Home > Berita Liga Inggris > Lini Serang Manchester City Kurang Greng, 7 Penyerang Ini Bisa Jadi Solusi

Lini Serang Manchester City Kurang Greng, 7 Penyerang Ini Bisa Jadi Solusi

Manchester City punya masalah yang cukup serius di lini depan pada musim 2020/2021. Tim asuhan Josep Guardiola itu terlihat kesulitan mencetak gol. Ompongnya penyerangan Manchester City kembali terlihat saat Kevin De Bruyne dkk. ditahan imbang West Bromwich Albion. Guardiola geram bukan main.

“Anda harus memenangkan pertandingan ini dan kami tidak bisa melakukannya. Kami memiliki peluang, tapi sayangnya kami tidak mampu mencetak gol, terutama dalam empat atau lima pertandingan terakhir yang kami miliki,” kata Guardiola.

“Itulah kenyataannya. Kami bisa mengontrol banyak hal. Kami kebobolan (dari peluang) minimum. Ada satu penyelamatan bagus dari Ederson dan gol yang dibelokkan, tapi tidak lebih dari itu,” katanya.

“Kami lebih baik di setiap departemen. Manchester City sering menciptakan peluang, tetapi kami tidak dapat mencetak gol,” kata Pep Guardiola.

Manchester City darurat striker. Bukannya mau mengesampingkan peran Gabriel Jesus, tapi faktanya di lapangan pemain asal Brasil itu belum cukup bisa menjadi sumber gol utama. Manchester City bisa dan wajib mendaratkan striker baru. Setidaknya, ada tujuh pemain yang harus dikejar demi bersaing di papan atas klasemen Liga Inggris.

Luka Jovic – Real Madrid

Bukan rahasia lagi kalau Jovic mengalami kesulitan di Real Madrid sejak didatangkan ke Santiago Bernabeu, tapi penampilannya untuk Eintracht Frankfurt tidak dapat dilupakan. Dia adalah striker yang mencetak 27 gol dan memberikan tujuh assist selama musim 2018/2019, sehingga sejumlah klub top Eropa tertarik padanya.

Tapi pada momen saat ini, Jovic kelihatannya terjebak dalam posisi sulit. Tidak peduli apa yang dia coba di Madrid, sepertinya tidak ada yang berhasil dan pindah kelihatannya satu-satunya pilihan yang masuk akal untuk mengembalikan kariernya ke jalur yang benar. Los Blancos akan bersedia menjual dan kemungkinan besar dengan harga yang sangat wajar, mengingat penghitungan golnya.

Tentu, itu tidak diragukan lagi adalah penandatanganan yang berisiko, tapi pindah dapat membantu Jovic menemukan kembali kepercayaan dirinya dan mulai menunjukkan sesuatu yang mendekati bentuk terbaiknya lagi. Tapi walau begitu, ada opsi yang lebih baik di luar sana. Siapa dia?

Moussa Dembele – Lyon

Manchester City pasti masih ingat penampilan Moussa Dembele selama 15 menit yang cukup mengesankan musim lalu. Dua gol pemain Prancis itu di Liga Champions musim lalu membuat Manchester City tersingkir dari kompetisi di babak perempat final. Penampilannya cukup sempurna dan menunjukkan naluri striker sejati.

Dia adalah penyerang yang komplet. Dembele memiliki kemampuan untuk menahan bola dan membawa rekan satu timnya ke dalam permainan. Awalnya pemain berusia 24 tahun itu diisukan kuat akan meninggalkan Lyon pada musim panas kemarin, tapi dia tetap bertahan. Dia belum menemukan gol di Ligue 1 sejauh musim ini dan berjuang untuk mempertahankan tempat di lineup awal.

Erling Haaland – Borussia Dortmund

Bersaing dengan Manchester United? Kenapa tidak? Musim lalu, Haaland berhasil membukukan 44 gol hanya dalam 40 penampilan untuk RB Salzburg dan Dortmund. 44 gol dalam 40 penampilan! Oh, dan dia juga berhasil sepuluh assist untuk menyertai itu juga.

Tidak buruk, kan?

Banyak yang mengharapkan sosok striker yang sangat berbakat itu sedikit menurun, tapi sebaliknya dia membuat awal yang sama cemerlang musim ini. Penyerang berusia 20 tahun ini sudah mengoleksi tujuh gol hanya dalam delapan pertandingan.

Lautaro Martinez – Inter Milan

Lautaro Martinez adalah sensasi di Liga Italia. . . . Gabung . . . Saat orang-orang tidak banyak mengenalnya, pemain asal Argentina itu diam-diam menunjukkan tajinya. Tidak hanya Martinez salah satu penyerang paling lengkap, ia juga masih berusia 23 tahun. Selain mampu menghubungkan permainan dengan sangat baik, ia juga memiliki kecepatan, pergerakan, dan kemampuan finishing di depan gawang.

Apakah Lautaro Martinez berbanderol murah? Tentu tidak. Tapi bisakah dia menjadi pengganti Aguero jangka panjang yang ideal? Benar. Dia akan membawa sesuatu yang sama sekali berbeda dengan Jesus dan akan berkembang di bawah Guardiola.

Ciro Immobile – Lazio

Ciro Immobile masih betah di Liga Italia. Padahal, sejak beberapa musim belakangan, ada banyak klub di luar sana yang ingin menariknya dari Lazio, bahkan Manchester United pernah meminatinya (bersama Dominico Berardi dan Andrea Belotti). Sekarang, dengan desakan untuk membeli striker, Manchester City seharusnya bisa mencurahkan fokus kepada Ciro Immobile. Jangan ditanya lagi kualitasnya.

Walau begitu, akan ada perjudian. Ada banyak pemain mantan Liga Italia yang tidak melulu berhasil di Liga Inggris. Hernan Crespo, Andriy Shevchenko, hingga Mario Balotelli dicap jauh dari kata memuaskan. Jangan lupakan Stevan Jovetic yang ironisnya menjadi satu di antara sekian mantan bintang Serie A gagal di Liga Inggris.

Alejandro Papu Gomez – Atalanta

Pemain andalan Atalanta, Alejandro ‘Papu’ Gomez, jadi pemberitaan hangat di Italia. Playmaker bernomor punggung 10 itu diisukan bersitegang dengan pelatih Gian Piero Gasperini karena ngotot minta dijual pada Januari 2021. Pada pertandingan tengah pekan kemarin, Papu Gomez tetap dibawa ke Turin untuk menghadapi Juventus.

Tapi, isu hangat tersebut tetap muncul. Sebagian orang mungkin mengatakan kalau Papu bukan sosok yang tepat menggantikan Sergio Aguero. Tapi data statistik cukup bikin ngiler pencinta ‘goal galore’. Ya, selain andal dalam menciptakan peluang, Papu Gomez juga piawai mencetak gol. Ini bisa menjadi alternatif tersendiri buat Pep Guardiola kalau ingin mengubah pakem di tengah seretnya gol.

Lionel Messi

Lionel Messi besar kemungkinan akan pergi dari Barcelona. Pablo Zabaleta, mantan rekan setimnya di Timnas Argentina, menilai Manchester City adalah klub yang tepat.

“Paling pas buat Lionel Messi adalah Manchester City. Sedih mengetahui situasi yang menimpanya. Saya tidak pernah menyangka kalau ini adalah musim terakhirnya di Barcelona,” kata Zabaleta.

“Barcelona tidak bermain sebagaimana semestinya, dan saya lihat mereka tidak menikmatinya. Ya nanti kita bisa sama-sama lihat bagaimana Lionel Messi di sana,” katanya lagi.

City akan menghadapi persaingan dari beberapa klub besar Eropa, termasuk Paris Saint-Germain. Komentar Neymar beberapa waktu lalu yang ingin bereuni menguatkan isu itu. Tapi, Zabaleta yakin hubungan Messi dengan Sergio Aguero dan mantan bosnya Pep Guardiola bisa memberikan keunggulan bagi klub lamanya.

“Messi memiliki teman dekat di Manchester City, yakni Aguero, dan dia telah bekerja dengan Pep sebelumnya di Barcelona,” kata Zabaleta.

“Mereka mengenal satu sama lain dan beberapa orang di direksi klub juga mengenalnya.”

“Kalau Messi memutuskan untuk meninggalkan Barcelona dan bermain di negara lain, maka tentu saja City adalah klub yang bisa dia pikirkan,” kata Zabaleta memungkasi.

x

Check Also

Marcus Rashford Masih Belum Tahu Kapan Akan Menjalani Operasinya

Manchester – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebutkan pihak MU akan mengambil keputusan mengenai ...