Home > Berita Liga Indonesia > Selain Ryuji Utomo, Klub Malaysia Juga Incar 5 Pemain Indonesia Ini

Selain Ryuji Utomo, Klub Malaysia Juga Incar 5 Pemain Indonesia Ini

Ryuji Utomo telah resmi dipinjamkan ke Penang FC pada Selasa (1/12/2020). Bek berusia 25 tahun dipinjamkan selama setahun penuh sampai Desember 2021. Kepindahan Ryuji seolah menjadi awal gelombang kepindahan beberapa pemain Indonesia lainnya ke Liga Malaysia.

Hal ini dikarenakan tidak adanya kompetisi di Indonesia. Liga 1 dan Liga 2 2020 direncanakan bergulir pada Februari 2021. Liga Malaysia jadi tawaran menarik buat para pesepak bola Indonesia karena tidak terlalu jauh dari kampung halaman.

Saat ini ada setidaknya 5 pemain yang dirumorkan akan berkarier di negeri jiran musim depan.

1. Riko Simanjuntak

Setelah Ryuji Utomo, pemain Persija Jakarta lain yang diberitaan ke Liga Malaysia adalah Riko Simanjuntak. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh sang pemain, yang mengaku mendapat tawaran dari beberapa klub luar negeri, salah satunya adalah dari Malaysia.

“Ya memang ada beberapa tawaran klub dari negara luar tapi belum pasti karena ada kontrak juga di Persija dua tahun,” kata Riko Simanjuntak.

“Tawaran itu kemarin ada dari Korea, Malaysia, Thailand,” kata mantan pemain Semen Padang itu.

Walau begitu belum ada klub Malaysia yang secara terang-terangan mengaku tertarik mendapatkan jasa winger lincah itu.

2. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly juga dikabarkan jadi bidikan klub-klub Malaysia karena kontraknya di Bali United segera habis pada Desember 2020. Salah satu klub Liga Malaysia, Kedah FA dikabarkan membidik pemain yang memiliki keturunan Belanda ini. Dalam pernyataannya, Lilipaly mengatakan kalau ia memiliki kesempatan besar meninggalkan Bali United setelah kontraknya habis.

“Hanya Tuhan yang tahu, tapi kesempatan saya bertahan di Bali United tidak terlalu besar untuk saat ini,” tegas Stefano Lilipaly.

“Sebelum Covid-19, rencana saya adalah tetap di sini (Bali United) sampai saya mengakhiri karier saya, tapi karena keadaan banyak yang telah berubah.”

“Tapi kita akan lihat. Saya siap tapi Tuhan yang membuat jalan,” kata Stefano Lilipaly.

3. Hansamu Yama

Bek Persebaya Surabaya, Hansamu Yama juga jadai komoditi transfer panas untuk Liga . . . Gabung . . . Malaysia akhir-akhir ini. Pahang FA disebut-sebut sebagai peminat utama mantan kapten timnas Indonesia itu. Walau begitu, Hansamu mengaku masih fokus bersama Persebaya Surabaya.

“Saya tidak tahu, tidak mengurusi hal itu,” kata pemain asal Mojokerto itu.

“Bagi saya yang terpenting fokus untuk Persebaya. Saya juga masih terikat kontrak dengan Persebaya,“ katanya.

4. Evan Dimas

Pemain Persija Jakarta lainnya, Evan Dimas banyak dikaitkan dengan kepindahan ke Terengganu FC. Bahkan Chief Operating Officer (COO) Terengganu FC, Sdn Bhd, Mohd Sabri Abas, secara blak-blakan mengakui rencana transfer itu kepada media Malaysia, Berita Harian. Tapi ia mengakui kalau harga Evan terlampau tinggi bagi klubnya.

“Sebelumnya kami mencari pemain dari ASEAN karena kami sangat perlu untuk memenuhi kuota yang ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM),” kata Mohd Sabri Abas seperti dikutip dari Berita Harian.

“Tapi, karena harga yang ditawarkan untuk mendapatkan jasa pemain (Evan Dimas) tidak sesuai dengan kapasitas (keuangan). Jadi, kami tidak ingin mengambil pemain dari Indonesia,” katanya.

Walau Terengganu mengonfirmasi urung merekrut Evan, Evan tetap diberitakan diminati klub Malaysia lain.

5. Andik Vermansah

Andik Vermansah jadi pemain terbaru yang dirumorkan akan kembali ke Liga Malaysia musim 2021. Akun pendukung Malaysia di instagranm, @ekorharimaumalaya.my mengunggah percakapan dengan Andik Vermansah.

Pemain Bhayangkara FC itu mengaku sudah berkontak dengan salah satu klub Malaysia, tapi dirinya tidak boleh memberitahukan siapapun karena belum resmi. Andik pernah berkarier di Malaysia sejak 2014-2018 dengan membela dua klub, FA Selangor dan Kedah FA.

x

Check Also

Ganti Sponsor Baru, Logo Liga 1 2021/22 Berubah Jadi Biru

Jakarta – Pada kompetisi Liga 1 2021/22 mendatang, kabarnya akan berganti sponsor, yang sebelumnya disponsori ...