Home > Berita Liga Indonesia > Persipura Jayapura > Persipura Bubarkan Tim, Legenda Klub Buka Suara

Persipura Bubarkan Tim, Legenda Klub Buka Suara

Jayapura – Permasalahan yang menimpa Persipura Jayapura sehingga mengakibatkan tim Mutiara Hitam terpaksa memutuskan untuk membubarkan timnya itu menarik legenda Persipura Jayapura, Jack Kamasan Komboy, untuk ikut berkomentar.

Menurut Jack, ia menyesalkan keputusan manajemen Persipura yang membubarkan tim karena tidak lagi mendapatkan dukungan dana dari sponsor utama mereka, Bank Papua.

Jack juga menambahkan, Bank Papua seharusnya terbuka dan mengklarifikasi alasan mengapa tidak bersedia membayarkan sisa kewajiban dana sponsorship mereka sebesar Rop 5 miliar dari total dana Rp 20 miliar yang dijanjikan musim Liga 1 2019 dan 2020.

Meski demikian, Jack tetap menghormati keputusan Persipura Jayapura akibat terhimpit permasalahan finansial karena belum bergulirnya kompetisi Liga 1 hingga saat ini.

“Kita jelas bersedih dengan keputusan ini. Tapi yang jelas, semua itu pasti sudah dipertimbangkan oleh manajemen Persipura. Hanya saja, Bank Papua harus klarifikasi dan beritahukan alasan mereka belum selesaikan dana sisa itu, padahal kan sudah sesuai kesepakatan bersama,” ujar Jack, Kamis (07/01/21).

Selain itu, Jack juga optimistis Persipura akan kembali mendapatkan sponsor, apalagi Persipura akan mewakili Indonesia di ajang Piala AFC 2021.

“Saya pikir masih ada jalan untuk Persipura dengan duduk bersama pihak-pihak terkait untuk mendapatkan dukungan. Persipura akan tampil di AFC Cup, dan itu bukan membawa nama Jayapura saja, tapi Papua juga bahkan Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano mengumumkan . . . . . . bahwa Persipura memutuskan untuk membubarkan tim sementara waktu karena faktor finansial yang tidak memungkinkan lagi bagi mereka untuk menggaji pemain, pelatih, dan official.

Selain itu, keputusan Bank Papua yang enggan membayarkan sisa dana sponsorship sebesar Rp 5 miliar juga menjadi pertimbangan utamanya.

“Kami putuskan Persipura Jayapura hentikan seluruh aktifitas. Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial. Hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu Rp 5 miliar. Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret tahun lalu, Persipura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial,” kata Benhur Tomi Mano.

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC Cup 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial,” tambahnya.

x

Check Also

BRI Liga 1 Gunakan Sistem Bubble to Bubble, Jacksen Tiago : Bukan Hal Baru Buat Kami

Batu – Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, mengaku sistem bubble to bubble dan pertandingan ...