Home > Berita Liga Indonesia > Gaji Tak Jelas, 5 Pemain Asing Liga 1 Ini Kemungkinan Bakal Hengkang

Gaji Tak Jelas, 5 Pemain Asing Liga 1 Ini Kemungkinan Bakal Hengkang

PSSI, pada rapat Komite Eksekutif (Exco) Rabu (20/1/2021), selain memutuskan pembatalan Shopee Liga 1 2020/2021, juga mengembalikan kontrak pemain kepada klub tergantung klausul keadaan kahar alias force majeure. Keputusan itu sangat merugikan pemain. Kalau dalam kontraknya terdapat klausul force majeure, risiko terbesar adalah pemutusan kontrak. Force majeure dalam sepak bola Indonesia disebabkan oleh kegagalan PSSI mendapatkan izin untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020/2021.
Klub tentu menafisirkan keadaan kahar dari PSSI untuk me-review kontrak pemain. Isi klausul force majeure setiap pemain dalam satu klub umumnya sama.

Klub bisa terbebas dalam ganti rugi, dalam hal ini memotong atau tidak menggaji pemain kalau dalam kondisi kahar. Siapa juga pemain yang ingin gajinya dipotong, terlebih tidak digaji atau bahkan kontraknya diputus berdasarkan klausul kahar. Apalagi pemain asing, yang jelas-jelas punya banyak pilihan untuk berkarier.
Kondisi ini bikin legiun impor gerah dan bisa meninggalkan Indonesia demi mencari pemasukan penuh.

Para pemain asing ini dapat berkarier di negara yang kompetisinya berjalan dengan normal. Lalu, siapa saja para pemain asing yang kemungkinan angkat kaki dari Shopee Liga 1 setelah keluarnya keputusan dari PSSI itu? Berikut rangkum lima di antaranya:

Marko Simic

Marko Simic kemungkinan tidak mau kontraknya di Persija Jakarta disesuaikan dengan klausul kondisi kahar. Bomber asal Kroasia itu diyakini memilih pindah demi menjaga pendapatannya. Simic bukan pemain sembarangan di Indonesia. Striker berusia 33 tahun itu adalah top scorer Liga 1 2019 dengan 28 gol.
Terbaru, Simic meminta Persija meminjamkannya ke klub lain. Striker bernomor punggung sembilan ini bisa pergi ke negara tetangga, lalu kembali setelah kompetisi musim ini dimulai.

Contohnya ke Malaysia atau Thailand. Simic bisa bermain di sana dan pulang ke Persija pada pertengahan tahun, sesuai proyeksi sepak mula kompetisi. Simic punya pengalaman bermain di Malaysia. Pada 2016-2017, ia pernah berkostum Negeri Sembilan dan Melaka United.

“Saya berencana untuk meminta Persija meminjamkan saya karena diprediksi kami tidak akan bermain hingga Juni 2021,” kata Marko Simic dalam wawancaranya dengan media Kroasia, Novilist.

“Saya pikir itu akan menjadi penting untuk mereka karena mereka ingin yang terbaik untuk saya. Yang terbaik untuk saya, saya harus bermain,” jelas Marko Simic.

Kontrak Marko Simic bersama Persija masih tersisa dua tahun lagi. Mantan personil Timnas Kroasia U-21 ini menandatangani perpanjangan kesepakatan selama tiga musim pada akhir 2019.

“Saya memiliki kontrak jangka panjang dan kalau situasi ini berlanjut, beberapa solusi harus dicari pihak klub dalam bentuk pinjaman,” kata Marko Simic.

“Mengingat bagaimana semua orang tahu tentang kontrak itu, mereka mungkin berpikir itu bukan pilihan untuk saya pindah. Karena itu, tidak ada yang tertarik kepada saya,” katanya.

Marco Motta

Marco Motta masih punya kontrak setahun lagi dengan Persija Jakarta. Tapi, sampai kapan setia menanti kelangsungan kompetisi?

“Di setiap bagian dunia, tentunya dengan kebijakan yang tepat mengenai situasi yang sulit seperti saat ini, mereka tetap bisa melanjutkan permainan. Mengapa hal ini masih tidak memungkinkan terjadi di Indonesia?” kata Marco Motta.

“Kapan kah pengumuman dari semua otoritas yang terkait tentang tanggal resmi dimulainya kembali? Saya menghormati keputusan yang dibuat, tapi saya benar-benar berusaha untuk memahami situasinya,” kata pemain berusia 34 tahun itu.

Dengan predikatnya sebagai bekas pemain kelas dunia, Motta tentu tidak ingin isi kontraknya berubah berdasarkan kondisi kahar. Bek asal Italia ini masih bisa dengan mudah menemukan klub baru yang mampu membayarnya secara penuh. Rekam jejak Motta, yang pernah membela AS Roma, Juventus dan Timnas Italia, diyakini masih bisa menarik minat klub-klub di ASEAN, terutama Thailand, yang hobi mendatangkan bekas bintang kelas dunia.
Atau, Motta bisa kembali berkarier di Italia karena masih layak untuk bermain di level kasta kedua atau Serie B.

Ezechiel N’Douassel

Kontrak Ezechiel N’Douassel bersama Bhayangkara Solo FC masih tersisa sampai akhir tahun ini. Tapi, bomber asal Chad itu tentu tidak mau menganggur terlalu lama dan gajinya terus-terusan dipotong. Sebagai pemain asing yang cukup beken, kualitas Ezechiel masih cukup oke. Dia punya atribut lengkap untuk menjadi bomber mematikan. Berpostur menjulang, kecepatan Eze di atas rata-rata striker tengah.
Dia juga berbahaya dalam kondisi satu lawan satu dengan pemain lawan. Sebelum singgah di Indonesia pada 2017, Ezechiel berkarier di Israel, Tunisia, dan Prancis.

Sambil menunggu kompetisi dimulai, Ezechiel bisa memanfaatkan waktu dengan bergabung ke tim lain lewat status pinjaman. Paling realistis, striker berusia 32 tahun itu bermain di Malaysia dan kembali ke Indonesia pada paruh musim kompetisi Negeri Jiran.

Wander Luiz

Wander Luiz sedang dalam performa luar biasa sebelum kompetisi musim lalu dihentikan. Bomber Persib Bandung itu mampu mencetak empat gol dari tiga penampilan. Persib sebaiknya meminjamkan Wander Luiz ke klub lain. Kalau terlalu lama tidak bermain, ia dikhawatirkan akan kehilangan sentuhan. Kontrak Wander Luiz bersama Persib akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan. Striker asal Brasil itu sebelumnya lama berkarier di Vietnam.
Tapi, Persib dikenal sebagai klub yang keras kepala meminjamkan pemain andalannya ke klub lain. Contohnya saat tim berjulukan Pangeran Biru itu menolak proposal dari klub Malaysia, Sabah FC, untuk Febri Hariyadi.

Jalan satu-satunya untuk Wander Luiz kembali bermain lagi adalah menunggu kontraknya bersama Persib berakhir. Dia bisa saja kembali ke Vietnam, kompetisi yang perjalanannya paling mulus di ASEAN selama pandemi COVID-19.

Wiljan Pluim

Kesetiaan Wiljan Pluim dengan PSM Makassar belum luntur. Walau hampir setahun tidak bermain, pemain asal Belanda itu tetap loyal. Beberapa waktu lalu, Pluim dikabarkan akan memperpanjang kontraknya bersama PSM Makassar. Walau begitu, ia terancam harus menghadapi klausul kahar sesuai dengan keputusan PSSI. Tapi, kualitas Pluim terlalu berharga kalau tidak dimanfaatkan. Dia bisa dibilang sebagai playmaker asing terbaik di Shopee Liga 1 saat ini.
Sebaiknya sembari menunggu kompetisi dimulai, Pluim bisa pergi ke klub lain semisal ke Malaysia. Dia pernah dikaitkan dengan tim dari Negeri Jiran pada 2018.

Pluim punya rekam jejak menjanjikan sebagai pemain asing. Dia sempat bermain di Eredivise Belanda Belanda Willem II Tilburg, Roda JC Kerkrade, dan sejumlah tim lainnya.

x

Check Also

PT LIB Bicara Peluang Gelar Turnamen Pramusim Untuk Klub Liga 2

Jakarta – Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, bicara soal kemungkinan adanya turnamen ...