Home > Berita Liga Indonesia > Arema FC > Petinggi Arema Menyebut Pemain Yang Main Tarkam Tak Hanya Cari Uang Semata

Petinggi Arema Menyebut Pemain Yang Main Tarkam Tak Hanya Cari Uang Semata

Malang – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menyebutkan bahwa maraknya para pemain Liga 1 dan Liga 2 yang mengikuti turnamen antar kampung (tarkam) bukan disebabkan hanya karena uang.

Menurut Ruddy, Arema sendiri masih tetap memenuhi kewajibannya dengan menggaji para pemainnya sebesar 25 persen selama penundaan kompetisi, seperti yang telah ditetapkan PSSI.

“Saya yakin, motif uang itu adalah nomor dua. Karena sepak bola selain pekerjaan, adalah hobi juga ya,” kata Ruddy Widodo, Jumat (4/12/20).

Ruddy menambahkan, banyak pemain yang mengikuti tarkam karena mereka sudah rindu untuk bermain bola lantaran lamanya kompetisi terhenti di Tanah Air.

“Mungkin kaki mereka sudah sangat gatal untuk segera bertanding karena sepak bola di mana-mana sedang susah,” ujar Ruddy.

Sementara, manajemen Arema FC sendiri tidak dengan tegas melarang para pemain mengikuti tarkam, namun juga tidak mengizinkan secara . . . Gabung . . . resmi.

“Memperbolehkan dengan catatan ya, risiko ditanggung sendiri. Tapi toh mereka semua sudah paham soal itu,” pungkas Ruddy Widodo.

Sementara itu, para pemain Arema FC sampai saat ini masih diliburkan hingga awal tahun depan karena belum jelasnya kelanjutan kompetisi Liga 1 2020/21.

Arema FC sebelumnya juga sudah memastikan untuk memperpanjang masa libur tim hingga pergantian tahun sebagai imbas dari ketidakjelasan kompetisi Liga 1 2020.

x

Check Also

Jadwal Lengkap Arema FC di Liga 1 2021/22

Malang – Kompetisi Liga 1 2021/22 akan segera digelar pada 9 Juli 2021 mendatang. Laga ...