Home > Timnas Indonesia > Kurniawan DJ Berikan Pesan Ini Untuk Bagus Kahfi Yang Berkarir di FC Utrecht

Kurniawan DJ Berikan Pesan Ini Untuk Bagus Kahfi Yang Berkarir di FC Utrecht

Kurniawan Dwi Yulianto, mantan striker Indonesia yang juga mantan pelatih Sabah FA, memberikan pesan khusus untuk karier Bagus Kahfi di klub Belanda, FC Utrecht.

Bagus Kahfi akan resmi bergabung ke FC Utrecht setelah mendapatkan restu dari Barito Putera.

Wonderkid asal Magelang, Jawa Tengah, ini disodori kontrak selama 18 bulan.

Kurniawan Dwi Yulianto, yang mengetahui kabar bahwa Bagus akan berpetualang ke Benua Biru, mendukung penuh perjuangan pemain 18 tahun tersebut.

Namun, Kurniawan tetap memiliki pesan tersendiri untuk pesepak bola muda ketika baru meniti karier di Eropa.

Menurut Kurniawan, yang terpenting ketika menjajal kompetisi Eropa adalah harus memiliki semangat dan mental yang kuat.

“Mental adalah yang terpenting. Kenapa saya bilang mental? Karena memang saat berada di sana, kita menghadapi semua sendiri. Tekanannya justru datang dari individu,” ucapnya dilansir dari Warta Kota.

“Bagaimana kita harus menghadapi kondisi jauh dari orang-orang terdekat, keluarga, kemudian bagaimana kita harus mengatasi permasalahan saat latihan terus harus mengatur kondisi tubuh sendiri, pola makan sendiri. Jadi, semua serbasendiri. Menghadapi kondisi itu dibutuhkan mental yang kuat,” imbuh Kurniawan.

Bagus juga harus memiliki jiwa bersaing yang tinggi menurutnya.

Karena persaingan untuk masuk skuad inti di klub Eropa tidak mudah, terlebih Bagus didatangkan dari negara yang minim kontribusi mengirimkan pemain ke luar negeri.

“Kalau saat latihan kita tidak tampil baik, membangkitkan motivasi harus sendiri karena status kita di sana tetap saja sebagai pemain asing. Jadi, kita harus punya fighting spirit yang lebih banyak dan punya kemampuan harus selalu tampil maksimal,” tegasnya.

Bukan itu saja, Kurniawan juga meminta Bagus untuk tidak terlena dengan status bintang seperti ketika masih bermain di level domestik.

Pasalnya, ketika sudah bermain di Eropa, maka Bagus menjadi seorang pemain berstatus pendatang dan belum diketahui banyak pihak.

Dia jadi harus membuktikan dirinya dengan menampilkan seluruh kemampuan terbaik.

“Kemudian pola pikir harus menatap ke depan karena passion kita di sepak bola dan dia masih muda. Jangan lagi dia melihat ke belakang. Mungkin Bagus Kahfi di Indonesia sudah populer, tetapi hal itu jangan dijadikan sesuatu yang dirindukan. Hal itu cukup dijadikan motivasi bahwa . . . Gabung . . . level Bagus sudah bukan seperti kemarin,” jelas Kurniawan.

“Kalau di Eropa harus menampilkan permainan maksimal. Soalnya, di Eropa yang mengelu-elukan bukan hanya rakyat Indonesia lagi. Jadi, pola pikir dia harus ke depan. Harus berpikir bahwa Bagus harus bisa bermain di level yang lebih tinggi daripada saat ini,” imbuhnya.

Mengenai masalah adaptasi, Kurniawan menyarankan agar Bagus bisa secepatnya menyesuaikan diri dengan segala hal yang ada di sana.

“Proses itu harus dilakukan. Dinikmati dengan baik karena waktu untuk menjadi pesepak bola tidak banyak. Jangan sampai kesempatan itu disia-siakan,” bebernya.

Lebih lanjut, Kurniawan berharap Bagus fokus menjalani kariernya di FC Utrecht dan bisa dipromosikan bermain di kasta tertinggi Liga Belanda.

“Saya harap dia sukses di Eropa dan bisa fokus. Seperti pakai kacamata kuda saja. Jadi melihat ke depan. Kalau sudah main di Eropa, manfaatkan itu. Jangan memikirkan apa yang ada di Indonesia lagi,” ungkapnya.

Selain itu, Kurniawan menyarankan untuk tetap disiplin dalam segala hal.

Baginya, kedisiplinan merupakan kunci utama menjadi pesepak bola profesional.

“Menurut saya, disiplin itu sudah menjadi kunci utama. Artinya, bagaimana menjadi profesional sejati. Kalau mungkin di Indonesia masih sering banyak diingatkan, di sana sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

“Jadi, semua berasal dari individu itu sendiri. Bagaimana dia mengatur jam istirahat, mengatur jam makan. Jadi, semua tergantung pada Bagus sendiri,” kata Kurniawan.

Kurniawan sangat yakin kalau Bagus dapat meraih cita-citanya dan bisa berkembang lebih jauh lagi.

“Saya pernah ngobrol bersama Bagus. Dia punya keinginan besar untuk bermain di Eropa. Keinginan itu modal utamanya. Soalnya, kalau masih berat hati untuk tetap di Indonesia, kondisinya akan sulit. Bagus sudah bulat dengan keinginannya. Ini modal yang baik,” papar Kurniawan.

x

Check Also

Alasan Shin Tae-yong Balik ke Korea Selatan Ternyata Bukan Karena Kesehatan

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memutuskan kembali ke Korea Selatan untuk beberapa waktu ...