Home > Berita Liga Indonesia > APPI Desak PSSI Segera Memutuskan Kejelasan Kompetisi

APPI Desak PSSI Segera Memutuskan Kejelasan Kompetisi

Jakarta – Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) akhirnya angkat bicara terkait berlarut-larutnya ketidakjelasan kompetisi sepak bola di Indonesia yang ada akhirnya merugikan para pemain.

Terkait hal ini, APPI telah mengirimkan surat resmi kepada PSSI pada Selasa (6/1/2021) lalu, agar PSSI segera memberikan keputusannya.

Menurut keterangan General Manager APPI Ponaryo Astaman, dalam surat tersebut APPI hanya menanyakan kepada kepada PSSI terkait nasib Liga 1 dan Liga 2, apakah akan dihentikan atau dilanjutkan.

Ponaryo Astaman menambahkan, dalam surat tersebut juga dicantumkan sejumlah permasalahan yang timbul akibat ketidakjelasan lanjutan kompetisi.

’’Selain laporan beberapa pemain yang telah diputus kontrak dan dibubarkan timnya, ada konfirmasi tentang isu regulasi yang mengatakan pemain tidak dapat pindah klub lain dalam lanjutan liga nanti. Ini jelas melanggar aturan FIFA,’’ jelas Ponaryo.

Ponaryo juga menegaskan, walaupun kompetisi nantinya akan dihentikan atau dilanjutkan, laporan yang masuk ke APPI akan tetap diproses.

’’Analoginya, saya punya utang tiga bulan ke Anda, lalu bulan ini distop, masak utang yang kemarin dianggap lunas? Tidak kan, tetap berlanjut utangnya,’’ ujarnya.

Ponaryo juga menyinggung soal permasalahan pemain yang memiliki kontrak jangka panjang dimana klub tetap harus membayar kontaknya meski kompetisi . . . . . . dihentikan.

’’Karena itu, kami mendesak agar ada keputusan cepat mengenai kompetisi. Berdasar keputusan tersebut, nanti dibicarakan lagi antarklub dan pemain yang terikat kontrak jangka panjang. Itulah pentingnya keputusan,’’ paparnya.

Karena itu Ponaryo kembali menegaskan betapa pentingnya keputusan PSSI yang akan diambil pada rapat Exco, pertengahan Januari nanti.

Sebab dimasa ketidakjelasan ini, klub yang paling banyak dirugikan karena mereka diwajibkan membayar pemain yang masih terikat kontrak.

’’Jangan salahkan pemain, karena itu konsekuensinya. Ini yang harus dimengerti PSSI,’’ tandasnya.

Ponaryo juga mengingatkan agar bila PSSI mengambil keputusan untuk kembali menggelar kompetisi supaya dihitung pula masa persiapan bagi tim.

’’Sebab, jika waktu persiapan singkat, ada risiko tinggi pemain cedera. Kalau cedera, cost-nya yang nanggung siapa lagi kalau bukan klub,’’ pungkasnya.

x

Check Also

RANS Cilegon FC Lolos ke Liga 1, Gading Marten Tantang Raffi Ahmad

Jakarta – RANS Cilegon FC berhasil promosi ke Liga 1 setelah sukses mengalahkan PSIM Yogyakarta ...