Home > Berita Liga Jerman > Patson Daka, Pemain Muda Zambia Yang Curi Perhatian Klub Eropa

Patson Daka, Pemain Muda Zambia Yang Curi Perhatian Klub Eropa

Patson Daka sudah digadang-gadang sebagai penerus dari Erling Haaland di RB Salzburg. Kini, namanya pun sudah ramai dibicarakan dalam bursa transfer pemain.

Sejak kepindahan dari Erling Haaland ke Borussia Dortmund, RB Salzburg praktis sudah harus mencari pengganti dirinya.

Tidak harus sepadan, namun setidaknya harus cukup untuk menutup lubang yang sudah ditinggalkan oleh pemain asal Norwegia tersebut. Nama Patson Daka pun kemudian sudah mencuat ke permukaan.

Tidak berbeda jauh dari Haaland, pemain ini juga masih sangat muda serta sangat cocok untuk dikembangkan RB Salzburg agar kemudian dijual lagi dengan nilai yang lebih tinggi lagi.

Nah, ternyata ekspektasi terhadap Daka terus berkembang seiring berjalannya waktu. Buktinya, ia kini dikaitkan dengan kepindahan ke tiga raksasa Liga Inggris yakni Liverpool, Arsenal, dan Manchester United.

Situasi pemberitaan di bursa transfer pemain pun sempat memanas setelah yang bersangkutan mengidolakan pemain-pemain asal Afrika yang sukses di klub-klub itu, yakni Pierre-Emerick Aubameyang, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

Tentu sah-sah saja bagi Daka untuk mengutarakan kekagumannya pada para seniornya tersebut, apalagi ia juga pernah meraih predikat Most Promising Talent of the Year 2017 yang digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Siapa tahu, suatu hari nanti ia bakal naik ‘pangkat’ jadi Pemain Terbaik Afrika, menyusul Aubameyang, Salah, dan Mane yang berhasil memenangkan gelar tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Patson Daka adalah seorang pemuda Zambia yang lahir pada tanggal 9 Oktober 1998. RB Salzburg adalah klub besar pertamanya di level profesional usai membela Kafue Celtics dan Power Dynamos di negara asalnya.

Kesempatannya merumput di Austria mulai terbuka ketika ia bermain sebagai pemain pinjaman di klub kasta kedua liga, Liefering. Setelah itu, perjalanannya bersama RB Salzburg pun dimulai pada tahun 2017 hingga sekarang.

Perjalanan Menuju RB Salzburg

Kisah Patson Daka menuju RB Salzburg pun bisa dibilang cukup berwarna. Ada dua orang yang punya peran penting di balik awal karier pemain muda kebanggaan Zambia ini, yakni sang ayah dan bos Kafue Celtics, Lee Kawanu.

Suatu hari, ayah Patson Daka yang bernama Nathtali sempat berkata kepada Kawanu bahwa kelak putranya akan jadi pemain hebat, dan ternyata kata-katanya ini bukan hanya sekadar bualan orang tua yang overproud terhadap anaknya.

Bak . . . Gabung . . . ucapan sakti, Kawanu pada akhirnya menyaksikan dengan mata kepala sendiri seperti apa kehebatan anak kawannya tersebut di Kafue Celtics.

“Empat tahun kemudian, saya datang ke pertandingan tim reserve dan melihat seorang anak laki-laki kurus yang sangat aktif di lapangan. Dia menendang bola dengan kaki kiri dan kanan, dari luar dan dalam kotak,

“Saya lalu bertanya kepada pelatih siapa anak ini. Ia menjawab itu adalah anak Nathtali,” ujar Kawanu kepada laman First Time Finish.

Alhasil, Kawanu kemudian meminta pelatih memasukkan Daka kecil ke tim utama Kafue Celtics. Ia tidak peduli dengan postur sang pemain yang pada waktu itu jelas lebih kecil dibandingkan para pemain senior.

Sayangnya, momen membanggakan bagi Daka ini tidak dapat disaksikan sang ayah yang sudah meninggal dunia. Namun setidaknya, ia sudah menurunkan bakat sepak bolanya yang hebat kepada sang anak dan kini melihatnya dengan bangga dari kejauhan.

Setelah fase ini, langkah Patson Daka menjadi salah satu wonderkid menjanjikan pun terus berlanjut, kali ini ia mendapat bimbingan dari eks bintang Lyon dan Tottenham Hotspur, Frederic Kanoute, yang membuka sebuah agensi olahraga.

Pada tahun 2016, kesempatan bagi Daka untuk semakin bersinar akhirnya datang, tepatnya ketika ia membela Timnas Zambia U-20 di turnamen COSAFA di Afrika Selatan.

Penampilannya yang impresif mengundang minat RB Salzburg. Klub Austria itu pun mengundangnya untuk menjalani trial.

Masa-masa ini sungguh berat bagi Daka yang harus berjibaku dengan udara musim dingin yang tidak biasa dirasakannya, ditambah lagi persaingan antarpemain di Salzburg yang super ketat.

Namun ia adalah anak muda yang kuat dan pantang menyerah dan akhirnya bisa mendapat tempat di sana. Sekarang, akankah ia mengambil tantangan berpetualang lagi, kali ini di Liga Inggris? Mungkinkah ke Liverpool, mantan klub Luis Suarez, pemain yang jadi salah satu inspirasinya?

x

Check Also

Bayern Munchen Dan Borussia Moenchengladbach Berbagi Skor 1-1 Di Laga Pembuka Bundesliga

Jerman – Pada laga pembuka Liga Jerman 2021/2022 Bayern Munchen berhadapan dengan Borussia Moenchengladbach, laga ...