Home > Berita Liga Indonesia > Persebaya Surabaya > Mural Persebaya Dihapus, Kepala Satpol PP Surabaya Minta Maaf Ke Bonek

Mural Persebaya Dihapus, Kepala Satpol PP Surabaya Minta Maaf Ke Bonek

Surabaya – Permasalahan penghapusan mural yang dibuat suporter Persebaya Surabaya, atau Bonek, akhirnya bisa terselesaikan dengan permintaan maaf yang dilakukan oleh Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto.

Seperti diketahui, kelompok suporter Bonek dibuat gusar dengan penghapusan mural yang mereka buat di kawasan Karah, Surabaya, pada Senin (21/12/2020).

Mural yang dibuat oleh bonek Tribun Kidul ini bertuliskan “Karanggayam is our history”, yang berarti ‘Karanggayam adalah sejarah kami’.

Setelah dihapus, kini tembok tersebut rata dengan cat berwarna putih. Bonek kemudian menyayangkan dihapusnya logo Persebaya yang bermakna penting.

Sebelumnya juga pernah terjadi penghapusan mural Persebaya di tembok sungai kawasan Jogoloyo, Surabaya. Bonek menduga pelaku penghapusan adalah anggota Satpol PP Kota Surabaya.

Karena itu kelompok Bonek kemudian menyampaikan tuntutan agar Satpol PP Surabaya bertanggungjawab dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas penghapusan seni mural arek-arek Bonek.

Empat koordinator Bonek dari Green Nord, Bonek Tribun Timur, Bonek Tribun Kidul, dan Bonek Gate 21, mendatangi kantor Satpol PP Surabaya, pada Selasa (22/12/2020).

Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto, yang menerima langsung kedatangan mereka kemudian menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang telah terjadi.

“Saya menerima pernyataan sikap dari teman-teman Bonek. Saya menyampaikan permohonan maaf apabila ada miskomunikasi terkait teman-teman menyuarakan hatinya terhadap permasalahan Persebaya,” kata Eddy.

“Saya secara pribadi maupun institusi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Selanjutnya, Satpol PP dan Bonek akan bersinergi dalam rangka membuat Surabaya menjadi kota aman, tertib, dan beradab,” sambungnya.

Mural yang dibuat oleh para kelompok Bonek ini membawa pesan bahwa Karanggayam alias Wisma Eri Irianto merupakan tempat bersejarah bagi Persebaya Surabaya.

Dulunya, Karanggayam merupakan mes lama Persebaya Surabaya sekaligus wadah pembinaan sepak bola muda sejak era Perserikatan.

Menurut keterangan Koordinator Bonek Tribun . . . Gabung . . . Kidul, Devara Noumanto, pihaknya telah meminta izin kepada pemilik tembok dan Ketua RW setempat sebelum mmebuat, dan mereka diizinkan asalkan tidak menyangkut SARA dan ujaran kebencian. Mural tersebut kemudian selesai pada Jumat (18/20/2020).

“Kami tetap pada jalur awal untuk membuat mural yang kreatif dan bersinergi bersama dengan Satpol PP terkait tembok yang bisa dan tidak dibuat mural. Kami juga menunggu janji kepala Satpol PP Surabaya yang berjanji mencarikan tempat reklame buat aksi Bonek terkait Save Karanggayam,” ucap pria yang lebih akrab disapa Sinyo ini, Selasa (22/12/2020).

Penghapusan diduga dilakukan oleh Satpol PP karena status Karanggayam masih dalam sengketa antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Persebaya.

Dalam kasus ini pihak Persebaya Surabaya dimenangkan. Pemkot Surabaya kemudian melakukan banding, namun ditolak.
Kasus ini kemudian oleh Pemkot Surabaya dibawa ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung pada 30 November lalu.

Menurut Koordinator Green Nord, Husin Ghazali, berharap agar Satpol PP berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak Bonek karena mural yang mereka buat juga telah mendapatkan izin dan tidak menyinggung SARA.

“Permasalahan sengketa itu biarlah menjadi urusan Pemkot Surabaya dan pihak Persebaya. Biarkan proses hukum berjalan. Kami hanya berkreasi dan menghias kota kami sendiri. Semoga hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” ucap Husin Ghazali.

x

Check Also

Kompetisi Liga 1 2021/22 Ditunda, Rencana Uji Coba Persebaya Batal

Surabaya – Persebaya Surabaya memutuskan untuk menunda rencana laga uji cobanya untuk seminggu ke depan, ...