Home > Berita Liga Indonesia > Meski Finansial Sulit, Persita Tak Pernah Terlambat Bayar Gaji Pemain

Meski Finansial Sulit, Persita Tak Pernah Terlambat Bayar Gaji Pemain

Shopee Liga 1 2020 telah diputuskan akan dihentikan. Sebuah kepastian yang begitu lama dinantikan oleh para pemain maupun klub. Khususnya klub, saat status Shopee Liga 1 2020 belum jelas, mereka masih harus membayar gaji pemain walau PSSI sudah mengeluarkan regulasi mengenai besaran nilai yang dibayarkan.
Tidak bisa dimungkiri tanpa pertandingan dan harus membayar gaji pemain membuat finansial tim begitu sulit.

Hal ini dirasakan semua kontestan Shopee Liga 1 2020 termasuk tim promosi, Persita Tangerang. Hanya saja bek senior Persita Tangerang, Rio Ramandika mengapresiasi manajemen Pendekar Cisadane yang tidak pernah telat membayar gaji pemain walau kondisi keuangan sulit.

“Alhamdulillah selalu tepat waktu (pembayaran gaji). Ya sekali lagi syukur alhamdulillah Persita sangat peduli sama pemain sudah mengikuti pembayaran gaji sesuai regulasi PSSI yaitu sebesar 25 persen,” kata Rio Ramandika.

“Oleh karena itu, sebagai orang Tangerang asli, kasihan juga dengan klub kalau kompetisi tanpa keputusan seperti kemarin,” katanya.

Lebih lanjut Rio Ramandika, salah satu pemain terlama memperkuat Persita Tangerang ini menilai PSSI terlalu lama memutuskan penghentian Shopee Liga 1 2020.

“Ya memang harus sepatutnya begitu (Shopee Liga 1 2020 dihentikan). Seharusnya dari November harus dihentikan jadi club bisa fokus untuk Liga 1 2021,” Rio Ramandika menuturkan.

“Memang pemain tidak munafik butuh gaji tapi satu sisi juga kasihan club tidak ada pemasukan tapi tetap harus gaji pemain,” katanya.

x

Check Also

PT LIB Bicara Peluang Gelar Turnamen Pramusim Untuk Klub Liga 2

Jakarta – Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, bicara soal kemungkinan adanya turnamen ...