Home > Berita Liga Indonesia > Legiun Asing Lebih Diandalkan Jadi Algojo Penalti Dibanding Pemain Lokal

Legiun Asing Lebih Diandalkan Jadi Algojo Penalti Dibanding Pemain Lokal

Ketajaman seorang striker ataupun penyerang di sebuah pertandingan sepak bola selalu diukur lewat torehan gol. Berbagai metode untuk mencetak gol lumrah untuk menambah pundi-pundi torehan mereka demi menjadi mesin gol dan top scorer, termasuk dari titik putih.

Hal itu juga terlihat dari pilihan pelatih-pelatih dari klub sepak bola Indonesia, terutama di era Liga 1 sejak 2017 lalu. Sudah menjadi kebiasaan sejak lama, kalau setiap pelatih dari klub sepak bola di Indonesia menempatkan striker yang menjadi mesin gol mereka untuk sekaligus menjadi eksekutor penalti.

Bicara soal Liga 1, yang diadakan sejak 2017 lalu, kebiasaan menunjuk striker andalan, yang biasanya merupakan pemain asing, untuk maju sebagai eksekutor dari titik putih, sudah menjadi hal lumrah. Dari daftar pencetak gol terbanyak, mulai dari Liga 1 2017 hingga Shopee Liga 1 2020 yang baru berjalan tiga pekan, tidak sedikit dari mereka yang mencetak sebagian golnya melalui titik putih.

Kali ini, SATUPEDIA mengulas 5 pemain, tepatnya penyerang, yang tampil di Liga 1, sejak 2017 hingga 2020, yang selalu mendapatkan kepercayaan mengambil eksekusi penalti yang didapatkan oleh timnya.

Marko Simic

Marko Simic merupakan striker andalan Persija Jakarta sejak Liga 1 2018 hingga kompetisi Shopee Liga 1 2020 terhenti. Pemain asal Kroasia itu juga merupakan mesin gol Macan Kemayoran, termasuk saat membawa timnya menjuarai Liga 1 2018.

Total Marko Simic sudah mencetak 14 gol di Liga 1 dari titik putih. Jumlah itu menjadi yang terbanyak di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang dimulai pada era PSSI kepemimpinan Edy Rahmayadi itu.

Datang ke Persija pada musim 2018 dan membantu tim ibu kota itu menjuarai Piala Presiden 2018 yang merupakan turnamen pramusim, Marko Simic terus memperlihatkan ketajamannya sebagai striker andal di lini depan.

Simic bertengger di posisi ketiga dalam daftar topscorer Liga 1 2018 dengan 18 gol, di mana 5 gol di antaranya tercipta dari titik putih. Perolehan gol Marko Simic makin ciamik pada musim keduanya bersama Persija. Meski gagal membawa Persija mempertahankan gelar juara, Marko Simic menjadi top scorer Liga 1 2019 dengan 28 gol, di mana 9 gol di antaranya tercipta dari titik putih.

Torehan 9 gol dari titik putih di Liga 1 2019 juga menjadikannya sebagai striker yang paling banyak mencetak gol dari titik putih dalam satu musim selama era Liga 1.

Beto Goncalves

Beto Goncalves menjadi penghuni berikutnya dalam daftar ini. Pemain asing asal Brasil yang sekarang sudah berstatus Warga Negara Indonesia itu memang dikenal sudah menjadi mesin gol setiap klub yang dibelanya. Sudah berkarier di Indonesia sejak 2008, Beto memang selalu mampu memperlihatkan ketajamannya sampai sekarang akan berusia 40 tahun pada 31 Desember mendatang.

Bicara torehan gol pada era Liga 1, Beto Goncalves selalu mampu memperlihatkan ketajamannya walau mengalami pasang dan surut. Pada Liga 1 2017, Beto yang berseragam Sriwijaya FC mampu mengemas 22 gol selama satu musim, 3 gol di antaranya ia cetak melalui titik putih.

Pada Liga 1 2018, masih bersama Sriwijaya FC, Beto hanya mencetak 11 gol dalam semusim. Torehan gol dari titik putih saat itu hanya 2 gol. Beto kembali tajam pada Liga 1 2019. Bermain bersama Madura United, ia berada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak, walau tertinggal jauh sekitar 10 gol dari Marko Simic yang menjadi top scorer.

Beto mencetak 18 gol untuk Laskar Sapeh Kerap. 3 gol di antaranya dicetak pemain kelahiran Brasil yang sudah menjadi WNI itu dari titik putih. Sementara di Shopee Liga 1 2020, Beto Goncalves sudah mampu mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan pertama yang dimainkan Madura United sebelum kompetisi terhenti.

Satu gol di antaranya tercipta dari titik putih. Artinya, sudah 54 gol dicetak Beto Goncalves bersama dua klub di era Liga 1, di mana dari total itu ada 9 gol yang dicetaknya dari titik putih.

Makan Konate

Playmaker yang baru saja meninggalkan Persebaya Surabaya ini juga merupakan pemain yang sering mendapatkan kepercayaan untuk mengambil eksekusi penalti. Sayang, ketika membela Bajul Ijo menghadapi . . . Gabung . . . Bhayangkara FC di Piala Gubernur Jatim 2020, pemain asal Mali ini sempat gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor.

Tapi, sebelum bergabung bersama Persebaya, tepatnya saat masih berseragam Arema FC, Makan Konate merupakan andalan tim berjulukan Singo Edan itu dalam mengoleksi pundi-pundi gol.
Satu yang menarik, tidak sedikit yang dicetaknya dari titik putih. Bicara soal torehan di Liga 1, Makan Konate mencetak delapan gol dari titik putih selama dua musim membela Arema FC.

Pada Liga 1 2018, Makan Konate tercatat mencetak 13 gol untuk Singo Edan, 4 gol di antaranya tercipta dari titik putih. Satu yang menarik, torehan 4 gol dari titik putih kembali dicetak oleh Makan Konate untuk Arema FC pada Liga 1 2019, di mana pada musim itu, mantan pemain Persib Bandung itu mengemas 16 gol.

Matias Conti

Pemain asing Borneo FC, Matias Conti, pernah menjadi andalan untuk meraih pundi-pundi gol pada Liga 1 2018 dan 2019. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan kepercayaan untuk mengambil eksekusi penalti yang didapatkan oleh tim berjulukan Pesut Etam. Dalam dua musim itu, Matias Conti berhasil mencetak 11 gol pada masing-masing musim.

Artinya ia mampu mengemas total 22 gol untuk Borneo FC dalam dua musim itu. Dari 11 gol yang dicetaknya pada Liga 1 2018, 3 gol di antaranya berasal dari titik putih. Sementara dari 11 gol yang dicetak pada Liga 1 2019, ada 4 di antaranya yang lahir dari eksekusi penalti. Total 7 gol dikemas Matias Conti dari titik putih untuk Borneo FC.

Sylvano Comvalius

Seperti halnya Matias Conti, Sylvano Comvalius merupakan striker asing di Liga 1 yang juga menorehkan 7 gol dari titik putih. Satu yang membedakan, ketujuh gol itu dicetak oleh Comvalius dalam satu musim. Torehan 7 gol dari titik penalti itu dibuat oleh striker asal Belanda itu saat memperkuat Bali United di Liga 1 2017.

Saat itu, Sylvano Comvalius memang menjadi top scorer kompetisi dengan torehan 37 gol selama satu musim. Torehan gol itu membuat Sylvano Comvalius mampu memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah kompetisi sepak bola Indonesia.

Tapi, tentu saja tanpa 7 gol yang dicetaknya dari titik putih, striker yang sempat bergabung dengan Arema FC dan Persipura Jayapura itu tidak akan bisa menorehkan catatan impresif pada musim pertamanya di Indonesia itu.

Samsul Arif Munip

Akhirnya seorang striker lokal menghiasi daftar ini. Samsul Arif Munip, striker yang sekarang membela Persita Tangerang di Shopee Liga 1 2020, pernah menorehkan catatan bagus pada edisi pertama Liga 1 bersama Persela Lamongan. Saat itu, Samsul Arif mampu mencetak 16 gol dan bersaing di papan atas daftar pencetak gol terbanyak.

Ia bersama striker lokal lain, Lerby Eliandry, mencetak jumlah gol yang sama pada Liga 1 2017, membuatnya berhasil bersaing dengan para pemain asing yang sering diandalkan sebagai mesin gol oleh klub kontestan. Dari 16 gol yang dicetak Samsul Arif pada Liga 1 2017, 7 gol di antaranya tercipta dari titik putih. Jumlah itu tentu bisa menyaingi Comvalius dan Conti sebagai algojo penalti.

Jumlah itu sebenarnya bisa saja bertambah pada musim berikutnya. Tapi, Samsul Arif, yang pindah ke Barito Putera, menyerahkan tugas itu kepada Douglas Packer dan Marcel Sacramento. Walau begitu, Samsul Arif tetap tampil mengesankan pada Liga 1 2018. Striker asal Bojonegoro itu berhasil mencetak 14 gol untuk Barito Putera tanpa satu pun diraih dari titik putih.

Begitu pun pada musim keduanya bersama Barito Putera di Liga 1 2019. Samsul Arif mencetak lima gol dalam satu musim dan tanpa satu gol pun dari titik putih.

x

Check Also

Zainudin Amali Tantang Raffi Ahmad Sumbang Pemain di Olimpiade 2032

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali berkesempatan memberikan motivasi kepada para atlet Indonesia ...