Home > Berita Liga Italia > Milan Bukan Bergantung Pada Ibrahimovic, Tapi Simon Kjaer

Milan Bukan Bergantung Pada Ibrahimovic, Tapi Simon Kjaer

Kalau mau menyebut satu pemain sebagai “Tuhannya”, AC Milan ternyata lebih pas berpaling pada bek Simon Kjaer dan bukan striker Zlatan Ibrahimovic. Sejak datang pada paruh kedua kompetisi lalu, Zlatan Ibrahimovic langsung mengubah AC Milan. Zlatan Ibrahimovic mencetak banyak gol, membimbing pemain muda, dan menanamkan mental yang lebih tangguh kepada para pilar AC Milan.

Hasilnya AC Milan hanya kalah sekali dalam berbagai kompetisi sejak sepak bola Italia membuka pintu lockdown pada Maret lalu. Saat ini tim asuhan Stefano Pioli sedang memimpin klasemen Liga Italia dan lolos ke babak 32 besar Liga Europa sebagai juara grup. Sesuai karakternya yang sering menunjukkan kepongahan, Zlatan Ibrahimovic pun kerap menyebut dirinya sebagai “Tuhannya” AC Milan yang sedang on-fire ini.

Tapi, AC Milan saat ini sedang tersendat dengan hanya meraih hasil imbang dalam dua laga terakhir di Liga Italia menghadapi Parma dan Genoa. Hasil-hasil minor ini lantas dikaitkan dengan absennya Ibra karena mengalami cedera. Tapi, mengatakan AC Milan tergantung pada Ibrahimovic kurang tepat.

Nyatanya, pada 2020, saat tidak memainkan Ibrahimovic, AC Milan masih mampu meraih 11 kemenangan dan 5 hasil imbang. AC Milan bahkan meraih rata-rata poin di Liga Italia sedikit lebih tinggi saat tidak memainkan Ibra. Dengan Ibrahimovic di dalam tim, AC Milan meraih rata-rata 2,37 poin per pertandingan. Tanpa Ibra, AC Milan malah mendapatkan rata-rata 2,5 gol per pertandingan.

Sky Sport Italia membuat analisis performa AC Milan dan ternyata mereka menemukan pemain yang lebih pas disebut sebagai “Tuhannya” Setan Merah. Orang itu . . . Gabung . . . bukan Zlatan Ibrahimovic, melainkan Simon Kjaer. Seperti Ibra, Kjaer juga absen dalam beberapa pertandingan terakhir karena mengalami cedera.

Sejak Maret, AC Milan memainkan 20 pertandingan dengan Kjaer ada di dalam line-up. Hasilnya AC Milan mendapatkan rata-rata 2,6 poin per pertandingan dan kebobolan 18 gol atau rata-rata 0,9 gol per pertandingan.

Kjaer absen saat AC Milan ditahan SPAL 2-2, menang 2-1 atas Sampdoria, kemudian diimbangi Parma dan Genoa dengan skor 2-2. Saat bek asal Denmark itu tidak bermain, AC Milan hanya meraih rata-rata 1,5 poin per partai dan kebobolan rata-rata 1,75 gol per pertandingan.
Kelihatan kalau performa AC Milan menjadi lebih buruk hampir dua kali lipat saat Kjaer menghilang dari tim.

Sekarang AC Milan sedang harap-harap cemas menanti kabar kebugaran Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer. Pada Kamis (17/12/2020) pagi, kedua pemain senior AC Milan ini masih berlatih sendiri dan terpisah dari tim. Tapi, pelatih Stefano Pioli akan membuat keputusan pada Jumat.
AC Milan akan menghadapi dua pertandingan berat pada tutup tahun 2020. Mereka bertamu ke Sassuolo pada 20 Desember dan melawan Lazio tiga hari kemudian.

x

Check Also

Laga Pramusim Inter Menang Telak, Hakan Calhanoglu Langsung Cetak Gol

Hakan Calhanoglu langsung menunjukkan performa bagus dengan mencetak gol dalam partai persahabatan yang mempertemukan Inter ...