Home > Berita Liga Inggris > Solskjaer Tak Ingin Sesumbar Soal Peluang Juara MU

Solskjaer Tak Ingin Sesumbar Soal Peluang Juara MU

Manchester United semakin mendekati peluang untuk menjuarai gelar Liga Inggris musim ini. Tapi, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan kalau harapan itu masih terlalu dini. Manchester United kembali membuktikan keperkasaannya saat melawan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Rabu (30/12/20).
Pertandingan keduanya berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Setan Merah.

Kedua tim sama-sama spartan sejak awal babak pertama. Tapi, Manchester United akhirnya membawa pulang tiga poin setelah Marcus Rashford mencetak gol setelah mendapat bola rebound dari kiper lawan. Hasil ini membuat tim Ole Gunnar Solskjaer menghuni peringkat dua di klasemen sementara dengan 30 poin.
Mereka saat ini menempel ketat sang juara bertahan Liverpool yang berada di posisi satu dengan raihan 32 poin.

Dengan posisinya itu, Setan Merah pun semakin diunggulkan untuk menyaingi Liverpool di dalam memperebutkan gelar juara Liga Inggris. Ole Gunnar Solskjaer, yang dimintai pendapatnya soal ini, mengatakan tidak perburuan gelar di paruh pertama musim ini.

“Ini bukanlah perburuan gelar setelah (melakoni) 15 pertandingan,” kata Solskjaer, seperti dilansir dari Sport Mirror.

“Anda bisa kehilangan kesempatan untuk bersaing dalam 10 pertandingan pertama, tentu saja, tapi memainkan 15 pertandingan lagi, mendapatkan 30 poin dan kemudian mulai bicara soal perburuan gelar, seharusnya dilakukan Maret atau April nanti,” katanya.

Pelatih asal Norwegia itu juga menekankan kalau timnya masih butuh perjuangan ekstra untuk bisa mencapai tahap perburuan gelar itu, terutama saat mereka berhasil mengakhiri paruh pertama musim dengan hasil memuaskan. Lebih dari itu, dia juga merasa para pemain asuhannya punya kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa . . . Gabung . . . menang melawan tim manapun, demi poin yang membuka peluang untuk juara Liga Inggris.

“Kami memiliki tim yang lebih kuat, baik secara mental maupun fisik. Kami sudah melalui beberapa periode latihan yang sulit dan mereka semakin bugar,” kata Solskjaer.

“Dan secara mental, tentu saja, ini memotivasi Anda untuk mengetahui kapan Anda bisa memenangkan pertandingan pada akhirnya.”

Memang. Sebelum Man United berhasil menempati urutan kedua di klasemen, mereka sempat dikritik sebagai skuat mahal yang tidak mampu bersaing, sampai Ole Gunnar Solskjaer menghadapi ancaman pemecatan. Tapi, Man United pelan-pelan mulai menghanyutkan rival. Kekalahan dari Arsenal 0-1 pada 1 November 2020 menjadi titik balik.
Pasalnya sejak kekalahan itu Paul Pogba dkk tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan, termasuk meraih tujuh kemenangan.

Ini menjadi ancaman besar bagi Liverpool, yang hanya berjarak dua angka dari Man United. Man United bisa mengambil alih klasemen Liga Inggris dengan mengalahkan Aston Villa, dan apabila Liverpool gagal menaklukan Newcastle. Kalau Liverpool dan Man United sama-sama meraih kemenangan di pekan ke-17, maka pertemuan Liverpool vs Man United di Anfield pada 17 Januari mendatang akan jadi penentu puncak klasemen.

x

Check Also

premier league

Peraturan Baru Yang Berhubungan Dengan VAR Dan Penalti Dalam Premier League 21/22

Inggris – Menjelang berlangsungnya musim baru, akan ada yang baru didalam Premier League musim depan. ...