Home > Berita Liga Indonesia > Demi Sepakbola, Yeyen Tumena Lepaskan Status PNS

Demi Sepakbola, Yeyen Tumena Lepaskan Status PNS

Jakarta – Bagi para pecinta sepak bola Tanah Air, pasti tidak asing lagi dengan sosok Yeyen Tumena. Mantan pemain Timnas Indonesia ini pernah membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia di musim 1999/2000.

Setelah itu, Yeyen Tumena ditarik oleh Persikota Tangerang. Di Tangerang, Yeyen Tumena tidak hanya menjadi pemain Persikota, tapi juga diangkat menjadi pegawai Dinas Tata Kota dan Bangunan Pemkot Tangerang.

Yeyen tergabung di Persikota sampai jelang musim 2003. Di periode ini, Yeyen sempat memperkuat tim nasional Futsal di Piala Asia 2002.

Saat masih di Persikota, Yeyen Tumena kemudian mendapatkan tawaran dari Perseden Denpasar. Pria yang kini berusia 44 tahun ini kemudian mencoba meminta izin cuti selama setahun kepada atasannya di Dinas Tata Kota dan Bangunan Pemkot Tangerang, namun permintaan Yeyen ini ditolak.

Yeyen Tumena akhirnya memutuskan melepaskan status PNS yang dimilikinya untuk memilih menerima tawaran Perseden, karena nilai kontrak yang ditawarkan sama dengan gaji Yeyen selama 10 tahun sebagai pegawai.

“Waktu itu saya berpikir kapan lagi bisa bermain bergabung klub Bali. Selain bermain, saya juga mendapat kesempatan menikmati indahnya wisata Bali saat libur latihan. Apalagi Paulus Krey, rekan saya di timnas futsal juga ikut merayu saya,” ungkap Yeyen Tumena.

Di Perseden, Yeyen Tumena bertahan hanya satu musim saja sebelum kemudian bergabung bersama Persebaya Surabaya jelang musim 2004.

Di Persebaya, Yeyen bertemu dengan dengan Jacksen Tiago rekan setimnya di PSM pada Liga Indonesia 1995-1996, yang saat itu sudah menjadi pelatih Persebaya. Di sana juga ada Hendro Kartiko dan Kurniawan Dwi Yulianto yang bersama Yeyen mempersembahkan trofi juara buat PSM di musim 1995-1996.

“Saat itu saya merasa ada peluang kembali juara bersama Hendro dan Kurniawan. Terbukti Persebaya akhirnya juara,” tutur Yeyen.

Setelah semusim bersama Persebaya Surabaya, Yeyen Tumena kemudian berpindah ke beberapa klub lagi, seperti PSMS Medan, Persija Jakarta dan Persma Manado. Di Persma Manado inilah kemudian Yeyen Tumena akhirnya memutuskan gantung sepatu dan menjadi staf marketing di PSSI bagian promosi.

Pada saat itu, Yeyen juga mulai menambah pengetahuannya dengan mengikuti kursus kepelatihan. Yeyen juga sempat menjadi Direktur Teknik Bhayangkara FC dan bersatus carateker pelatih Timnas Indonesia.

Setelah banyak merasakan suka duka sebagai pemain sepak bola, Yeyen Tumena kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pelatih Profesional Sepak Bola Indonesia (APPSI), dan sesekali menjadi komentator sepak bola pada sejumlah stasiun televisi swasta.

“Misi utama APPSI adalah sebagai wadah advokasi, mengangkat harkat dan martabat pelatih lokal Indonesia,” kata Yeyen Tumena.
Menurut keterangan Yeyen, jumlah pelatih yang terdaftar di APPSI mencapai 2.000 orang.

“Jumlah itu bisa mencapai 3.000 orang kalau ditambah dengan jumlah pelatih di level grassroots,” ungkap Yeyen.

Lebih jauh Yeyen menambahkan, banyak para pelatih sekolah sepak bola yang belum mengantongi lisensi kepelatihan karena terkendala biaya atau belum mengetahui informasi tentang itu.

x

Check Also

PT LIB Bicara Peluang Gelar Turnamen Pramusim Untuk Klub Liga 2

Jakarta – Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, bicara soal kemungkinan adanya turnamen ...