Home > Berita Liga Indonesia > Rumah Dinas Wakil Bupati Dirusak Suporter Usai Boyong PSG Ke Pati

Rumah Dinas Wakil Bupati Dirusak Suporter Usai Boyong PSG Ke Pati

Aksi penyerangan oleh kelompok suporter sepak bola menimpa Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin. Rumah dinas dan hotelnya dirusak massa, Minggu (13/12/20) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kuat dugaan, penyerangan tersebut terkait dengan Saiful Arifin yang membeli Putra Sunan Giri (PSG). Klub asal Gresik, Jawa Timur itu dikabarkan akan berhome base di Pati di kompetisi Liga 2 musim 2021.

Dari informasi yang diterima, insiden penyerangan itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB oleh selompok massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang.

Anggota Satpol PP yang menjaga rumah dinas tersebut mengatakan jika massa menggunakan atribut kelompok suporter Patifosi yang merupakan suporter Persipa Pati.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini. Namun akibat penyerangan ini, dilaporkan terjadi kerusakan pada taman dan kaca hotel juga kaca mobil yang terparkir di halaman hotel tersebut.

Dari cuplikan video berdurasi 15 detik yang beredar di media sosial, terlihat sekelompok massa sambil berjalan beramai-ramai membentangkan kain putih bertuliskan Persipa.

Hanya saja tidak terlihat jelas tulisan apalagi yang tertera pada kain tersebut. Lampu identitas tulisan The Hotel Safin yang terletak di depan bangunan hotel juga tampak rusak pada huruf E pada kata hotelnya. Terkait perusakan ini, pihak Hotel Safin tidak berkomentar banyak.

“Semua kita serahkan kepada pihak berwajib yaitu pihak kepolisian,” kata General Manager The Safin Hotel, Udi Martono, Minggu (13/12/20).

Ketua Patifosi, Dian Dwi Budianto mengakui jika anggotanya melakukan . . . Gabung . . . aksi di depan Hotel Safin ini. Namun, dirinya berkilah tak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Namun saat saya tanya kepada teman-teman yang ikut aksi, mereka niatnya hanya ingin ngechant atau nyanyi dan orasi saja. Kalau akhirnya terjadi pelemparan dan perusakan, kita akan bantu pihak kepolisian mencari pelakunya,” kata Dian.

Terkait adanya perusakan dan pelemparan itu, dia menyayangkan hal ini terjadi. Pasalnya, menurut Dian, ini akan membuat nama Patifosi menjadi buruk.

“Saya sendiri sudah dimintai keterangan di Polres sekitar pukul 03.00 WIB tadi. Dan saat ini, masih ada sekitar 21 anggota kami yang masih dimintai keterangan terkait hal ini,” paparnya.

Dikatakannya, aksi tengah malam itu dilakukan anggota Patifosi untuk mempertanyakan kejelasan ke Ketua Umum Persipa Pati, Saiful Arifin yang juga adalah Wakil Bupati Kabupaten Pati.

“Apalagi saat ini beliau sudah membeli tim Liga 2. Kami khawatir persiapan Persipa jadi tidak maksimal kalau nanti mepet-mepet pelaksanaan Liga 3,” kata Dian.

x

Check Also

Liga Belum Juga Bergulir, Pesepak Bola Kirim Surat Terbuka ke Presiden Jokowi

Jakarta – Sejumlah perwakilan pemain sepak bola yang tergabung di dalam Asosiasi Pesepak Bola Profesional ...