Home > Berita Liga Inggris > Chelsea > Menerka Chelsea di Bawah Arahan Thomas Tuchel

Menerka Chelsea di Bawah Arahan Thomas Tuchel

Paris – Ada kabar mengejutkan dari Premier League. Pelatih Chelsea, Frank Lampard dikabarkan akan dipecat menyusul performa The Blues yang semakin merosot.

Lantas siapa sosok pelatih baru Chelsea yang akan menggantikan Lampard?

Menurut laporan jurnalis olahraga ternama Italia, Fabrizio Romano, sosok pelatih yang akan menggantikan Frank Lampard menangani Chelsea adalah mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Thomas Tuchel.

Beberapa pekan belakangan ini performa Chelsea memang mengecewakan, meski pada laga terakhir, Minggu (24/1/2021) lalu, The Blues baru saja menyingkirkan Luton Town dari ajang Piala FA setelah menang dengan skor 3-1, di Stamford Bridge.

Meski demikian, di ajang Liga Inggris, Chelsea baru menang dua kali dari 8 laga terakhirnya. Hal inilah yang membuat posisi Chelsea terus merosot hingga saat ini menempati posisi ke-9 dengan 29 poin. Terpaut 11 poin dari Manchester United di puncak klasemen.

Karena itu, posisi Frank Lampard pun mulai goyah, dan nama Thomas Tuchel dikabarkan akan menggantikannya.

Nama mantan pelatih PSG ini memang merupakan salah satu pelatih muda berbakat yang memiliki segudang pengalaman dan prestasi.

Pelatih berusia 47 tahun ini sudah menggeluti dunia kepelatihan selama 11 tahun lebih sejak menangani Mainz 05 pada 2009 lalu.

Tuchel juga memiliki persentase kemenangan yang cukup apik. Dari 402 pertandingan yang sudah ia jalani sebagai pelatih, Tuchel memiliki presentase kemenangan sebesar 55,22 persen. Selain itu, Tuchel juga sudah mengoleksi 7 trofi.

Tuchel juga pernah membawa Mainz 05, yang saat itu banyak dihuni para pemain muda, finish di posisi ke-5 Bundesliga Jerman musim 2010/11.

Tentu saja dengan pengalaman ini, Tuchel dinilai sebagai sosok pelatih yang cocok menangani Chelsea yang . . . . . . juga bertaburkan pemain-pemain muda, seperti Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech, Tammy Abraham, hingga Christian Pulisic.

Di dalam hal strategi dilapangan, Thomas Tuchel lebih senang memainkan pola permainan berbasis penguasaan bola dengan pressing.

Ini bisa tercermin dari formasi yang biasa ia terapkan. Mulai dari 4-3-3 atau 4-2-3-1, yang sering diubahnya menjadi 2-3-5 atau 3-2-5. Dengan formasi ini, pemain bisa bergerak dengan bebas sambil mencari ruang dan memberi tekanan saat menyerang dan bertahan.

Dan kebetulan pula, Chelsea memiliki segidang persedian pemain top yang bisa mengaplikasikan strategi Tuchel di lapangan.

Meski demikian, Thomas Tuchel juga dikenal sebaga pribadi yang blak-blakan. Salah satu penyebab dirinya dipecat dari PSG adalah kabarnya karena perseteruannya dengan Direktur Olahraga Les Parisiens, Leonardo.

Bahkan dalam sebuah wawancaranya dengan media Jerman, Tuchel dianggap telah mempermalukan klub. Menurut Tuchel saat itu, ia tidak dianggap meski telah berhasil membawa PSG ke final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Tentu saja karakter Tuchel ini bisa saja membawa masalah bagi dirinya bila nanti memang ia benar menangani Chelsea.

Karena pemilik Chelsea, Roman Abramovich, juga merupakan sosok yang selalu menginginkan prestasi. Bagi Roman Abramovich, trofi adalah daya ukur kesuksesan klub.

x

Check Also

Minim Gol, Romelu Lukaku Tidak Seperti Pemain Berharga 115 Juta Euro

London – Performa Romelu Lukaku sebagai pemain berharga 115 juta euro mulai dipertanyakan karena mantan ...