Home > Berita Liga Inggris > Chelsea > Kai Havertz Tuai Kritikan Lagi, Kali Ini Dari Eks Defender Chelsea

Kai Havertz Tuai Kritikan Lagi, Kali Ini Dari Eks Defender Chelsea

London – Performa Kai Havertz di lapangan kembali mendapatkan kritikan pedas. Kali ini datang dari mantan bek Chelsea, Robert Huth.

Mantar defender yang pernah membela Chelsea pada periode 2002-2006 ini tidak hanya menyoroti performa Kai Havertz, namun juga soal gerak-geriknya yang ia nilai terlalu cuek.

Seperti diketahui, Th Blues mendatangkan Kai Havertz pada awal musim ini dari Bayer Leverkusen dengan harga awal 62 juta pounds, yang bisa naik hingga 71 juta pounds berkaitan dengan dengan bonus dan klausul lainnya. Ini membuat Kai Havertz menjadi pemain termahal kedua dalam sejarah klub.

Meski demikian, hingga sejauh ini Kai Havertz belum bisa menunjukkan kontribusi positifnya bagi Chelsea yang rela membayar mahal demi mendatangkannya ke Stamford Bridge.

Menurut Robert Huth, Kai Havertz terlihat cuek saja di lapangan meski dirinya kehilangan bola.

“Ia ada di sebuah klub besar dan mesti ia sendiri yang mewujudkan harapan terhadap dirinya. Sekarang adalah waktunya untuk membuktikan diri,” kata Robert Huth.

“Saya sama . . . . . . sekali tidak menyukai gerak-geriknya, ia terlihat santai. Memang ini baru tahun pertamanya, tapi terkadang ia tampak tak ambil pusing sama sekali. Ia kehilangan bola dan tidak berupaya merebutnya lagi. Ini memang masa-masa sulit tanpa kehadiran suporter, tapi harus ada yang menghentak dirinya,” sambung Huth.

“Ia butuh orang untuk menegaskan kepadanya apa yang dibutuhkan untuk bersinar Premier League. Jangan-jangan seisi ruang ganti Chelsea kelewat baik kepada dirinya,” tandas Huth.

Sejauh ini, Kai Havertz telah 16 kali bermain di ajang Premier League, namun baru satu gol yang ia cetak bagi Chelsea.

x

Check Also

Tuchel

Gara- Gara Badai Covid 19, Tuchel Minta Regulasi Lima Pergantian Pemain Diadakan Lagi

Jakarta – Kasus penularan COVID-19 meningkat di Inggris karena varian Omicron, banyak pertandingan Liga Inggris ...