Home > Berita Liga Indonesia > Jacksen Tiago Menyesalkan Pemain Profesional Yang Memilih Main Tarkam

Jacksen Tiago Menyesalkan Pemain Profesional Yang Memilih Main Tarkam

Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura, ikut berkomentar soal maraknya pemain-pemain profesional yang mengikuti tarkam atau pertandingan antarkampung.

Jacksen F. Tiago, pelatih yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia kepelatihan ini, menyayangkan pemain Liga 1 yang bermain tarkam.

Banyaknya alasan yang digunakan pemain untuk bermain tarkam, mulai dari hanya menjaga kebugaran, penghilang penat, hingga mendongkrak pemasukan uang di tengah pemangkasan gaji.

Tarkam dianggap sebagai salah satu jalan pintas terbaik bagi para pemain untuk menambah pendapatan mereka.

Namun, Jacksen F. Tiago memiliki gambaran lain terkait keberadaan tarkam tersebut.

Jacksen F. Tiago tidak setuju dengan tarkam karena penerapan profesionalitasnya sangat rendah.

Penyelenggaraannya pun dilakukan swadaya dengan lapangan seadanya.

Belum ditambah lagi kurangnya pengawasan dan berpeluang membuat pemain mengalami cedera yang tidak diinginkan.

Untuk itu, para pemain seharusnya mempunyai mental berjuang untuk terus menjaga konsistensinya sebagai pemain profesional.

Terlebih, para pemain memiliki penghasilan yang lebih dari cukup agar bisa bertahan karena ada SK PSSI yang mengaturnya.

Jacksen F. Tiago merasa sangat tidak tepat jika pesepak bola profesional ikut tarkam karena alasan ekonomi.

“Kalau kamu butuh makan, butuh pendidikan, bisa dengan mengelola uang kamu secara lebih bijak,” kata pelatih Persipura Jayapura.

“Saya rasa gaji pemain-pemain Indonesia cukup lumayan. Pemain-pemain terkenal . . . Gabung . . . yang dikabarkan ikut tarkam gajinya cukup besar.”

“Tinggal bagaimana dia pintar mengelola uangnya supaya di masa seperti sekarang ia punya tabungan, supaya bisa hidup dengan baik,” imbuhnya.

Ia menyarankan untuk menambah penghasilan, para pemain bisa banting setir dengan suatu hal yang tidak berisiko besar pada fisiknya.

“Mungkin bisa juga menciptakan sesuatu (berbisnis). Saya rasa hal itu akan lebih bijak,” tuturnya.

Sementara itu, untuk menjaga kebugaran, Jacksen masih memperbolehkan pemain merumput di ajang fun football.

Berbeda dari tarkam, fun football punya kriteria khusus dan lebih terorganisir.

Orientasinya pun hanya untuk bersenang-senang sehingga jauh lebih aman.

“Seperti sekarang di Jakarta ada Selebritis FC, itu tidak apa-apa karena mereka melawan pemain sesama liga. Jadi, pemainnya tahu apa yang mereka boleh lakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Bermain seperti itu boleh,” tuturnya.

x

Check Also

AHHA PS Pati FC Mengusulkan Agar Liga 2 2021 Digelar di Sumatera dan Kalimantan

Jakarta – AHHA PS Pati FC Mengusulkan agar Liga 2 2021 digelar di Sumatera dan ...