Home > Berita Piala Dunia > Menpora Kecewa FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 2021

Menpora Kecewa FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 2021

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), Zainudin Amali, mengaku sedih dan kecewaa terkait pembatalan gelaran Piala Dunia U-20 2021 oleh FIFA.

Hal ini diungkapkan oleh Zainudin Amali saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com, pada Sabtu (2/1/2021).

“Sedih ya, karena saya itu melihat semangat semua pihak. Ya semangat pemerintah pusat dan daerah, kemudian juga PSSI, pelatih khususnya anak-anak yang punya harapan luar biasa untuk tampil di Piala Dunia U-20,” kata Zainudin Amali.

“Jadi saya bisa membayangkan kekecewaan mereka. Saya saja yang hanya Menteri Olahraga juga sedih melihat itu. Apalagi mereka yang sudah berlatih, dilatih keras luar biasa, performance naik, fisik meningkat, mental taktik strategi luar biasa. Saya memahami mereka,” sambungnya.

Meski tidak bisa tampil di Piala Dunia U-20 2021 namun para pemain Timnas U-19 yang saat ini masih menggelar pemusatan latihan (TC) di Spanyol diharapkan bisa mengisi kebutuhan Timnas Indonesia selanjutnya.

“Kami juga berharap mereka bisa mengisi misalnya, timnas-timnas selanjutnya untuk U-23 senior, kan kita masih butuh yang lain. Tapi untuk yang U-20 kita harus terima keputusannya. Kita mau apa kalau FIFA sudah memutuskan itu. Kan ini propertinya FIFA, kita enggak bisa apa-apa,” jelas Zainudin Amali.

Meski pihak Indonesia sebagai tuan rumah tidak bisa berbuat apa-apa terkait pembatalan dari FIFA, namun Zainudin Amali mengaku Timnas Indonesia mendapatkan keuntungan waktu dengan pembatalan tersebut.

“Kalau dipaksakan situasi seperti ini juga tidak mungkin. Ini di luar perkiraan semua orang. Waktu diputuskan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia . . . Gabung . . . U-20, Covid-19 belum ada di 2019,” ucap Zainudin Amali.

“Tapi 2020 awal baru ada Covid-19 jadi bukan salah siapa-siapa. Ini bencana non-alam, situasi dan kondisinya harus kita bisa maklumi. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Karena ini juga konsekuensi kita sebagai tuan rumah tidak bisa hitung untung rugi seperti itu,” lanjutnya.

“Ada positifnya, persiapan kita lebih lama lebih matang. PSSI sudah menyampaikan begitu, bahwa mereka bisa mempersiapkan tim lebih lama lagi. Itu mungkin keuntungannya,” katanya.

Terkait Timnas U-19 Indonesia yang tetap berangkat ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 2021 telah dibatalkan, Zainudin Amali menjelaskan bahwa pihaknya sudah tidak bisa memberikan anggaran dana karena itu sudah menjadi tanggungjawab PSSI sendiri.

“Hitungan anggarannya sebelum pembatalan. Waktu 24 Desember diumumkan pembatalan, ya anggaran juga setop. Spanyol perincian anggarannya sudah masuk sebelum tanggal 24. Tapi TC Spanyol sudah bukan untuk Piala Dunia lagi,” ungkapnya.

“Ke Spanyol itu sudah bukan urusan kami lagi. Saya harus lihat laporannya, saya belum pegang laporan. Spanyol itu seharusnya bukan menggunakan APBN dari bantuan pemerintah. Seharusnya murni dari anggaran pribadi PSSI, karena mereka mau ke Piala Asia U-19,” sambungnya.

x

Check Also

Lawan Al Ahly, Skuad Bayern Munchen Diliputi Rasa Percaya Diri

Bayern Muenchen sudah membidik gelar keenam untuk bisa melengkapi musim cemerlang mereka. Pasukan dari Hansi ...