Home > Berita Bola > Bola Internasional > Pemain Ini Tak Menyesali Sikapnya Yang Pernah Menolak Hormati Maradona

Pemain Ini Tak Menyesali Sikapnya Yang Pernah Menolak Hormati Maradona

Jakarta – Di saat seluruh pemain sepak bola memberikan penghormatan kepada mendiang Diego Maradona sebelum laga di mulai, pemain di Viajes InterRias FF, Paulo Dapena, justru menolaknya.

Saat laga yang mempertemukan Viajes dan Deportivo La Coruna, ada waktu satu menit untuk mengheningkan cipta menjelang pertandingan guna menghormati meninggalnya Maradona.

Di saat momen itu, Paulo Dapena justru memilih duduk dan membalikkan badan di saat teman-temannya berdiri memberikan penghormatan.

Menurut pengakuan Dapena, dirinya harus menunjukkan pendiriannya karena Maradona dipandangnya sebagai pelaku kekerasan dalam rumah tangga, setelah beredarnya video pada 2014 yang menunjukkan sang bintang memukul kekasihnya, Rocio Oliva.

Sementara itu, Maradona meninggal dunia bersamaan dengan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Internasional.

“Untuk para korban, tidak ada semenit pun mengheningkan cipta, jadi jelas saya tidak sudi berdiam diri satu menit untuk seorang pelaku kekerasan,” tegas Dapena.

Tentu saja aksi Dapena ini mendapatkan banyak perhatian. Ada yang mendukungnya, namun tidak sedikit juga yang tidak setuju, bahkan mengancamnya.

“Tidak hanya saya yang menerima pelecehan melalui jejaring sosial, tapi juga rekan-rekan saya,” ungkap Dapena kepada wartawan.

“Kami tidak hanya mengalami pelecehan, ada juga ancaman pembunuhan dan ancaman seperti ‘Saya akan menemukan alamat Anda dan saya akan mengunjungi rumah Anda dan mematahkan kaki Anda’,” ujar Dapena.

Dapena kemudian mengungkapkan bagaimana ia memandang Maradona sebagai pemain dan pribadi.

“Maradona, dalam sepakbola, menurut . . . Gabung . . . saya ia memiliki keterampilan dan kualitas yang spektakuler. Namun, sebagai pribadi, ia meninggalkan banyak hal negatif,” ucap Dapena.

“Jadi, berdiam diri selama satu menit dan memberi penghormatan padanya bertentangan dengan prinsip diri saya. Saya tidak bisa melakukannya,” lanjut Dapena.

“Untuk menjadi atlet yang baik Anda harus memiliki nilai-nilai dan menjadi pribadi yang baik. Pesepakbola sekarang adalah pribadi sebelum menjadi pesepakbola, terlebih jika ia adalah idola banyak orang sepertinya,” sambungnya.

“Anda tidak bisa memutuskan tautan satu hal dari yang lain. Ada hal-hal yang bisa dipisahkan dari tautan, ada yang tidak bisa,” ucap Dapena.

Karena itu, Dapena berharap ancaman kekerasan terhadap dirinya tidak serius. Namun, ia akan mengambil tindakan bila hal itu mulai mengganggunya.

“Mungkin saya akan mengekspos orang-orang di jejaring sosial agar akun mereka dihapus,” katanya.

“Jika bisa, saya akan melaporkan mereka, tapi saya ragu itu akan berhasil. Saya akan mencobanya untuk melihat apa yang bisa dilakukan,” pungkas Dapena.

x

Check Also

Prediksi Belanda vs Montenegro, 5 September 2021, Kualifikasi Piala Dunia 2022

Jakarta – Dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grip G, Minggu (5/9/2021) ...