Home > Berita Liga Indonesia > Bali United > Antusiasme Penonton Yang Membuat Teco Betah di Indonesia

Antusiasme Penonton Yang Membuat Teco Betah di Indonesia

prediksi jitu

Denpasar – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengaku pertama kali jatuh hati dengan sepak bola Indonesia adalah karena antusiasme penontonnya.

Seperti diketahui, saat ini nama Stefano Cugurra Teco dianggap sebagai pelatih yang paling disegani karena Stefano Cugurra Teco berhasil membawa Persija Jakarta dan Bali united menjadi juara Liga 1.

Pada tahun 2018, Stefano Cugurra Teco berhasil membawa Persija Jakarta meraih trofi Liga 2018. Sedangkan di tahun berikutnya, giliran Bali United yang ia bawa menjadi juara Liga 1 2019.

Meski demikian, Stefano Cugurra Teco mulai berkarir di Indonesia sebagai pelatih fisik dan kemudian asisten pelatih tim Persebaya Surabaya.

Saat bersama Persebaya inilah, Stefano Cugurra Teco mengaku langsung senang dengan atmosfer kompetisi sepak bola di Indonesia.

“Pertama kali datang ke Indonesia saya baru selesai kontrak di Singapura,” kata Teco dalam wawancaranya bersama channel Youtube Bali United.

“Waktu saya datang, kita punya Piala Bang Yos di Jakarta. Persebaya ada di final lawan Persija di Gelora Bung Karno. Saya lihat ada dua suporter, hijau Bonek. Lalu Persija ada Jakmania dengan oranye,” kenang Teco.

“Stadion sangat penuh saat itu. Sementara saya datang dari Singapura di mana pertandingan sepak bola tidak dilihat banyak penonton. Stadion juga lebih kecil. Saya langsung berpikir atmosfer pertandingan sepak bola di Indonesia begitu bagus,” lanjutnya.

Meski demikian, Stefano Cugurra Teco juga mengaku cukup sulit untuk beradaptasi saat pertama kali datang ke Indonesia. Ia bahkan menilai adaptasi di Indonesia terasa lebih sulit dibangding saat ia berada di Singapore.

“Tidak terlalu mudah (adaptasi di Indonesia). Kalau Singapura negara kecil, pulau kecil. Orang-orang di sana berbicara bahasa Inggris, jadi saya lebih mudah adaptasi,” cerita Teco.

“Saat pertama datang ke Indonesia tidak banyak orang bisa bahasa Inggris di Persebaya. Saya akhirnya belajar bahasa Indonesia, agar komunikasi lebih bagus,” sambungnya.

“Saat itu ada beberapa pemain bisa bahasa Italia. Ada satu pemain asal Brasil yang sangat bantu saya bisa bahasa Indonesia,” tambahnya.

Setelah pengalaman pertamanya bersama Persebaya, Stefano Cugurra Teco justru lebih memilih menjadi pelatih di klub Thailand, seperti Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, hingga Royal Thai Navy.

Pada 2017, Stefano Cugurra Teco memilih kembali ke Indonesia dan melatih Persija Jakarta.

Baru pada tahun 2019, Stefano Cugurra Teco beralih melatih Bali United. Teco juga telah meneken perpanjangan kontraknya bersama Bali United hingga tahun 2021.

“Tahun pertama 2019, kita bisa juara (Liga 1). Lalu 2020 tidak bisa apa-apa semua kompetisi terhenti. Kita sudah kehilangan setahun,” kelas Teco.

“Harapan saya, tahun 2021 lebih bagus dari 2020. Bali United bisa prestasi lagi. Meskipun kita sudah juara Liga 1, pasti kita mau lebih. Seperti punya prestasi level internasional. Tapi tentu saja tetap kerja keras di Liga 1,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bali United Buru Pemain Asing Baru jelang Piala AFC 2021

Denpasar – Bali United saat ini tengah membidik pemain baru yang akan menggantikan posisi Paulo ...