Home > Berita Liga Indonesia > Persib Bandung > Van Dijk Mengenang Pengalaman Saat Laga Tandang Ke Papua

Van Dijk Mengenang Pengalaman Saat Laga Tandang Ke Papua

Jakarta – Mantan penggawa Persib Bandung asal Belanda, Sergio van Dijk, mengaku memiliki pengalam unik saat masih berseragam Maung Bandung dan menjalani laga tandang ke Papua dan ke Jakarta, ke kandang Persija.

Sebelumnya, Van Dijk mengawali petualangannya karirnya di luar Belanda dengan bergabung bersama Brisbane Roar yang berlaga di Liga Australia, pada 2008 lalu.

Selama bersama Brisbane Roar, Van Dijk selalu tampil sebagai pencetak gol terbanyak kedua selama dua musim berturut-turut.

Dua tahun kemudian, Van Dijk bergabung dengan Adelaide United. Di sini Van Dijk manjadi pencetak gol terbanyak.

Pada 2013, baru Van Dijk mencoba untuk berkarir di Indonesia dengan bergabung bersama Persib Bandung.

Saat bersama Persib Bandung inilah Van Dijk mengaku memiliki sejumlah pengalaman unik, di antaranya saat ia pertama kali menjalani laga tandang ke Papua.

“Saya ingat betul harus pergi ke Papua untuk pertandingan tandang, di mana sebuah klub bermain di suatu tempat di tengah hutan. Kami terbang ke sana dengan pesawat baling-baling yang saya hanya tahu dari (film) Indiana Jones,” kenang Van Dijk kepada Voetbal International .

“Itu adalah sebuah desa dengan penduduk sekitar 1.000 jiwa. Saat kami tiba, landasan harus ‘dibersihkan’ terlebih dahulu. Setelah mendarat, sepeda motor, sepeda, dan kambing muncul kembali di semua sisi,” sambungnya.

“Di sore hari kami pergi untuk menguji lapangan, dan saya berpikir: Ya Tuhan, apa ini? (Lapangan) Itu berlumpur, rumputnya tinggi, tidak ada garis, dan ada domba dan anak-anak bermain,” lanjutnya.

“Saya juga ingat ketika . . . . . . pernah ingin dipijat dan bertanya: “Di mana meja pijatnya?” Sebuah rompi ditempatkan di lantai di hadapan saya: “Berbaring.” Pada saat itu saya tidak melihat keindahannya. Tetapi jika dipikir-pikir, itu luar biasa,” ujar Van Dijk.

Selain petualangan unik di Papua, Van Dijk, mengaku memiliki pengalaman mendebarkan saat tandang ke kandang Persija Jakarta.

“Suatu saat kami menghadapi Persija, rival utama dari Jakarta. Ketika kami berangkat dari hotel menuju stadion, saya duduk santai di bus sambil mendengarkan musik,” ungkap Van Dijk.

“Salah satu rekan setim lalu menepuk saya, dan ketika saya lihat, mereka semua berdiri di sebelah kursi. Tiba-tiba banyak batu beterbangan di seluruh sisi kaca bus. Setidaknya, kepala kami terlindungi rak penyimpanan tas,” lanjut Van Dijk.

“Kami harus menggunakan kendaraan lapis baja untuk masuk ke dalam lapangan, bertanding, dan meninggalkan stadion dengan kendaraan lapis baja juga. Saya mendengar suara batu menghantam sisi kendaraan,” sambungnya.

Setelah satu tahun memperkuat Persib Bandung, Sergio van Dijk kemudian terbang ke Iran untuk mencari pengalaman baru dengan bergabung bersama Sepahan FC.

x

Check Also

Ada Jeda Waktu Libur, Robert Alberts Minta Para Pemainnya Berkumpul Bersama Keluarga

Bandung – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, meminta kepada para penggawa Maung Bandung untuk ...