Home > Berita Liga Inggris > Kieran Tierney Pantas Jadi Kapten Arsenal Jika Merujuk 5 Momen Ini

Kieran Tierney Pantas Jadi Kapten Arsenal Jika Merujuk 5 Momen Ini

Pemain Arsenal, Kieran Tierney, sedang kebanjiran pujian. Performanya waktu menghadapi West Brom di ajang Premier League akhir pekan kemarin membuat banyak orang terkesan termasuk sang pelatih, Mikel Arteta. Tierney menjadi pembuka keran gol Arsenal dalam pertandingan yang berhasil dimenangkan dengan skor 4-0 itu.

Tierney juga yang menutup pertandingan tersebut dengan assist gemilang untuk sang penyerang, Alexandre Lacazette. Setelah pertandingan, Mikel Arteta mengklaim kalau Tierney punya bakat untuk menjadi kapten masa depan the Gunners.

“Saya pikir dia bisa menjadi kapten,” buka Arteta seperti yang dikutip dari ESPN.

Anggapan itu akan menguat kalau melihat beberapa momen yang membuktikan kalau Tierney pantas jadi teladan buat rekan-rekan setimnya. Berikut informasinya, seperti yang disadur dari Planet Football.

Tierney selalu menunjukkan determinasinya saat berada di atas lapangan, entah dalam sesi latihan atau saat menjalani pertandingan. Pemain Arsenal sampai memberikan reaksi atas determinasi yang meluap-luap ini.

ESPN melaporkan kalau sejumlah pemain Arsenal meminta Tierney untuk menurunkan level agresivitasnya dalam sesi latihan. Momen itu terjadi bahkan saat Tierney baru menjalani latihan perdananya bersama Arsenal.

“Si anak muda ini datang jauh-jauh dari Skotlandia dan tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Dia akan menetapkan standar masa depan buat Arsenal,” kata Keown beberapa waktu lalu.

Pada Oktober 2019 lalu, Arsenal menelan kekalahan lewat drama adu penalti saat bertemu Liverpool di ajang Carabao Cup. Para pemainnya terlihat kecewa saat meninggalkan lapangan. Tapi Tierney punya rencana lain. Ia kemudian mempersiasi rekan-rekannya untuk mengapresiasi kehadiran fans yang telah setia menyaksikan pertandingan dari awal sampai akhir.

Bulan Januari merupakan momen saat Inggris memasuki musim dingin. Jelang menghadapi West Brom, pemain Arsenal terlihat menggunakan berbagai macam perlengkapan untuk membantu menghangatkan tubuhnya.

Perlengkapan itu mencakup sarung tangan, topi, sampai legging yang dikenakan selama . . . . . . melakukan pemanasan. Tapi tidak demikian dengan Tierney, yang terlihat menggunakan celana pendek dan kaos oblong.

“Memang seperti ini, bermain di Skotlandia dengan cuaca yang sedikit dingin, saya terbiasa dengan itu. Cuaca seperti ini tidak akan menyakitkan buat semua orang,” kata Tierney setelah pertandingan.

Melihat pesepakbola wara-wiri dengan item fesyen mahal tentu merupakan sebuah kewajaran. Mereka mendapatkan gaji setinggi langit sehingga mampu membeli barang-barang mewah dalam sekedip mata. Tas merupakan salah satu item fesyen wajib. Untuk memperkuat ‘kemewahannya’, mereka sering menggunakan tas produksi merek ternama seperti Louis Vitton dan Gucci.

Tapi tidak demikian dengan Tierney. Mantan pemain Glascow Celtic itu pernah terlihat di Bramall Lane sembari menggunakan tas carrier bermerek Tiesco. Di situs e-commerce luar negeri, tas itu hanya dibandrol dengan harga Rp.1,2 jutaan saja.

Ini menunjukkan kerendahan hati seorang Tierney, sebagai pengingat kalau dirinya belum berada di jalur kesuksesan. Dan akan terus membenahi performanya agar bisa mencapai titik itu. Tierney tidak sungkan-sungkan untuk membela rekan setimnya.

Termasuk saat Arsenal berhadapan dengan Leeds United pada bulan November 2020 lalu. Lebih tepatnya lagi, saat Nicolas Pepe mendapatkan kartu merah. Pemain Leeds, Ezgjan Alioski, memiliki peranan penting di balik kartu merah itu karena berhasil menghasut wasit. Saat melihat momen itu, Tierney turun tangan dan memarahi Alioski yang berusia lebih tua darinya.

 

x

Check Also

Delapan Pemain Brasil Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga Inggris Selama Dua Pekan

Jakarta – Buntut perseteruan antara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan beberapa klub Liga Inggris ...