Home > Berita Liga Inggris > Meski Banyak Buang Peluang, Timo Werner Tetap Produktif

Meski Banyak Buang Peluang, Timo Werner Tetap Produktif

Di pertandingan Chelsea vs Leeds United, Timo Werner menjadi sorotan. Pasalnya, ia gagal mencetak gol kendati mendapat banyak peluang emas. Tapi di balik kebiasaannya membuang peluang, ia tetap produktif dan berkontribusi terhadap torehan gol The Blues.

Pada pertandingan Chelsea vs Leeds yang berlangsung di Stamford Bridge, Minggu (6/12/20) dini hari WIB tadi, The Blues mampu comeback dan meraih kemenangan setelah tertinggal lewat gol Patrick Bamford di menit ke-4 memanfaatkan umpa terobosan Kalvin Phillips.

Gol penyeimbang Chelsea pun baru hadir di menit ke-27. Berawal dari pergerakan Reece James, Olivier Giroud mampu membelokkan umpan silang dari bek kanan The Blues itu dan mencetak gol. Gol untuk menyatakan keunggulan Chelsea di pertandingan ini pun baru hadir di babak kedua pada menit ke-61.

Kurt Zouma berhasil menambah jumlah golnya menjadi empat gol di Liga Inggris musim ini berkat tandukannya dari situasi sepak pojok. Menjelang bubaran, Chelsea yang tampil mendominasi di babak kedua mampu kembali menambah gol.

Kali ini lewat Christian Pulisic memanfaatkan umpan silang Timo Werner dalam skema serangan balik di menit ke-90+3. Sejatinya, Chelsea bisa saja mencetak tiga gol lebih di laga ini. Hal ini tak lepas dari banyaknya peluang yang didapatkan sepanjang 90 menit pertandingan.

Di pertandingan ini, Chelsea melepaskan 23 tembakan yang dibuat Chelsea di mana 10 di antaranya mengarah ke gawang. Dari total peluang tembakan itu, The Blues membuat tujuh peluang dengan total 4,35 xG (Expected Goals).

Hebatnya, hampir separuh dari xG yang dimiliki Chelsea dibuat oleh satu orang saja, yakni Werner.  Tapi dengan 1,51 xG, ia tetap tidak mencatatkan namanya di papan skor karena ia banyak membuang-buang peluang matang.

Tak ayal cemoohan pun datang kepadanya di dunia maya. Banyak yang mencemoohnya dengan sebutan Alvaro Morata atau Fernando Torres di mana kedua pemain ini merupakan penyerang gagal di Chelsea dan seing membuang-buang peluang. Tapi, cemoohan itu kelihatan tidak sepadan untuk Timo Werner. Memang ia banyak membuang-buang peluang.

Tapi, ia tetap produktif dan berkontribusi dalam gol-gol yang dibuat Chelsea. Sejak datang ke Chelsea, Werner seperti menanggalkan jubahnya sebagai mesin gol seperti di RB Leipzig. Entah kenapa, bersama The Blues, ia lebih menjadi sedikit bermain ke dalam (terutama di sisi sayap) untuk menjemput bola dan berubah menjadi kreator.

Di RB Leipzig, Werner menjadi seorang raja yang terus dilayani di depan gawang. Ia memiliki rata-rata sentuhan sebanyak 6,66 sentuhan per 90 menit di kotak 16. Sedangkan di Chelsea sejauh ini, ia hanya menyentuh bola dengan rataan 4,8 sentuhan per 90 menit di kotak 16 (data dikutip dari laman Twenty3).

Hal ini sempat dikritisi oleh penyerang legendaris Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink . . . Gabung . . . yang menyebut kalau Frank Lampard tidak memaksimalkan kualitas Werner yang bertipikan penyerang murni.

“Saya lebih suka dia (Werner) di tengah lapangan. Di tengah di mana ia tajam. Saat ia datang dari sisi kiri, dia tak punya teknik untuk mengalahkan lawan atau sedikit cerdik. Saat dia di tengah (penyerang murni) dia akan terlihat tajam,” kata Hasselbaink.

Penurunan rataan sentuhan di kotak 16 pun terlihat dari perubahan peran. Selama di Chelsea, Werner lebih banyak beroperasi sebagai winger kiri ketimbang menjadi penyerang murni. Tentunya hal itu berpengaruh terhadap gaya permainannya.

Dengan peran itu, sekarang Werner mau tidak mau menanggalkan gelar ‘mesin gol’ atau orang yang dilayani seperti saat dirinya di RB Leipzig. Walau begitu, posisi tidak serta merta menjadi alasan. Toh Werner terbilang banyak mendapat peluang yang kemudian malah banyak ia sia-siakan hingga dijuluki ‘Morata’ atau ‘Torres’ jilid kedua.

Dengan fakta itu, cukup disayangkan melihat Werner gagal mencetak gol dengan banyaknya peluang emas. Tapi entah bagaimana, ia tetap produktif dan tetap berkontribusi untuk perolehan gol Chelsea. Pertandingan melawan Leeds United menjadi salah satu bukti bagaimana Werner tidak berhenti berkontribusi untuk Chelsea.

Di pertandingan itu, Werner membuang satu peluang emas di depan gawang dan gagal menuntaskan dua hingga tiga peluang yang ia dapat di kotak 16. Banyak yang mengkritisinya memang. Tapi di akhir pertandingan, ia menambah pundi kontribusi golnya dengan sebuah assist untuk gol ketiga Chelsea yang dicetak Christian Pulisic.

Dengan kata lain, kebiasaan Werner membuang-buang peluang di Chelsea nyatanya tidak berpengaruh banyak terhadap torehan gol dan assistnya. Dari banyak peluang yang ia buang, ia akan tetap terus berkontribusi entah dari gol yang ia buat ataupun assist.

Sejauh ini, Werner sudah mencetak 13 gol dan assist dalam 17 penampilannya untuk Chelsea. Bisa dilihat kalau berdasarkan statistik, penampilannya tak buruk-buruk amat. Tapi bila ditonton langsung, mungkin pecinta sepak bola akan menepuk jidat melihat berapa banyak peluang yang ia buang.

Aneh memang. Tapi, di sepak bola modern yang hanya melihat torehan gol dan assist saja, Timo Werner tidak bisa dicap sebagai ‘Morata’ atau ‘Torres’ jilid dua. Toh ia tetap produktif dan berkontribusi untuk gol Chelsea, sebuah hal yang paling dilihat dari lapangan hijau dewasa ini.

x

Check Also

chelsea

Inilah Skuad Chelsea Untuk Musim 2021/22

London – Saat ini, jumlah skuad Chelsea sangat padat,hal tersebut dikarenakan ada pemain yang kembali ...