkinan Tuchel membawa The Blues meraih gelar karena masih ikut sertanya klub asal London Barat itu di dua ajang yakni Piala FA dan Liga Champions.

Walau masih memilki kesempatan, Tuchel memilih realistis dan akan memanfaatkan musim 2020/21 sebagai ajang perkenalannnya dengan Chelsea dan sepak bola Inggris sebelum berbicara lebih di musim berikutnya atau 2021/22. Tapi sebelum membuktikan kapasitasnya untuk meraih gelar bersama Chelsea, Tuchel tentunya akan menyadari perlu adanya pembenahan di tubuh skuatnya.

Berikut 3 sektor yang harus dibenahi Thomas Tuchel agar mampu memenuhi mimpinya meraih gelar juara bersama Chelsea.

1. Sektor Kiper

Memang Chelsea sudah mendatangkan Edouard Mendy untuk bersaing dengan Kepa Arrizabalaga. Tapi, pria berkebangsaan Senegal itu dirasa belum cukup mumpuni untuk jadi kiper utama The Blues dalam meraih gelar. Banyak alasan mengapa Mendy dirasa belum tepat untuk Chelsea dalam berjuang meraih gelar, apalagi kalau melihat bagaimana ampuhnya kiper-kiper The Blues sejak datangnya Roman Abramovich.

Kesalahan Mendy masih terlihat jelas terutama di laga melawan Sheffield United di mana Chelsea kebobolan lewat gol bunuh diri Antonio Rudiger. Gol bunuh diri ini memang sepenuhnya salah Rudiger, tapi Mendy juga bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan rekannya agar kesalahan elementer ini tidak terulang dan merugikan Chelsea.

Selain itu, Mendy tidak andal dalam membaca gerakan penalti. Ia belum sekalipun terlihat mementahkan tendangan penalti bersama Chelsea. Dengan masih buruknya penampilan Kepa serta belum terujinya Mendy, sektor kiper pun menjadi fokus utama Tuchel kalau ingin meraih gelar. Tak ayal nama Gianluigi Donnarumma . . . Gabung . . . didekati Chelsea mengingat status serta jam terbangnya di level tertinggi.

2. Sektor Bek Kiri

Chelsea hingga saat ini mungkin belum menemukan bek kiri andal sepeninggal Ashley Cole. Tidak terhitung berapa banyak uang yang dikeluarkan The Blues untuk mendatangkan pemain di sektor ini. Harapan cerah sempat terlihat saat Ben Chiwell datang.

Tapi lambat laun, performanya menurun drastis sampai Tuchel datang. Beruntun Tuchel memainkan formasi 3-4-2-1 di mana untuk sektor kiri Chelsea memiliki Marcos Alonso yang berpengalaman sebagai Wing-Back kiri.

Tapi, formasi 3-4-2-1 tidak akan selamanya dipakai Tuchel di Chelsea. Sehingga mau tidak mau ia harus mendapatkan bek kiri anyar yang andal untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Kalau melihat tim-tim besar Inggris lainnya, sektor bek kiri Chelsea terbilang paling lemah.

Liverpool punya Andrew Robertson, Manchester City punya Zinchenko dan Benjamin Mendy (terkadang juga Joao Cancelo), Tottenham Hotspur punya Sergio Reguilon, Manchester United punya Luke Shaw dan Arsenal punya Kieran Tierney. Alhasil, mau tidak mau Tuchel harus memanfaatkan pemain yang ada dan mengeluarkan potensi terbaik mereka agar menutupi kelemahan di sektor bek kiri.

3. Sektor Bek Tengah

Walau punya bek bernama besar dengan atribut berbeda, tetap saja Tuchel perlu membenahi sektor bek tengah atau mencari pemain berpengalaman di posisi ini. Saat ini, Chelsea punya Thiago Silva. Tapi usianya terbilang senja untuk bermain di level teratas. Belum lagi, ia punya riwayat cedera yang cukup mengkhawatirkan.

Memang Chelsea masih punya Kurt Zouma, Andreas Christensen, dan Antonio Rudiger di skuat utama saat ini. Tapi ketiganya tidak cukup mumpuni, apalagi melihat banyaknya eror yang ketiganya perbuat dan membuat Chelsea kehilangan banyak poin. Sepeninggal John Terry, Chelsea tidak lagi punya bek tangguh berkarakter pemimpin. Sejak Terry hengkang, pengganti sepadan yang datang pun hanyalah Thiago Silva yang sudah berusia senja.

Tidak mengherankan bukan kalau Chelsea dikaitkan dengan sederet bek ternama di musim panas nanti, yaitu Jerome Boateng dan Dayot Upamecano. Untuk sektor lain seperti gelandang dan penyerang, Tuchel kelihatannya tidak begitu khawatir mengingat bagusnya dua sektor ini selama tiga pekan dirinya bersama Chelsea.

 

x

Check Also

Steven Gerrard Tidak Kaget Rafael Benitez Jadi Pelatih Everton

Inggris – Semenjak ditinggalkan oleh Carlo Ancelotti pada awal Juni lalu untuk kembali melatih Real ...