Home > Berita Liga Indonesia > Program Garuda Select Mendapat Kritikan Usai Kisruh Transfer Bagus Kahfi

Program Garuda Select Mendapat Kritikan Usai Kisruh Transfer Bagus Kahfi

prediksi jitu

Setelah kasus Bagus Kahfi, Barito Putera, dan FC Utrecht viral di media, pengamat sepak bola Akmal Marhali turut memberikan kritikan pedas untuk program Garuda Select. Garuda Select adalah program pembinaan pemain usia muda, lewat seleksi nasional yang diadakan ketat, untuk kemudian para pemain bisa berlatih sepak bola dan menjalani pertandingan uji coba di Eropa.

Nyatanya, mayoritas pemain Garuda Select yang lolos seleksi adalah pemain jebolan Liga 1 U-18, sehingga beberapa dari mereka sudah punya kontrak di klub, termasuk Bagus Kahfi di Barito Putera. Sehingga, saat Garuda Select memberikan peluang untuk pemainnya bergabung di tim Eropa, langkah ini tidak sepenuhnya berjalan mulus karena ada kontrak yang mengikat sang pemain.

Pengamat sepak bola, Akmal Marhali, pun meminta PSSI selaku induk sepak bola nasional, untuk mengaji ulang tujuan program Garuda Select, apakah selaras dengan kepentingan timnas Indonesia atau bisnis.

“PSSI harus meninjau ulang program Garuda Select, dari mulai visi dan misi sampai tujuan,” kata Akmal Marhali.

“Jangan seperti sekarang, jalan masing-masing, pelatih juga masing-masing, akhirnya tidak sinkron dengan kepentingan timnas Indonesia. Yang menonjol akhirnya proyek bisnis, akhirnya bikin pusing,” jelasnya.

“Semua harus jelas dari awal, arah dan tujuannya, termasuk status pemainnya. Jangan sampai kasus Bagus Kahfi terulang, cukup dijadikan pelajaran,” kata Akmal Marhali.

Sejatinya, selain Bagus Kahfi, Garuda Select juga menyalurkan Brylian Aldama bermain di HNK Rijeka di Liga Kroasia. Bedanya, mantan pemain Persebaya Surabaya itu tidak terikat kontrak dengan klub Liga 1 mana pun.

x

Check Also

PS Hizbul Wathan Terpaksa Lakukan Ini Karena Liga 2 Belum Jelas

Sidoarjo – PS Hizbul Wathan (PSHW) yang berkompetisi di Liga 2 memutuskan untuk memutus kontrak ...