Home > Berita Liga Inggris > Manchester United Sudah Pantas Disebut Sebagai Kandidat Juara Musim Ini

Manchester United Sudah Pantas Disebut Sebagai Kandidat Juara Musim Ini

Sukses menghajar Leeds United 6-2 membuat Manchester United kini berada di peringkat 3 klasemen sementara. Sudah layakkah mereka disebut sebagai kandidat juara Liga Inggris?

Penampilan dari Manchester United di sepanjang musim 2020/2021 ini terbilang sangat fluktuatif. Performa mereka bisa beralih-alih dari buruk ke baik maupun sebaliknya, dalam tempo yang terbilang sangat singkat.

Dua minggu lalu, suasana muram sudah menyelimuti kubu Setan Merah. Kekalahan 2-3 dari RB Leipzig membuat mereka sudah tersingkir dari fase grup Liga Champions karena hanya bisa finis di peringkat ketiga serta terpaksa beralih kompetisi ke Liga Europa.

Tiga hari kemudian, mereka juga tampil tidak terlalu bagus dengan hanya bisa bermain imbang 0-0 pada saat menjalani derby menghadapi Manchester City di Liga Inggris.

Meski demikian, dua laga berikutnya dilalui dengan sebuah kemenangan. Usai mengalahkan Sheffield United 3-2, Manchester United tampil spektarkuler saat menjamu Leeds United, Minggu (20/12/20).

Sudah unggul 2-0 di menit ketiga lewat brace Scott McTominay, Setan Merah akhirnya menutup laga derby mawar itu dengan skor fantastis, 6-2.

Hasil itu pun membawa Manchester United ke peringkat ketiga dengan 26 poin, tertinggal 5 poin dari Liverpool di puncak dan 1 poin dari Leicester yang ada di peringkat kedua. Meski demikian, MU masih menyimpan 1 laga karena baru bermain 13 kali sedangkan The Reds dan The Foxes 14 kali.

Lantas, apakah ini berarti bahwa pasukan Ole Gunnar Solskjaer sudah layak dijadikan kandidat juara Liga Inggris musim ini?

Dilansir Squawka, sejumlah alasan menunjukkan bahwa Setan Merah punya peluang yang cukup baik. Alasan pertama, posisi mereka saat ini adalah buah dari hasil baik selama beberapa pekan terakhir.

MU kini tercatat memenangi 6 dari 7 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris. Satu-satunya kegagalan menang hanya terjadi saat menghadapi Manchester City.

Kedua, Manchester United telah menunjukkan mereka memiliki mental yang kuat untuk membalikkan keadaan yang kurang bagus. Dari 6 kemenangan terakhir mereka di Liga Inggris, 4 di antaranya diraih lewat comeback setelah tertinggal gol lebih dulu.

Ditunggu Jadwal Berat

Alasan lain performa . . . Gabung . . . bagus Manchester United adalah lini depan mereka yang tengah tajam.  Mengandalkan trio Bruno Fernandes, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford, MU kini jadi tim tertajam ketiga di liga, di bawah Liverpool dan Chelsea.

Secara rinci, Setan Merah mencetak 28 gol dari 13 pertandingan, 19 di antaranya dicetak dari permainan terbuka dengan hanya 23 peluang emas yang tercipta. MU juga mencetak 191 tembakan dengan 78 di antaranya mengarah ke gawang (shot on target), serupa dengan Liverpool.

Hal ini pun menunjukkan bagusnya penyelesaian akhir Marcus Rashford dkk di depan gawang lawan.

Meski demikian, Manchester United juga masih memiliki kelemahan musim ini, yakni di lini belakang. Sejauh ini mereka telah kebobolan 21 kali di liga alias yang terburuk di jajaran klub 10 besar. Harry Maguire dkk juga baru mencetak 3 cleansheet, yang semuanya tercipta di laga kandang di Old Trafford.

Hal ini pun bisa jadi masalah besar, mengingat strategi andalan Ole Gunnar Solskjaer adalah melakukan counter attack cepat mengandalkan umpan Fernandes dan para pelari cepat seperti Martial dan Rashford.

Masalah ini pun harus segera diatasi oleh Solskjaer, mengingat Setan Merah akan menghadapi partai berat pada 4 pertandingan berikut di Liga Inggris.

Mereka akan bertandang ke markas tim peringkat 2, Leicester City, saat boxing day. Kemudian menjalani dua laga tandang yang tidak bisa dibilang mudah dengan menjamu Wolverhampton Wanderers dan Aston Villa, sebelum bertamu ke Anfield menghadapi Liverpool pada 17 Januari.

Pertanyaan layak tidaknya Manchester United dianggap sebagai kandidat juara dan sebesar apa peluang mereka baru akan tampak lebih jelas berdasarkan hasil dari laga-laga tersebut.

 

x

Check Also

Steven Gerrard Tidak Kaget Rafael Benitez Jadi Pelatih Everton

Inggris – Semenjak ditinggalkan oleh Carlo Ancelotti pada awal Juni lalu untuk kembali melatih Real ...